Pak Purbaya Aja Dicopot, Bukti Tidak Ada Pekerjaan yang Aman

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Lagi rapat di DPD, tiba-tiba Pak Purbaya dicopot dari jabatannya. Ditelepon Mensekneg, bahwa dia diganti orang lain. Efektif hari itu, Pak Purbaya pun dicopot atau dipecat. Berhenti jadi Menteri Keuangan RI.
Ternyata, serapuh itulah orang kerja. Bisa diganti kapan saja sama bos. Apapun alasannya, bos atau atasan bisa pecat kapan pun. Mau punya kinerja kayak apapun, selagi Cuma pekerja, kapan pun bisa digeser atau dicopot. Paham kan ya. Pejabat sekelas Pak Purbaya yang menteri saja bisa di cut off alias dipecat mendadak. Apalagi kita bisanya cuma jadi robot di kantor. Maka, sudah ssaatnya orang kerja berpikir. Jangan hanya membesarkan bisnis kantor. Tapi mulailah mempersiapkan dan membangun “perahu” sendiri. Jaga-jaga, kalau dicopot atau digeser pada saat lagi senang-senangnya kerja.
Hikmah dicopotnya Pak Purbaya, ternyata pekerjaan sebagai karyawan tidak selalu memberikan jaminan keamanan dalam jangka panjang. Atas nama hak prerogratif, Presiden bisa kapan saja cut off menterinya. Lagi-lagi, apapun alasannya selagi Cuma kerja untuk bos ya kapan pun bisa dipecat secara mendadak. Apalagi cuma pekerja kantoran, asal bos atau kantor sudah tidak suka ya kapan pun bisa di PHK atau diuruh resign. Sebab kondisi perusahaan dapat berubah sewaktu-waktu. Akibatnya, tidak ada posisi karyawan yang baik-baik saja. Suatu saat bisa digeser atau dicopot seperti Pak Purbaya.
Memang ngeri sih selagi masih jadi pekerja. Apalagi bila terlalu bergantung pada pekerjaan kantor, 100% Cuma jadi “NPC kantor”. Orang yang hanya menjalankan rutinitas sebagai pekerja tanpa memikirkan alternatif atau rencana untuk masa depan. Kerja seperti robot, semuanya tergantung atasan dan kantor. Tanpa persiapan suatu saat bisa diberhentikan. Bekerja memang penting. Tapi ketergantungan penuh pada satu sumber penghasilan itu yang bisa jadi risiko besar.
Maka pekerja di mana pun, mungkin sudah saatnya untuk membangun “perahu” sendiri. Mulai siapkan dana pensiun bila sewaktu-waktu dipecat atau di-PHK. Mulai merintis usaha kecil, punya keterampilan atau keahlian, atau sumber penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Dengan memiliki kemampuan atau usaha sendiri, seorang pekerja akan lebih siap menghadapi kemungkinan kehilangan pekerjaan dan tidak sepenuhnya bergantung pada perusahaan. Tetap bisa survive, saat atasann atau kantor memperlakukan apapun.
Tentu, tidak mudah membangun usaha sendiri. Jadi pekerja mandiri itu bukan berarti lebih mudah atau pasti lebih aman daripada menjadi karyawan. Karena bisnis atau bekerja mandiri tetap punya risiko gagal dan tidak pasti, bahkan harus siap secara mental. Tapi intinya, siapapun yang jadi pekerja pasti punya risiko dipecat atau dicopot seperti Pak Purbaya. Karenanya, kapan pun harus diganti. Tidak ada pekerja atau karyawan yang selamanya di posisi enak. Makanya siapkan “perahu” sendiri. Bisa beruap dana pensiun, tabungan, investasi, keahlian khusus, atau atau sumber penghasilan alternatif agar lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja atau atasan di kantor. Jangan bergantung 100% dari kantor!
Jangan bangga jadi “robot” yang hanya membesarkan bisnis kantor. Tapi siapkan juga “perahu” sendiri untuk hari esok. Sebab ketika pekerjaan tidak lagi menjamin, maka persiapan untuk masa depan seperti dana pensiun jadi penting dimiliki sejak mulai bekerja. Tidak ada pekerjaan yang aman Bro, semuanya bisa diganti atau digeser!
