Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN Undip Buat Light Trap Untuk Dukung Pengendalian Hama di Desa Turus

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syeckhan Nur Abdillah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Syeckhan Nur Abdillah, menyerahkan Light Trap kepada perwakilan kelompok tani Desa Turus sebagai sarana pengendalian hama wereng. Dok: KKN Undip Desa Turus
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Syeckhan Nur Abdillah, menyerahkan Light Trap kepada perwakilan kelompok tani Desa Turus sebagai sarana pengendalian hama wereng. Dok: KKN Undip Desa Turus

KLATEN – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Tahun 2026 Universitas Diponegoro melaksanakan program multidisiplin bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani dalam Mewujudkan Mutu Hasil Panen melalui Pengendalian Hama” sebagai upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) No. 2 (Tanpa Kelaparan). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten pada 9-11 Agustus 2026.

Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan hama yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi di Desa Turus. Melalui penerapan teknologi sederhana berbasis kelistrikan, kegiatan ini bertujuan menyediakan sarana pendukung yang dapat dimanfaatkan kelompok tani dalam kegiatan pengendalian hama di area persawahan.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Listrik Industri, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Syeckhan Nur Abdillah, melaksanakan program “Pembuatan dan Pemasangan Light Trap sebagai Sarana Pengendalian Hama”. Kegiatan ini dilakukan melalui perakitan dan pemasangan light trap dengan memanfaatkan komponen kelistrikan sederhana sebagai alat penarik serangga di area persawahan Desa Turus.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan perencanaan serta pengadaan alat dan bahan yang dibutuhkan. Tahap selanjutnya dilakukan perakitan komponen kelistrikan dan penyangga Light Trap, kemudian dilanjutkan dengan pengujian melalui proses trial and error. Pengujian dilakukan untuk memastikan setiap komponen dapat bekerja dengan baik sebelum alat diterapkan secara langsung di area persawahan.

Pemasangan Light Trap di area persawahan Desa Turus sebagai sarana pengendalian hama wereng. Dok: KKN Undip Desa Turus

Dari rangkaian proses tersebut, berhasil dibuat tiga unit Light Trap yang kemudian diuji selama dua hari untuk memastikan alat dapat berfungsi dengan baik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga unit dapat bekerja dengan baik dan mampu menarik serangga. Setelah melalui tahap pengujian, satu unit Light Trap dipasang di salah satu titik area persawahan Dukuh Mrisen pada 9 Agustus 2026 sebagai uji coba penggunaan alat di lapangan. Pemasangan dilakukan setelah memperoleh izin dari ketua kelompok tani dan pemilik lahan, sementara dua unit Light Trap lainnya disiapkan untuk dapat dimanfaatkan pada area persawahan di dukuh lainnya. Selanjutnya, pada 11 Agustus 2026, Light Trap diserahkan kepada ketua kelompok tani untuk dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pengendalian hama di area persawahan. Penyerahan tersebut dilakukan agar sarana yang telah dibuat dapat digunakan secara langsung oleh masyarakat sebagai bagian dari program pemberdayaan kelompok tani di Desa Turus.

Hasil Pengujian Light Trap sebagai sarana pengendalian hama wereng di area persawahan Desa Turus. Dok: KKN Undip Desa Turus

Ketua kelompok tani, Langgeng Wibowo, menyampaikan apresiasi terhadap pemasangan Light Trap sebagai salah satu upaya pengendalian hama pada tanaman padi. "Kami menilai pemasangan Light Trap ini sangat bagus dan efektif, terutama sebagai alternatif pengendalian hama sehingga tidak selalu bergantung pada penggunaan bahan kimia. Kami berharap alat ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok tani lainnya sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan hama pada tanaman padi," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro turut memberikan kontribusi dalam penerapan teknologi sederhana berbasis kelistrikan di sektor pertanian. Pemanfaatan Light Trap diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pendukung bagi kelompok tani dalam pengendalian hama sekaligus mendukung upaya peningkatan mutu hasil panen di Desa Turus.