Konten dari Pengguna

Komunikasi Kantor: Santai Boleh, Sopan Wajib

Syaura Putri Mahendra

Syaura Putri Mahendra

Saya adalah mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang (UNPAM)

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syaura Putri Mahendra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Panduan Praktis Komunikasi Profesional untuk Generasi Digital

ilustrasi teman kerja sedang mengobrol sumber: freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi teman kerja sedang mengobrol sumber: freepik.com

Pernah nggak sih kalian awkward banget di hari pertama kerja? Bingung mau ngomong gimana sama bos, atau malah kirim emoji ke grup kantor terus semua orang diem? Hahaha, relatable banget kan!

Nah, ternyata komunikasi di kantor itu beda lho sama ngobrol sama temen. Ada aturan-aturan tertentu yang kalau kita tau, bisa bikin kita keliatan lebih profesional dan dihargai.

Kenapa Komunikasi Kantor Penting?

Simple aja sih, cara kita ngomong itu nunjukin siapa kita. Kalau komunikasinya bagus, orang bakal respect. Kalau berantakan, bisa-bisa karir kita juga ikutan berantakan. Ada riset yang bilang 70% masalah di kantor itu gara-gara salah paham pas ngobrol. Makanya penting banget belajar komunikasi yang baik.

Masalah Anak Zaman Now

Kita kan udah terbiasa chat pake emoji, singkatan kayak "wkwk", "otw", atau kirim meme buat ekspresiin perasaan. Tapi di kantor? Agak risky kalau kebablasan.

Yang sering jadi masalah:

  • Nggak tau kapan harus formal, kapan bisa santai

  • Kebiasaan pake emoji terus

  • Pengen balasan cepet dari semua orang

  • Lebih enak chat daripada ngomong langsung

Aturan Dasar yang Simple

1. Sopan itu Wajib

Pakai "Pak", "Bu", atau "Mas", "Mbak" sama yang lebih senior. Meskipun kantornya santai, tetep harus respect.

2. Jelas dan Singkat

Ngomong atau nulis yang to the point. Jangan pake bahasa yang ribet atau singkatan yang nggak semua orang ngerti.

3. Jaga Rahasia

Jangan ngomongin gaji, gosip kantor, atau rahasia perusahaan di medsos atau grup pribadi.

4. Dengerin Orang Lain

Waktu ada yang ngomong, dengerin beneran. Jangan sambil main HP atau mikirin hal lain.

Platform Komunikasi dan Tipsnya

Email

Masih jadi andalan di banyak kantor:

  • Subject jangan asal, harus informatif

  • Salam pembuka yang sopan

  • Isi pesan yang rapi

  • Jangan lupa signature

  • Cek typo sebelum send

Chat Apps (WhatsApp, Slack, Teams)

Lebih santai tapi tetep ada batasnya:

  • Jangan ganggu di luar jam kerja

  • Emoji boleh, tapi jangan berlebihan

  • Kalau topiknya serius, mending telepon atau ketemu langsung

Video Call

Udah jadi kebiasaan sekarang:

  • Pastiin koneksi stabil

  • Pakaian yang decent

  • Mute kalau lagi nggak ngomong

  • Lihat kamera waktu ngomong

Situasi yang Tricky

Ngobrol sama Berbagai Umur

Di kantor ada yang muda, ada yang tua. Yang tua mungkin lebih suka formal, yang muda lebih santai. Kita harus bisa adaptasi sama masing-masing.

Dikasih Kritik

Kalau dikritik, jangan langsung defensive. Dengerin dulu, ambil yang positifnya. Kalau mau ngritik orang, kasih yang konstruktif, jangan yang nyakitin.

Ada Masalah sama Temen Kerja

Kalau ada konflik, omongin langsung sama orangnya. Jangan dibawa ke orang lain atau dijadiin drama.

Tips Praktis

  1. Cek komunikasi kalian: Liat lagi email atau chat yang udah kalian kirim. Udah pantas belum?

  2. Latihan dengerin: Pas ngobrol, fokus sama lawan bicara. Jangan sambil ngapa-ngapain.

  3. Bikin signature email: Biar keliatan profesional.

  4. Perhatiin budaya kantor: Tiap tempat kerja beda-beda. Ikutin aja yang udah ada.

  5. Minta feedback: Tanya senior atau mentor gimana komunikasi kalian.

Intinya

Komunikasi di kantor itu nggak susah-susah banget kok. Yang penting sopan, jelas, dan respectful sama semua orang. Nggak perlu sampe ubah kepribadian total, cuma perlu tau aja kapan waktunya formal dan kapan bisa santai. Ingat, cara kita komunikasi itu investasi buat karir kita. Kalau komunikasinya bagus, peluang sukses juga makin besar. Yang paling penting, treat orang lain dengan baik, pasti balik lagi ke kita.

Opini ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika dan Filsafat Komunikasi.

Dosen Pengampu: Surti Wardani