Konten dari Pengguna

Survei Dana Pensiun: 3 Hal yang bikin Takut Pekerja Jelang Pensiun

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Survei dana pensiun terbaru menyebutkan tiga faktor utama yang paling ditakuti oleh pekerja saat menghadapi masa pensiun yaitu: 1) kehilangan penghasilan (53%), 2) kehilangan wewenang (27%), dan 3) kehilangan kesibukan (20%). Mayoritas responden calon pensiunan merasa sangat cemas akan kehilangan sumber pendapatan tetap seperti saat masih bekerja, lalu diikuti rasa khawatir akan hilangnya otoritas atau wewenang dan resah karena akan kehilangan rutinitas harian yang biasa dijalani saat masih aktif bekerja. Survei calon pensiunan ini dilakukan oleh Syarifudin Yunus (Edukator DPLK Sinarmas AM) pada Juli 2026 yang melibatkan 30 pekerja calon pensiunan di Jabodetabek.

Dapat dikatakan, ternyata 53% pekerja -paling takut kehilangan gaji. Takut tidak mampu secara finansial di hari tua. Mayoritas pekerja lebih cemas kehilangan penghasilan dibandingkan kehilangan wewenang atau kesibukan di masa tua. Karenanya, aspek ekonomi menjadi beban pikiran paling dominan bagi calon pensiunan dibandingkan aspek sosial lainnya.

Terdapat beberapa implikasi penting bagi pekerja saat ini dalam mempersiapkan masa depan diantranya:

1. Urgensi perencanaan keuangan sejak dini. Pekerja saat ini tidak bisa hanya mengandalkan gaji bulanan tanpa memiliki skema tabungan pensiun yang jelas. Hal ini memperkuat pentingnya mengikuti program seperti DPLK untuk memastikan adanya akumulasi dana yang cukup guna menggantikan “gaji” yang hilang setelah berhenti bekerja.

2. Pentingnya kesiapan mental dan identitas diri. Sebelum pensiun, pekerja perlu belajar untuk memisahkan identitas pribadi dari jabatan atau otoritas di kantor. Membangun kepercayaan diri dan peran sosial di luar lingkungan kerja sangat penting agar tidak terjadi "shock" atau guncangan mental saat pensiun.

3. Penyusunan rencana aktivitas masa tua. Masa pensiun tidak boleh dianggap sebagai waktu untuk "tidak melakukan apa-apa", karenanya pekerja saat ini sebaiknya mulai mengembangkan hobi, minat, atau keterlibatan dalam komunitas jauh sebelum pensiun agar memiliki rutinitas yang tetap produktif dan bermakna di masa tua.

Artinya, persiapan pensiun mencakup proses holistik yang membutuhkan dukungan finansial, psikologis, dan sosial untuk memastikan masa pensiun tetap berdaya dan tidak bergantung kepada anak atau keluarga. Patut diketahui, data BPS (2025), 8 dari 10 pensiunan saat ini sangat bergantung secara ekonomi dari anggota keluarganya yang berkerja di rumah.

Tiga hal yang menakutkan pekerja jelang pensiun

Maka sebagai solusi bagi pekerja yang sebentar lagi akan pensiun. Pastikna memiliku kesiapan finansial untuk menjaga standar hidup di hari tua, yang dapat diantisipasi melalui program DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) sebagai salah satu cara untuk mengatasi kehilangan penghasilan di hari tua. Dan tidak kalah penting adalah menerapkan gaya hidup hemat dengan menyesuaikan pengeluaran untuk Bersiap pensiun.

Mulailah siapkan dana pensiun sejak dini. Sisihkan sebagian gaji untuk masa pensiun melalui DPLK. Karena di DPLK, setiap pekerja akan mendapatkan kepastian dana untuk hari tua, mendapat hasil investasi yang optimal, dan mampu menjaga kesinambungan penghasilan sata tidak bekerja lagi. Dan untuk memulainya dapat mendaftar DPLK melalui aplikasi digital DPLK "SimPensiun" yang bisa di-download di Appstore atau Playstore. Pensiun sehat dan sejahtera, kalau bukan kita mau siapa lagi? #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM

Platoform digital DPLK, mudahkan pekerja