Inovasi Produk di Muslim LifeFest 2026

Narablog, mari berteman di twitter dan instagram syarifani89
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari FITRIA SYARIFANI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pameran tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, tetapi juga dimanfaatkan brand untuk memperkenalkan produk, memperkuat positioning, membaca respons konsumen, dan membuka peluang pasar baru.
Hal ini terlihat dalam Program Launching Produk The 6th Edition Muslim LifeFest 2026 yang menghadirkan enam brand lokal, yakni Sagenza, KALAZA, Afework, Haynè, Muslimadani, dan Fadkhera.
Direktur Utama PT LIMA Event Indonesia, Taufik Surya Hidayat, mengatakan pameran menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha, konsumen, dan mitra bisnis secara langsung, termasuk melalui peluang business matching.
“Pameran tidak lagi sekadar ruang transaksi. Kami membuka peluang business matching antarpelaku usaha, baik domestik maupun internasional. Ini menjadi nilai tambah bagi brand untuk memperluas jaringan dan menguji produk di pasar nyata,” ujarnya.
Enam Brand, Enam Strategi
Sagenza: Abaya Modern dengan Perhatian pada Detail
Sagenza melakukan debut di Muslim LifeFest dengan memperkenalkan koleksi abaya feminin, modern, dan timeless. Brand ini menghadirkan koleksi Zaina, Renabe, Lulu Abaya, dan Jawhara dengan perhatian pada pemilihan material, detail, proses produksi, hingga finishing.
Salah satu koleksinya, Zaina yang banyak mendapatkan perhatian customer, menggunakan material 100 persen Suqro dengan detail bordir manual pada bagian tangan yang hasilnya terlihat lebih flawless dan memiliki karakter tersendiri.
“Kami tidak sekadar membuat produk yang cantik. Setiap detail benar-benar kami pikirkan, mulai dari pemilihan bahan, detail, proses produksi, hingga finishing,” ujar Dhea Annisa, Brand Owner Sagenza.
Sagenza juga menerapkan limited production untuk menjaga kualitas setiap produknya.
KALAZA: Busana Syari untuk Perempuan Modern
KALAZA untuk pertama kalinya tampil di Muslim LifeFest dengan memperkenalkan lima koleksi abaya, yaitu Arabelle, Naisha, Fiora, Ameena, dan Safiya.
Brand ini mengusung busana syari dengan potongan longgar yang tetap elegan, modern, dan nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas perempuan masa kini.
“Kami ingin menghadirkan busana syari yang tetap mengikuti prinsip syariat Islam, namun tetap modern, nyaman, dan mudah dipakai di berbagai kesempatan. Muslim LifeFest menjadi ruang bagi kami untuk memperkenalkan perspektif tersebut,” ujar Elma, Designer KALAZA.
Afework: Jubah Modern untuk Generasi Muda
Afework menyasar generasi muda melalui Qaseer Thobe, termasuk koleksi terbaru dengan model lengan pendek. Brand ini ingin menghadirkan jubah dengan desain modern yang tetap relevan dengan gaya hidup pria muda.
Afework mengambil inspirasi dari jubah Timur Tengah, namun menyesuaikan cutting dengan karakter tubuh masyarakat Indonesia. Material yang digunakan juga disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas dan iklim.
“Pastinya yang pertama adalah desain. Kami ingin memastikan desain dan look-nya tetap keren. Kami ingin bagaimana caranya supaya anak muda tetap percaya diri memakai jubah,” ujar Mujahid Bina Al Fikri, Owner Afework.
Afework berharap jubah dapat semakin diterima sebagai bagian dari busana sehari-hari, bukan hanya untuk kegiatan keagamaan.
Haynè: Menggabungkan Kenyamanan dan Elegansi
Haynè memperkenalkan modest wear yang menggabungkan kenyamanan dan elegansi. Ide pengembangan produknya berangkat dari pengalaman personal Founder Haynè, Hani Winarti, dalam mencari pakaian yang tidak hanya terlihat indah, tetapi juga nyaman digunakan.
Pengembangan produk dilakukan melalui riset material selama hampir satu tahun. Pengalaman menggunakan abaya saat perjalanan umrah juga menjadi salah satu inspirasi dalam menciptakan produk yang ringan, lembut, tidak mudah membuat gerah, dan nyaman untuk mobilitas.
“Saya sering menemukan pakaian yang cantik tetapi tidak nyaman, atau pakaian yang nyaman tetapi kurang merepresentasikan diri sendiri. Kemudian saya berpikir, kenapa sesuatu yang nyaman tidak bisa tetap terlihat elegan?” ujar Hani Winarti, Founder Haynè.
Haynè menghadirkan abaya dan outer yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, termasuk perjalanan umrah dan kegiatan sehari-hari.
Fadkhera: Rebranding untuk Menjawab Kebutuhan Konsumen
Fadkhera membawa strategi rebranding melalui Alzam Coolfeel Tech, T-shirt yang dikembangkan dengan teknologi Coolfeel untuk memberikan rasa sejuk serta fitur stretchy yang mendukung fleksibilitas bergerak.
Selain melakukan pengembangan produk, Fadkhera kini memiliki portofolio yang semakin beragam, mulai dari celana, jubah, kaos, peci, hingga sarung.
“Untuk latar belakang Fadkhera sendiri, kami ikut meramaikan acara Muslim Life Fair sejak pertama kali berdiri dan berusaha memajukan UMKM dari Jogja. Namun sekarang produk kami sudah semakin meluas,” ujar Reza, perwakilan Fadkhera.
Melalui keikutsertaan secara konsisten di berbagai event halal, Fadkhera terus memperluas pasar sekaligus memperkenalkan perkembangan produk secara langsung kepada konsumen.
Kehadiran Fadkhera secara konsisten di berbagai event halal menjadi bagian dari strategi memperluas pasar sekaligus memperkenalkan perkembangan produk kepada konsumen secara langsung.
Muslimadani: Inovasi Material dan Koleksi Baru
Muslimadani, brand fashion Muslim pria yang telah berdiri sejak 2007, memperkenalkan sejumlah produk baru di Muslim LifeFest sebelum dipasarkan secara lebih luas secara online.
Salah satunya adalah baju koko bordir dengan pengembangan material yang tetap berbasis katun, namun memiliki karakter lebih adem dan lebih mudah dirapikan. Muslimadani juga terus mengembangkan pilihan warna dan detail bordir sesuai tren fashion Muslim pria.
“Setiap mengeluarkan produk baru, ada inovasi yang dihadirkan. Kami terus melakukan inovasi, termasuk dari sisi material,” ujar Elyse Meirisya, Owner Muslimadani.
Selain baju koko, koleksi seperti jubah oversize dan sirwal juga menjadi bagian dari produk yang terus dikembangkan untuk menjawab perubahan preferensi konsumen.
