Pension Fund Summit 2026: Seimbangkan Finansial dan Psikologis Saat Pensiun

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menjelang pelaksanaan Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) pada 24-25 September 2026 mendatang, isu mengenai kesiapan masa tua kembali menjadi sorotan utama. Forum nasional IPFS 2026 ini diproyeksikan akan membahas strategi komprehensif untuk membantu masyarakat menyongsong usia emas dengan sejahtera. Masa pensiun menjadi penting untuk disiapkan sejak dini. Selain kesehatan fisik, modal paling berharga untuk menikmati hari tua dengan nyaman adalah sikap bijak dalam keuangan, di mana calon pensiunan diharapkan mulai mengalihkan fokus dari keinginan konsumtif ke hal-hal esensial, serta memastikan kepemilikan dana pensiun yang stabil.
Momentum IPFS 2026 diharapkan dapat mengjampanyekan “Lima Keindahan Saat Pensiun" yang tidak hanya memiliki kebebasan waktu luang namun menjadi fase kehidupan baru yang lebih berkualitas. Keindahan yang didambakan banyak orang saat pensiun yaitu 1) punya waktu untuk diri sendiri, 2) lebih banyak waktu bersama keluarga, 3) menjadikan kesehatan sebagai prioritas, 4) lebih bijak dalam mengelola keuangan, dan 5) mencapaiketenangan batin yang sesungguhnya. Itulah lima keindahan yang tidak selalu dimiliki oleh semua orang saat pensiun.
Pensiun bukan hanya urusan finansial. Tapi ketenangan batin atau psikologis patut menjadi prioritas. Hari tua yang yang mampu diterima, bersyukur, dan menikmati hidup apa adanya sebagai aspek psikologis yang krusial. IPFS 2026 dipandang sebagai momentum penting bagi para pemangku kebijakan dan praktisi dana pensiun untuk mensosialisasikan pentingnya bersiap untuk pensiun. Mewujudkan ekosistem dana pensiun yang bukan hanya bertumpu pada aspek finansial, namun berkontribusi terhadap ekosistem penunjang yang membantu para pensiunan meraih kedamaian batin di hari tua.
Seperti diketahui, OJK bersama pelaku program pensiun di Indonesia akan menggelar "Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026" pada 24-25 September 2026 di Balai Kartini Jakarta dengan tema "Memperkuat Ekosistem Pensiun yang Berkelanjutan: Hidup Sehat, Pensiun Bahagia". IPFS 2026 nantinya menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, pemerintah, pengelola dana pensiun, lembaga jasa keuangan, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas arah pengembangan industri dana pensiun Indonesia agar menjadi lebih kuat, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
IPFS 2026 diharapkan dapat meningkatkan tingkat literasi dan inklusi dana pensiun di Indonesia. Sekaligus dapat memacu kepesertaan dan penetrasi dana pensiun di kalangan pekerja. Sebab data OJK (April 2026) menyebut jumlah peserta program dana pensiun mencapai 30,11 juta orang atau 20,33% dari total 147,67 juta pekerja di Indonesia. Sebagian besar merupakan peserta program wajib 16,65% = 24,59 juta peserta, sedangkan peserta dana pensiun sukarela hanya sebesar 3,68% = 5,43 juta peserta. Harapannya, IPFS 2026 dapat mempercepat penetrasi dana pensiun di kalangan pekerja, baik formal maupun informal. Karena saat ini, ada 79,67% atau 117,65 juta orang yang bekerja di Indonesia belum memiliki perlindungan program pensiun. Sekitar 8 dari 10 pekerja belum menjadi peserta dana pensiun. Maka, kondisi hari tuanya menjadi tidak pasti secara finansial dan berpotensi menjadi bagian dari sandwich generation yang terus berlanjut.
Serangkaian agenda IPFS 2026 untuk mengatasi berbagai tantangan strategis sekaligus memperkuat masa depan industri dana pensiun di Indonesia menjadi bahasan utama, seperti penyelarasan dan harmonisasi ekosistem Dana Pensiun, mendorong kontribusi ekonomi dan kepesertaan dana pensiun, sinkronisasi skema pensiun dan tantangan ekonomi global, penguatan Tata Kelola (Governance) dana pensiun, dan edukasi finansial - produktivitas pensiunan.
IPFS 2026 pada akhirnya akan menjadi gerakan bersama untuk mengubah cara pandang masyarakat bahwa pensiun bukan akhir dari produktivitas, tetapi awal dari kehidupan baru yang harus dipersiapkan dengan baik. Sebab memiliki dana pensiun berarti menjaga martabat, kemandirian, dan ketenangan di hari tua. Dengan persiapan yang tepat, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan kepada anak dan keluarga, tetapi juga mewujudkan masa pensiun yang lebih aman, mandiri, dan sejahtera. Di situlah, untuk menyiapkan masa tua yang bahagia membutuhkan sinergi kuat antara persiapan matang sejak dini dan dukungan sistem keuangan yang andal. Melalui kolaborasi yang digagas dalam Indonesia Pension Fund Summit 2026, diharapkan tercipta solusi pengelolaan dana pensiun yang lebih inklusif agar masyarakat Indonesia dapat melangkah ke usia pensiun yang lebih berkualitas. #BulanDanaPensiun #IPFS2026 #YukSiapkanPensiun #PekerjaDiHariTua
