Konten dari Pengguna

Sejak Usia Berapa Saya Optimalkan Dana Pensiun, Biar Bebas Finansial di Hari Tua

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita mungkin sepakat. Menua dengan tenang dan bermartabat sama sekali tidak mudah. Karenanya menyiapkan pensiun memang harus dilakukan langkah demi langkah sejak masa muda. Sebab mencapai kemandirian finansial di hari tua merupakan proses panjang yang memerlukan perencanaan matang dan terstruktur sesuai kelompok usia.

Berdasarkan analisis Syarifudin Yunus dari Dewan Pengawas DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM), strategi penyiapan dana pensiun tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dibangun secara bertahap sejak masa muda. Pendekatan berbasis tahapan usia ini memastikan setiap individu memiliki arah finansial yang jelas pada setiap fase kehidupannya demi mengamankan masa depan. Untuk hari tua yang lebih tenang dan berkualitas.

Pensiun bukan soal apa pekerjaannya? Bukan pula berapa gajinya? Tapi lebih ditekankan sejak kapan memulainya, pada usia berapa? Sebagai contoh, pada tahap awal di usia 16–19 tahun, lebih baik fokus utama ditekankan pada pemahaman dasar-dasar keuangan, pengenalan cara bijak mengelola uang, penentuan tujuan finansial, mulai membuka rekening tabungan, dan latihan menghasilkan pendapatan sendiri.

Berlanjut ke usia 20–29 tahun, saat mulai bekerja, strategi keuangan bergeser ke pembentukan fondasi yang kokoh melalui penyusunan anggaran keuangan, pembentukan dana darurat, membuat findasi keuangan yang sehat, mulai punya dana pensiun, bahkan mulai berani investasi sejak dini sembari menghindari utang atau pinjol. Fase usia ini sangat penting untuk pembentukan fundamental keuangan. Jadi orang yang suka itang atau tidak, jadi orang yang konsumtif atau tidak?

Nah, memasuki usia 30–39 tahun, arah perencanaan berfokus pada akumulasi aset dan perlindungan keluarga, termasuk pertimbangan membeli rumah, diversifikasi investasi, pemaksimalan tabungan pensiun, serta perlindungan keluarga dan evaluasi kebutuhan keuagan yang lebih besar. Di samping antisipasi, biaya pendidikan anak atau kebutuhan tumahtangga mulai melonjak pesat di fase ini.

Edukasi dana pensiun ke kalangan Gen Z

Selanjutnya pada usia 40–49 tahun, langkah finansial berfokus pada pemaksimalan iuran pensiun, pelunasan utang secara agresif (bila ada), optimalkan biaya pendidikan anak, evaluasi portofolio investasi, dan pelaksanaan check-up kesehatan keuangan. Sehat atau tidak secara keuangan, mengukir keseimbangan pendapatan dan pengeluaran? Di fase ini, kemapanan finansial harus sudah terbentuk sebab masa bekerja dalam hitungan 10-15 tahun akan pensiun. Karena itu, dana pensiun sangat penting sebagai pengganti gaji saat berhenti bekerja.

Penerapan strategi keuangan berdasraknusia ini memberikan kepastian bahwa setiap keputusan finansial yang diambil hari ini berdampak langsung pada kesejahteraan di masa depan. Dengan kedisiplinan menjaga portofolio dan melakukan evaluasi berkala, impian untuk menikmati masa pensiun yang mandiri, sejahtera, dan bebas dari beban finansial dapat diwujudkan secara nyata. Agar tidak bergantung pada anak atau kelurag di hari tua.

Maka siapkan tabungan dan dana pensiun sesuai usia. Sebab hari ini faktanya, 9 dari 10 pekerja sama sekali tidak siap berhenti bekerja atau di-PHK. Bahkan 8 dari 10 pensiunan bergantung secara fnansial pada anggota keluarga yang bekerja, jadi beban ekonomi keluarga. Kondisi itu terjadi akibat tidak mau menyiapkan tabungan atau dana pensiun sejak awal bekerja. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM

Siapkan pensiun sesuai kelompok usia