Tetapkan Batas Diri

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tidak semua hal harus kita tahu. Tidak semua ruang harus kita masuki. Dan tentunya, tidak semua pembicaraan harus kamu tanggapi. Tidak semua omongan orang harus digubris, justru sebaiknya diabaikan. Bukan hanay omongannya tapi orangnya sekaligus.
Sebab, ada tenang yang lahir dari batas. Ada selamat yang datang dari menahan diri. Maka tetapkan batas kita. Tahu batasan kita, apa dan sampai di mana? Tahu batas, bukan untuk menjauh dari orang lain. Tapi untuk menjaga hati kita tetap utuh.
Tidak diajak, jangan ikut Tidak diprioritaskan, jangan memprioritaskan Tidak didengarkan, jangan lanjut bicara. Tidak dikasih tahu, jangan kepo. Tidak dilibatkan, jangan ikut campur. Tidak diminta, jangan umbar saran. Itu semua perilaku tahu batas, bahkan bisa jadi tahu diri.
Seperti anak-anak pembaca aktif di TBM Lentera Pustaka. Secara rutin membaca buku di taman bacaan, bukan hanya untuk menambah wawasan-pengetahuan. Tapi untuk tahu batas diri dan mengisinya dengan kegiatan membaca. Sebab di taman bacaan selalu melatih fokus untuk memperbaiki diri melalui pesan-pesan bacaan. Membaca jadi asyik dan menyenangkan.
Tahu batas, pasti membuat membuat kita jauh lebih tenang dan tidak melukai orang lain. Itulah self respect, bukan untuk menghindar atau sombong. Tapi untuk tahu batas diri dan nilai diri kita sendiri. Kita berhak berada ada di tempat yang benar!
