Ngopi Pagi Seorang Pekerja

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ngopi pagi bagi seorang pekerja bukan sekadar menikmati secangkir kopi, tetapi menjadi jeda kecil untuk berhenti sejenak dari kesibukan, menenangkan pikiran, dan merenungkan perjalanan yang telah dilalui. Di antara aroma kopi dan suasana pagi, ada ruang untuk bertanya pada diri sendiri: apa yang sedang diperjuangkan, apa yang benar-benar berarti, dan menjadi pribadi seperti apa yang ingin kita jalani. Karena bekerja bukan hanya tentang mengejar target dan penghasilan, tetapi juga tentang menemukan makna, menjaga keseimbangan, dan tetap mengenal jati diri di tengah tuntutan kehidupan.
Banyak orang bekerja terjebak pada rutinitas. Seolah-olah bekerja sepanjang hayat, padahal pad akhirnya akan pensiun. Bukan karena pekerja lemah. Tapi karena dunia ini terlalu sering membuat banyak pekerja meragukan dirinya sendiri. Bekerja namun kehilangan kehormatan, hilang jati diri bahkan masa depan.
Karenanya sebagai introspeksi diri, mungkin ada baiknya pekerja mendengar 3 kalimat ini setiap hari. Agar menjadi suara yang terbenam di dalam kepala para pekerja.
1. Hidup kita punya tujuan. Jangan biarkan kita tumbuh hanya untuk mengejar uang, pekerjaan, atau pengakuan. Kita bekerja bukan tanpa alasan. Kita bekerja untuk hari ini dan esok. Ketika kita tahu hidup punya tujuan, maka tidak mudah merasa dirinya tidak berarti. Belajar bahwa hidup kita berharga bahkan ketika pencapaiannya belum terlihat. Belajar untuk Bersiap suatu kali, kita tidak bekerja lagi karena pensiun.
2. Kalau orang lain tidak baik kepada kita, sadari iru tidak menentukan siapa kita. Pekerja perlu tahu: tidak semua kebencian atau penolakan berarti kita tidak layak. Tidak semua kritik berarti kita gagal. Tidak semua perlakuan buruk orang lain adalah kesalahan kita. Kadang seseorang menyakiti kita karena mereka sendiri sedang terluka. Mari kita bangun empati tanpa kehilangan harga diri.
3. Kita tidak bekerja tersu, suatu saat akan pensiun. Maka siapkan masa pensiun saat masih bekerja. Jangan terbuai gaya hidup atau perilaku konsumtif. Sebab tidak ada orang yang bertanggung jawab pada hidup kita di masa depan selain diri kita sendiri. Tersenyumlah untuk selalu berjuang demi anak-anak, keluarga dan masa depan kita.
Pekerja yang sering mendengar bahwa dirinya berharga dan selalu belajar menghargai dirinya sendiri. Tahu hidup punya tujuan akan lebih berani melangkah. Dan pekerja yang tahu dirinya dicintai tidak akan mudah mencari nilai dirinya dari dunia. Jangan remehkan kalimat positif dan berpikir optimis setiap hari. Katakan hari ini: “hidup kita punya tujuan untuk hari ini dan besok.”
Kita tidak harus menerima perlakuan buruk orang lain sebagai nilai diri kita. Biarkan saja dan mulailah untuk fokus pada diri sendiri. Biar bagaimana pun anak-anak dan keluarga membutuhkan sosok yang kokoh untuk berjalan bersamanya. Mungkin hari ini, ada pekerja yang sedang membutuhkan pengingat ini saat berada di kantor atau di mana pun. Selamat bekerja pekerja!
