Konten dari Pengguna

Bung Hatta, "Bapak koperasi" Kebanggaan Ranah Minang

Syifa Aulia
Mahasiswi ilmu komunikasi UNAND
11 Juli 2025 22:29 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Bung Hatta, "Bapak koperasi" Kebanggaan Ranah Minang
saya membahas mengenai dedikasi hatta dalam kemerdekaan indonesia serta koperasi dan latar belakang serta korelasinya dengan ranah minangkabau. menyambut hari koperasi nasional pada 12 juli 2025
Syifa Aulia
Tulisan dari Syifa Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Ilustrasi wakil presiden pertama Indonesia, Moh. Hatta. sumber: freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wakil presiden pertama Indonesia, Moh. Hatta. sumber: freepik
Selama mempelajari sejarah negara Indonesia, kita tentunya tidak asing dengan beliau, Mohammad Hatta. Pria yang berasal dari bumi minang tepatnya kota Bukittinggi adalah salah seorang founding father Indonesia. idealisme, nasionalisme, serta semangatnya menjadikan beliau begitu berdedikasi dan dihormati oleh rakyat Indonesia. Tidak hanya dalam perjuangan diplomasi dan konsepsi demi kemerdekaan Indonesia, lebih jauh lagi Hatta juga berperan dalam meningkatkan taraf pikir dan hidup masyarakat salah satunya dalam terwujudnya koperasi Indonesia.
ADVERTISEMENT
Melalui latar belakang keilmuannya yakni ilmu perdagangan dan bisnis yang ditempuhnya dari Nederland Handelshogeschool atau Rotterdam School of Commerce, Belanda, Hatta mengembangkan dan menyampaikan gagasannya mengenai perekonomian masyarakat yang dapat diunjang melalui koperasi. Meskipun koperasi sebenarnya telah dikembangkan oleh kolonial Belanda, tetapi pada konsepnya Belanda tidak benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat Indonesia.
Hatta-lah yang menginiasi motto dari koperasi, yakni kekeluargaan. Di tengah sistem ekonomi mainstream yang hanya fokus pada profit yang tinggi bagi pemilik modal, koperasi justru berpihak pad akeuntungan kolektif. Saat masih awal diterapkannya, koperasi mendapat penerimaan yang baik dari masyarakat Indonesia. Karena bank justru menekan dan tidak memberikan keluwesan bagi nasbahnya dibandingkan dengan koperasi.
Sayangnya, koperasi saat ini dianggap tidak berkembang dan sedikit sekali memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia. Karena hanya dianggap sebagai wadah simpan pinjam yang mana bisa dilakukan di bank konvensional. Padahal, koperasi di luar negeri sudah dikembangkan lebih jauh dan membantu mengelola usaha-usaha. Koperasi di Indonesia juga tidak diperbarui dan dikembangkan dalam perekonomian digital. Sehingga dari segi regulasi dan inovasi koperasi Indonesia cukup tertinggal dibandingkan negara lain yang sukses dalam penerapan sistem ekonomi berbasis kebersamaan ini.
ADVERTISEMENT
Bapak Mohammad Hatta pernah berujar, "Dasar kekeluargaan itulah dasar hubungan istimewa pada koperasi. Disini tidak ada majikan dan buruh, melainkan usaha bersama diantara mereka yang sama kepentingan dan tujuannya.". Jadi, jelaslah bahwa Hatta mengharapkan bahwa sistem dan produk ekonomi melalui koperasi ini dapat membantu rakyat Indonesia dalam mencapai tujuannya yang mana sangat sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yang sama rasa sama rata.
Tahukah kamu bahwa ternyata nama asli Bung Hatta ialah Mohammad Athar. Beliau menempuh pendidikan menengahnya di Sumatera Barat, yakni di Kota Bukittinggi dan juga Padang (di MULO : Meer Uitgebreid Lager Onderwijs). Atas dedikasinya pada bangsa Indonesia, tanah kelahirannya membangun taman monumen Hatta tepat di jantung kota Buktinggi, dekat dengan jam ikoniknya, jam gadang. Serta mendirikan patung wajahnya di SMPN 1 Padang yang dulunya adalah sekolah Hatta yakni MULO.
ADVERTISEMENT
Nama Hatta juga kerapkali bersanding dengan Ir. Soekarno, sebagai proklamator sekaligus presiden dan wakil presiden Indonesia. Salah satunya diabadikan dalam bandara internasional Soekarno Hatta di ibukota Indonesia, Jakarta. Tidak lupa pula ilustrasi wajahnya dan Soekarno yang diabadikan di nominal uang kertas dengan nilai pecahan tertinggi yakni 100 ribu rupiah.
Hatta juga memiliki rasa dan sikap nasionalisme yang tinggi. Selain karena semangatnya dalam memperjuangkan kemerdekaan, Hatta juga menaruh rasa cinta yang tinggi pada bangsa. Hatta tidak pernah ingin menginjakkan kaki ke Singapura, karena pernah ada marinir Indonesia yang dihukum gantung disana yang menurutnya itu adalah penghinaan terhadap bangsa. Hatta juga menunda untuk menikah hingga Indonesia meraih kemerdekaannya.
Indonesia dibangun oleh tokoh pendiri yang cerdas, religius, dan optimis. Kemerdekaan kita diperjuangkan oleh mereka dengan darah, tenaga, pemikiran, dan harta. Pada tanggal 12 Juli yang dijadikan hari Koperasi Nasional menjadi bahan refleksi agar salah satu bentuk visioner yang diharapkan dalam ekonomi yakni koperasi perlu dikembangkan dan beradaptasi dengan teknologi digital. Memperluas dampaknya agar mencapai kesejahteraan bersama.
ADVERTISEMENT