Feraco Hadirkan KTNA Agro Expo 2026

Narablog, mari berteman di twitter dan instagram syarifani89
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari FITRIA SYARIFANI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun ini, PT Fery Agung Corindotama (Feraco) menghadirkan KTNA Agro Expo 2026 sebagai platform interaksi dan kolaborasi agribisnis yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, serta pelaku industri pendukung. Diselenggarakan bersamaan dengan Rembug Paripurna KTNA Nasional pada 18–21 September 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, kegiatan ini bertujuan sebagai ruang pertukaran pengetahuan, pengenalan inovasi, dan pengembangan jejaring agribisnis.
Sebagai penyelenggara, Feraco mengintegrasikan pengelolaan area pameran, ruang presentasi, komunikasi visual, dan elemen branding untuk mendukung visibilitas peserta serta mitra. KTNA Agro Expo 2026 menghadirkan 40 booth, terdiri atas 30 booth perusahaan dan 10 booth UMKM, dengan target sekitar 5.000 pengunjung di luar delegasi KTNA.
Pengalaman Event yang Mempertemukan Ekosistem Agribisnis
Direktur Feraco, Ruslim, mengatakan penyelenggaraan KTNA Agro Expo 2026 diarahkan untuk menghadirkan pengalaman event yang memberi ruang bagi berbagai pihak dalam ekosistem agribisnis untuk saling bertemu dan berbagi.
Tujuan penyelenggaraan event KTNA Nasional bukan hanya tentang bagaimana acara berjalan dengan baik secara teknis, tetapi juga bagaimana pesan dan identitas acara dapat tersampaikan kepada pengunjung. Feraco berupaya membangun pengalaman yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, pelaku usaha, teknologi, dan lembaga keuangan, sekaligus memberi ruang bagi produk dan inovasi agribisnis Indonesia untuk tampil.
Harapannya KTNA Agro Expo dapat menjadi ruang yang mendorong interaksi antarpeserta dan membuka peluang kolaborasi yang dapat berlanjut setelah kegiatan berakhir.
Sekjen Kementan Tekankan Kerja Sama Memperkuat Pertanian
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Suwandi, M.Sc., menyampaikan salam dan apresiasi Menteri Pertanian atas penyelenggaraan Rembug Paripurna KTNA Nasional dan KTNA Agro Expo 2026.
Suwandi menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani untuk memperkuat pembangunan pertanian. Upaya peningkatan produksi perlu didukung oleh penguatan kapasitas pelaku pertanian, pemanfaatan teknologi, serta kebijakan yang menjawab kebutuhan di lapangan.
Pentingnya akses terhadap pasar dan pembiayaan, termasuk dukungan bagi petani agar hasil produksi dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik.
Peran KTNA sebagai wadah komunikasi dan penyampaian aspirasi petani menjadi bagian penting dalam mempertemukan pengalaman di lapangan dengan program dan kebijakan pembangunan pertanian.
Wali Kota Batu: Swasembada Pangan Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Petani
Wali Kota Batu Nurochman menyebut Rembug Paripurna KTNA sebagai momentum untuk mempertemukan pengalaman dan pemikiran petani dari berbagai daerah dalam menentukan arah pertanian Indonesia. Menurutnya, forum tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar agenda organisasi.
Ketika berbicara tentang swasembada pangan, hal penting yang harus dipikirkan ialah apakah petani sudah sejahtera, apakah lahannya tetap terjaga, apakah generasi muda mau meneruskan pertanian, dan apakah hasil pertanian memiliki pasar yang memberikan nilai layak bagi mereka.
Keberhasilan sektor pertanian tidak dapat diukur hanya dari hasil produksi. Petani juga menghadapi berbagai risiko, mulai dari perubahan cuaca, ancaman gagal panen, biaya produksi, perubahan harga, hingga ketidakpastian pasar.
Nurochman mengungkapkan bahwa Kota Batu juga menghadapi tantangan pertanian, termasuk perubahan iklim, tanaman yang menua, tekanan terhadap lahan, kualitas tanah, serta regenerasi petani. Pemerintah Kota Batu mendorong pendekatan pertanian yang lebih adaptif melalui program Smart and Integrated Farming.
Teknologi harus dimanfaatkan bukan untuk menjauhkan petani dari pertanian, tetapi justru membantu mereka bekerja lebih efektif, meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas, dan mengambil keputusan dengan lebih baik. Serta pentingnya regenerasi agar keberlanjutan pertanian tidak hanya bergantung pada petani yang saat ini telah lansia.
KTNA Bahas Kepemimpinan dan Program Kerja 2026–2031
Ketua Umum KTNA Nasional periode berjalan, Muhammad Yadi Sofyan Noor, mengatakan penguatan peran petani dan nelayan perlu berjalan seiring dengan penguatan organisasi sebagai wadah komunikasi, pembelajaran, dan kolaborasi antarpelaku agribisnis.
Agenda utama Rembug Paripurna berlangsung pada Minggu, 20 September 2026. Peserta membahas pengesahan agenda dan kuorum, tata tertib, serta musyawarah tiga komisi, yakni Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi.
Dilanjutkan dengan pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus, proses demisioner, serta seleksi bakal calon Ketua Umum KTNA Nasional, pemilihan dan penetapan Ketua Umum KTNA Nasional periode 2026–2031, pembentukan tim formatur, dan penyusunan kepengurusan baru.
KTNA Agro Expo Hadirkan Perusahaan dan UMKM
KTNA Agro Expo 2026 menghadirkan peserta dari berbagai bidang agribisnis. Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi antara lain PT Triangle Motorindo, PT Raja Ampat Indotim, PT Saprotan Utama Nusantara, PT Syngenta Indonesia, PT Delta Giri Wacana, PT Karya Delitama Prima Persada, PT Yanmar Diesel Indonesia, CV Phonna Raya Machinery, dan CropLife Indonesia.
Turut berpartisipasi Perum Bulog dan Pupuk Indonesia. Pameran juga menghadirkan UMKM dan mitra KTNA, sehingga produk serta potensi usaha dari berbagai daerah dapat diperkenalkan kepada pengunjung.
Materi pameran mencakup produk olahan pertanian, perikanan dan kehutanan, sarana produksi seperti benih, pupuk dan pakan, alat dan mesin pertanian, hasil riset, teknologi tepat guna, hingga jasa keuangan bagi pelaku agribisnis, talk show, demonstrasi dan presentasi produk maupun teknologi, perlombaan, pagelaran seni budaya, serta Festival Pangan Lokal.
Dari Kota Batu untuk Kolaborasi Agribisnis Berkelanjutan
Ketua Panitia Pelaksana KTNA, Otong Wiranata, mengatakan keberhasilan Rembug Paripurna dan Agro Expo membutuhkan keterlibatan anggota KTNA dari tingkat pusat hingga daerah.
Dengan cara mengajak seluruh anggota KTNA untuk bersama-sama menyukseskan Rembug Paripurna dan KTNA Agro Expo 2026. Harapannya peserta aktif dalam musyawarah dan memanfaatkan kegiatan ini untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman. Dari Kota Batu, akan lahir semangat baru untuk memperkuat KTNA dan sektor agribisnis Indonesia.
Rangkaian kegiatan berlanjut hingga Senin, 21 September 2026. Agenda hari terakhir meliputi pengumuman hasil penilaian Tim Agro Expo, sambutan Ketua Umum KTNA Nasional, serta sambutan Wali Kota Batu Nurochman selaku tuan rumah sekaligus penutupan Rembug Paripurna dan KTNA Agro Expo 2026.
