Konten dari Pengguna

Pembakaran Bendera Tauhid Menyakiti Hati Setiap Muslim

Pimpinan Pusat Syarikat Islam

Pimpinan Pusat Syarikat Islam

clock

Tulisan dari Pimpinan Pusat Syarikat Islam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi Hizbut Tahrir Indonesia. (Foto: Anggi Dwiky Dermawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Hizbut Tahrir Indonesia. (Foto: Anggi Dwiky Dermawan/kumparan)

Syarikat Islam (SI) sangat menyesalkan pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat Tauhid, yaitu kalimat yang disucikan yang menunjunkkan esensi paling pokok dari ajaran Islam.

Tindakan tersebut merupakan tindakan yang bukan saja tidak pantas dilakukan, tetapi juga tindakan yang sangat berlebihan dan menyakitkan hati siapa pun yang mengaku muslim. SI sangat menyesalkan perbuatan tersebut apalagi dilakukan oleh seorang muslim.

SI sangat setuju untuk membubarkan organisasi yang hendak mengganti Pancasila sebagai dasar negara, termasuk HTI. Tetapi bendera yang bertuliskan kalimat 'Lailaaha illallah Muhammadarrasulullah' tidak selalu harus dipandang sebagai bendera HTI sebagai partai.

Bahkan, sekalipun itu adalah bendera HTI, pembakaran tersebut adalah perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim, karena yang dibakar adalah kalimat 'Lailaaha illallah Muhammadarrasulullah'.

Pancasila merupakan kesepakatan para pendiri negara yang di dalamnya para tokoh Islam yang dihormati, di antaranya ada tiga tokoh Syarikat Islam dalam Panitia Sembilan, oleh karena itu SI menghormati kesepakatan ini sebagai jalan tengah kehidupan kebangsaan Indonesia.

Tetapi SI tidak dapat membenarkan dan sangat menyesalkan pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat 'Lailaaha illallah Muhammadarrasulullah', yang merupakan kalimat suci dalam keyakinan agama Islam. SI meminta kepada aparat keamanan menegakkan hukum untuk tidak terulangnya perbuatan seperti ini.