Santri TQT Madinatul Quran Dilatih Menulis Portofolio

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagai upaya meningkatkan keterampilan menulis berdasar prestasi dan keahlian, SMA TQT Madinatul Quran menggelar "Pelatihan Menulis Portofolio” yang diikuti 47 santri kelas XI (23/10/2026). Selain dilatih menulis berdasar bukti nyata atau hasil karya, pelatihan ditargetkan setiap siswa menulis portofolio diri masing-masing agar dapat diterbitkan menjadi buku antologi siswa. Dibuka oleh KH. Ayat Bahrul. M.Pd.I (Direktur Yayasan Madinatul Qur'an Depok) didampingi Suriyanto, S.Si, M.M (Kepala SMA TQT Madinatul Quran) dan Muhamad Azis S.Pd. (Guru Bahasa Indonesia), pelatihan menulis portofolio ini dibimbing langsung oleh Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd, dosen FBS Unindra dan penulis populer serta pegiat literasi TBM Lentera Pustaka. Pelatihan ini sudah memasuki tahun ke-6 yang digelar secara rutin di SMA TQT Madinatul Quran.
“Kami sangat senang bisa menggelar pelatihan menulis untuk para santri kelas XI. Selain membaca Al Quran dan menjadi hafizh, SMA TQT Madinatul Quran juga membekali siswa dengan akhlak dan keterampilan, termasuk menulis. Agar bisa m=bisa menulis dari apa yang dilihat, didengar dan dialami sendiri. Saya berharap nantinya ada santri yang mahir menulis dari pelatihan ini” ujar KH Ayat Bahrul. M.Pd.I, Direktur Yayasan Madinatul Qur'an Depok saat membuka acara hari ini.
Bertajuk “Apa dan Bagaimana Tulisan Portofolio”, pelatihan menulis santri kelas XI SMA TQT Madinatul Quran menegaskan pentingnya membuat portofolio diri siswa berdasar bukti nyata, bukan cerita. Intinya, siswa diajak untuk menemukan prestasi dan keahlian seperti menjadi hafizh 30 juz sebagai portofolio diri. Dengan dibuktikan sebagai seoarang hafizh, maka siswa tidak perlu bercerita. Cukup tunjukkan bukti dalam hafalan Al Quran.
Dalam paparannya, Syarifudin Yunus, menekankan menulis portofolio adalah proses menyusun, mendokumentasikan, dan menyajikan kumpulan karya, prestasi, serta pengalaman terbaik secara sistematis untuk membuktikan keterampilan dan kompetensi yang dimiliki seseorang. Sebab tulisan portofolio berfungsi sebagai dokumentasi terhadap kemampuan dan prestasi yang dimiliki, sumber informasi atas prestasi yang pernah dicapai seseorang sekaligus menjadi bukti “ini karya saya” (bukan siapa saya?)
Karena itu, dalam sesi pelatihan ini, setiap siswa diajak untuk menuliskan hal-hal penting dalam portofolio seperti: membuat biografi singkat dalam 5 kalimat, menemukan keahlian, pendidikan, menuliskan prestasi yang pernah dicapai dengan contoh nyata dan membuat references atau testimoni atas portofolio yang dimiliki. Sebagai tugas pelatihan, setiap siswa diminta untuk membuat portofolio diri secara lengkap yang berisi nama + foto, profil singkat, keahlian, pendidikan dan prestasi secara lengkap yang dibuat dengan desain yang menarik.
“Alhamdulillah, saya senang bisa hadir kembali dan berbagi cara menulis ke para santri penghafal Al Quran di SMA TQT Madinatul Quran ini. Sungguh luar biasa, para santrinya sangat aktif dan punya tekad kuat untuk bisa menulis. Semoga dari pelatihan ini bisa lahir satu buku kumpulan portofolio santri yang menginspirasibanyak orang tentang hebatnya anak-anak penghafal Al Quran” ujar Syarifudin Yunus saat pelatihan.
Sebagai sekolah tahfizh terbaik di Depok, SMA TQT Madinatul Quran memiliki komitmen yang besar untuk terus meningkatkan kompetensi siswa, di samping menjadi tahfizh andal. Pelatihan menulis ini mengajak para santri untuk praktik menulis secara langsung. Dari kata sederhana yang kemudian dikembangkan menjadi kalimat hingga menjadi tulisan portofolio. Di akhir sesi, para santri sangat antusias dengan bertanya tentang cara dan tips menulis yang bauk dan menarik.
Untuk diketahui, lulusan SMA Tahfizh Al-Qur'an Terpadu (TQT) Madinatul Qur'an Depok tergolong mengagumkan. Diantaranya, 5 siswa berhasil kuliah di kampus Al Azhar Mesir, 5 siswa di Kampus Kuips Malaysia, di Madinah, dan banyak siswa mampu bersaing dan kuliah di kampus negeri ternama di Indonesia. Melalui pola pembelajaran yang terstruktur, para santri di SMA TQT Madinatul Quran mampu bersaing dan memiliki keterampilan yang memadai, termasuk menulis. Saat ini, SMA TQT Madinatul Quran dikenal sebagai pesantren tahfizh terbaik di Depok. Menulis butuh bukti, bukan perkataan. Salam literasi #SMATQTMadinatulQuran #PelatihanMenulisSiswa #GerakanLiterasiSekolah
