Konten dari Pengguna

Peran Akses Digital DPLK untuk Hari Tua Pekerja

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain edukasi yang berkelanjutan, ketersediaan akses digital untuk DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) memiliki peran krusial sebagai sebagai jembatan antara produk dana pensiun dengan pekerja. Utamanya untuk proses pendaftaran (onboarding), mempermudah proses setoran iuran, memantau akumulasi dana, dan pencairan manfaat pensiun saat waktunya tiba.

Sebagai upaya memacu pertumbuhan kepesertaan DPLK, setidaknya ada 5 (lima) peran akses digital bagi pekerja biasa untuk menjadi peserta DPLK antara lain:

1. Meningkatkan jangkauan dan aksesibilitas. Akses digital memungkinkan pekerja untuk mendaftar dan melakukan setoran tanpa harus terhambat oleh batasan fisik atau administratif yang rumit. Mengingat mayoritas pekerja biasa (59%) mampu menyisihkan iuran antara Rp100.000 hingga Rp500.000, kemudahan akses digital memastikan bahwa iuran yang disetorkan dapat dilakukan secara rutin dengan biaya transaksi yang rendah.

2. Mendukung pengelolaan mandiri. Melalui platform digital, pekerja dapat secara mandiri memantau perkembangan saldo dan memastikan setoran telah masuk dengan benar. Hal ini memberikan transparansi yang meningkatkan kepercayaan pekerja terhadap program DPLK yang diikutinya.

3. Efisiensi distribusi produk. Digitalisasi DPLK membantu penyelenggara dana pensiun dalam mendistribusikan produk yang telah disesuaikan dengan tingkat kemampuan finansial pekerja secara lebih luas dan efisien.

4. Mengonversi pemahaman menjadi tindakan. Akses digital berfungsi untuk mengubah hasil edukasi menjadi tindakan nyata untuk menjadi peserta DPLK. Ketika pekerja memahami pentingnya hari tua, ketersediaan akses digital dapat memudahkan pekerja untuk langsung mengeksekusi niat menabung untuk hari tua.

5. Menjadi sarana edukasi dan literasi yang terintegrasi. Akses digital dapat meningkatkan pemahaman pekerja akan pentingnya dana pensiun untuk kesinambungan penghasilan di hari tua.

Syarifudin Yunus telah meneliti pentingnya peran akses digital DPLK berjudul “Persepsi dan Preferensi Pekerja Biasa Terhadap Dana Pensiun Sebagai Perencanaan Hari Tua” yang terbit di Politeknik Pratama, jurnal publikasi ilmu manajemen (Juni 2025) yang secara lengkap ada di https://ejurnal.politeknikpratama.ac.id/index.php/jupiman/article/view/5002.

Tingkat kemampuan iuran DPLK

Maka di era digital seperi sekarang, ketersediaan akses digital DPLK menjadi sangat penting. Agar pekerja bisa lebih mudah akses dan mendapat layanan cepat. Selain transparan, pekerja juga terlibat aktif dalam pengelolaan dana DPLK-nya. Peserta DPLK bukan hanya sebagai penerima manfaat. Tapi juga aktif memantau akumulasi dana dan mengelola perencanaan pensiun secara digital. Untuk bisa mendaftar DPLK secara online, salah satunya melalui aplikasi “SimPensiun” dari DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) yang berkomitmen memberi kemudahan akses pekerja (formal dan informal) untuk memiliki DPLK. Di DPLK SAM, setiap pekerja bisa menjadi peserta DPLK dengan iuran minimal Rp. 50.000 per bulan (silakan kunjungi: https://simpensiun.com/).

DPLK SAM merupakan DPLK pertama yang berasal dari manajer investasi di Indonesia. Saat ini menyediakan produk dan layanan utama seperti: 1) DPLK untuk individu (pekerja formal dan informal), 2) DPLK untuk korporasi berupa PPIP (Program Pensiun Iuran Pasti) dan DKPK (Dana Kompensasi Pasca Kerja, 3) Pembayaran Manfaat Pensiun Berkala (pensiun bulanan), dan 4) Dana Pendidikan Anak. Dengan dukungan teknologi digital, produk-produk DPLK SAM dapat dibeli secara online baik melalui aplikasi digital maupun website “SimPensiun” untuk memudahkan akses pekerja/individu memiliki program DPLK.

Penyediaan akses digital tentu menjadi salah satu implikasi utama untuk memastikan bahwa produk DPLK benar-benar dapat dijangkau dan digunakan oleh pekerja biasa dengan berbagai tingkat kemampuan finansial. #YukSiapkanPensiun #DPLKSAM

Akses digital DPLK