Konten dari Pengguna

Pensiun Serem Bukan Karena Rambut Memutih Tapi Cashflow Berantakan

Syarif Yunus

Syarif Yunusverified-green

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa pensiun sering kali jadi momok bagi banyak pekerja. Bukan karena rambut yang memutih, bukan pula karena fisik yang mulai lemah. Tapi karena gaji tidak ada lagi, karena penghasilan rutin tidak diterima lagi. Sama sekali tidak siap untuk berhenti bekerja atau pensiun. Karenanya, masa pensiun memang penting untuk dipersiapkan sejak dini.

Pensiun serem bukan karena usia. Tapi karena tidak punya gaji lagi atau karena cashflow berantakan. Siapapun saat masih bekerja, banyak masalah bisa diselesaikan saat tanggal gajian tiba. Bayar cicilan? Ada gaji. Tagihan datang? Ada gaji. Kebutuhan mendadak? Ada gaji. Anak butuh bantuan? Ada gaji. Kita sering tidak sadar tenangnya hidup itu saat selalu ada pemasukan yang rutin tiap bulan. Hingga suatu haru, masa pensiun tiba, semuanya berhenti. Tidak ada lagi sumber pemasukan. Gaji yang tadinya rutin setiap bulan, kini tidak lagi ada. Dan untuk pertama kalinya, mulai menghitung lebih sering daripada biasanya.

Bukan karena kurang bersyukur, tapi karena hidup tetap berjalan. Harga kebutuhan naik, kesehatan makin tambah usia makin perlu perhatian lebih. Keluarga kadang masih butuh bantuan. Ironisnya., masa pensiun pasti akan tiba. Tapi masih cukup banyak yang tidak mempersiapkan kehidupan setelah pensiun dengan baik. Kita sibuk menghitung kapan berhenti bekerja, tapi lupa menyiapkan bagaimana uang bisa terus bekerja untuk kita di masa pensiun? Kita sering lupa untuk Bersiap pensiun.

Ternyata, masa pensiun yang tenang bukan tentang punya uang paling banyak. Tapi tentang punya arus kas yang cukup untuk menjalani hidup tanpa rasa cemas setiap hari. Tetap punya kesinambungan penghasilan sehingga cashflow tidak berantakan. Tetap mandiri secara finansial di hari tua, tanpa bergantung pada anak atau keluarga. Tenang dan sejahtera di massa pensiun memang sangat mahal nilainya di hari tua.

Pensiunan tanpa dana pensiun

Kabar baiknya bagi pekerja, selama masih diberi kesehatan, masih mau belajar, dan masih mau bergerak. Selalu ada peluang untuk memperbaiki keadaan. Mungkin bukan dengan bekerja lebih keras tapi untuk berpikir lebih bijak. Masa pensiun memang harus dipersiapkan sejak dini. Mumpung masih ada waktu, mumpung masih punya gaji. Salah satu caranya, dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin melalui program dana pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Kuncinya bukan pada besarnya iuran, melainkan pada konsistensi dan waktu memulai. Semakin muda seseorang mulai menabung untuk pensiun, semakin besar manfaat pensiun yang akan diperolehnya.

Tentu saja di era digital begini, pilihlah DPLK yang punya akses digital. DPLK yang menyediakan pendaftaran secara online, bisa mengubah arahan investasi, bahkan mencairkan manfaat pensiun secara online. DPLK yang memberi kemudahan akses untuk punya DPLK, di samping transparan dan layanannya cepat. Sehingga peserta DPLK bisa terlibat aktif dalam mempersiapkan masa pensiunnya sendiri. Bisa memantau akumulasi dananya kapan saja dan di mana saja? DPLK secara online, salah satunya melalui aplikasi “SimPensiun” dari DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) yang berkomitmen memberi kemudahan akses pekerja (formal dan informal) untuk membeli DPLK. Di DPLK SAM, setiap pekerja bisa menjadi peserta DPLK dengan iuran minimal Rp. 50.000 per bulan (silakan kunjungi: https://simpensiun.com/).

DPLK SAM merupakan DPLK pertama yang berasal dari manajer investasi di Indonesia dan berbasis digital. Saat ini menyediakan produk dan layanan utama seperti: 1) DPLK untuk individu (pekerja formal dan informal), 2) DPLK untuk korporasi berupa PPIP (Program Pensiun Iuran Pasti) dan DKPK (Dana Kompensasi Pasca Kerja, 3) Pembayaran Manfaat Pensiun Berkala (pensiun bulanan), dan 4) Dana Pendidikan Anak. Dengan dukungan teknologi digital, produk-produk DPLK SAM dapat dibeli secara online baik melalui aplikasi digital maupun website “SimPensiun” untuk memudahkan akses pekerja/individu memiliki program DPLK.

Jadi, pensiun serem bukan karena usia. Tapi karena tidak punya gaji lagi atau karena cashflow berantakan. Maka mulailah untuk siapman masa pensiun kita sendiri. Rapikan pengeluaran, pahami ke mana uang pergi? Dan mulai sisihkan sebagian untuk hari tua melalui DPLK. Dan jangan pernah merasa terlambat untuk siapkan masa pensiun sendiri. #YukSiapkanPensiun

Program pensiun iuran pasti