Potret Pahit Masa Tua: 9 dari 10 Pensiunan Kesulitan Masalah Keuangan

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ternyata, antisipasi terhadap risiko finansial di hari tua sangat penting. Karena setelah pensiun tidak punya gaji lagi dan kemampuan mendapat penghasilan berkurang, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan dan cenderung meningkat. Belum lagi maslaah kesehatan di hari tua yang tetap membutuh biaya. Tanpa dana pensiun, sangat mungkin para pekerja yang memasuki masa pensiun mengalami masalah keuangan. Agak sulit pekerja dapat menjaga kualitas hidup, mempertahankan kemandirian finansial, dan terhindar dari ketergantungan pada keluarga tanpa dana pensiun.
Survei terbaru mengenai risiko masa tua yang dilakukan terhadap 30 pensiunan di wilayah Jabodetabek oleh Syarifudin Yunus (Edukator DPLK Sinarmas AM) pada Agustus 2026, mengungkap potret kelam masa pensiun tanpa persiapan finansial. Temuan paling mengejutkan menunjukkan bahwa 33% pensiunan kini terancam tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup dasar karena tidak memiliki pendapatan atau sumber keuangan yang cukup. Kondisi ini pun merembet pada masalah sosial yang lebih luas, di mana 27% responden mengaku terpaksa menjadi beban finansial anak atau keluarga. Ada 17% orang mengalami "gagal pensiun" akibat ketidaksiapan finansial yang memadai sejak dini. Dampak buruk lainnya mencakup 13% pensiunan yang kehilangan akses ke fasilitas kesehatan karena kendala biaya, serta 10% lainnya yang tidak sanggup lagi mempertahankan gaya hidup seperti saat masih bekerja. Maka dapat dinyatakan 87% pensiun mengalami masalah keuangan di hari tua, khususnya gagal memenuhi kebutuhan hidup dan menjadi beban ekonomi keluarga. Itu berarti, 9 dari 10 pensiunan jelas-jelas kesulitan keuangan di masa pensiunnya.
Survei ini menegaskan betapa rapuhnya kemandirian finansial masyarakat di usia non-produktif tanpa adanya dana pensiun. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pokok dan menjadi beban ekonomi keluarga sebagai risiko tertinggi yang dihadapi pensiunan di Indonesia saat ini. Sebuah realitas pahit yang dihadapi oleh pensiunan yang tidak memiliki persiapan finansial yang matang.
Apa artinya bagi pekerja saat ini? Tentu, survei ini menjadi “peringatan dini” bahwa masa pensiun bukan sekadar berhenti bekerja, melainkan fase hidup yang penuh risiko finansial jika tidak direncanakan. Risiko terbesarnya adalah ketidakmampuan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, yang berarti banyak pensiunan berjuang hanya untuk bertahan hidup. Ada pula risiko tinggi menjadi beban bagi anak atau keluarga, yang seringkali memicu fenomena "generasi sandwich", di samping kerentanan kesehatan akibat biaya medis di masa tua cenderung meningkat, dan tanpa dana pensiun, akses terhadap layanan kesehatan menjadi terbatas atau hilang sama sekali.
Maka sebagai solusi, ada beberapa implikasi krusial yang harus diperhatikan oleh para pekerja saat ini:
1. Urgensi perencanaan dana pensiun sejak dini. Untuk menghindari kesulitan keuangan di hari tua, pekerja tidak bisa hanya mengandalkan gaji bulanan tanpa menyisihkan sebagian untuk masa tua melalui dana pensiun.
2. Memutus rantai ketergantungan finansial. Setiap pekerja perlu menyiapkan dana pensiun agar di hari tua tidak membebani kondisi ekonomi anak-anak atau keluarnya, sehingga dapat memutus siklus beban finansial antar generasi.
3. Proteksi kesehatan adalah mutlak. Akibat biaya yang terus meningkat, pekerja harus mulai memikirkan instrumen yang menggabungkan dana pensiun dengan perlindungan kesehatan jangka panjang.
4. Penyesuaian ekspektasi gaya hidup. Standar hidup saat bekerja kemungkinan besar akan turun drastis jika tidak didukung oleh akumulasi dana pensiun atau investasi yang memadai untuk masa pensiun.
5. Risiko bekerja seumur hidup. Pekerja mungkin terpaksa terus bekerja di usia tua bukan karena keinginan, melainkan karena keharusan ekonomi untuk menutupi kebutuhan yang tidak tercukupi.
Jadi jelas, tanpa dana pensiun, masa tua berisiko berubah dari masa istirahat menjadi masa perjuangan finansial yang berat. Faktanya hari ini, 87% pensiunan tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup dan jadi beban keluarga. Jangan sampai potret pahit masa melanda kita. Yuk siapkan pensiun sejak dini melalui DPLK. #EdukasiDPLK #DanaPensiun #DPLKSAM
