Solusi dalam Menghadapi Polemik Pembelajaran Seni Drama di Sekolah

Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Syifa Nurul Rifdah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasti setiap orang tidak lagi asing dengan kata drama. sering kali penutur berbicara dengan mitra tuturnya "banyak drama kamu ya", padahal drama yang dimaksud bukanlah drama kehidupan, namun drama dalam pementasan.
Mengapa demikian?
Karena menurut masyarakat awam drama hanya dimiliki oleh penghidupan nyata saja. pada karya fiksi drama hanya berbentuk hayalan dan imajinasi saja tanpa adanya penghidupan nyata di dalamnya.
Jika kita menilik pengertian drama, kata drama berasal dari bahasa Yunani yakni draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, dan berinteraksi. (Hasanuddin. 2015: 2) drama merupakan hasil seni dalam sebuah karya sastra yang ungkapannya dalam wujud teater yang menekankan pada unsur suara salah satunya yakni dengan bercakap-cakap atau berdialog. cerita-cerita dalam drama pun biasanya menggambarkan kehidupan manusia sehari-hari.
Bagaimana solusi ampuh menghadapi polemik pendidikan seni drama di sekolah?
Polemik di dalam KBBI memiliki arti perdebatan mengenai suatu masalah yang dikemukakan secara terbuka dalam media massa. Menilik polemik pendidikan seni drama di sekolah, banyak sekali pergolakan yang terjadi di setiap sekolah yang ada di Indonesia. Salah satu bentuk polemik yang terjadi kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran seni drama. Seperti yang kita telah ketahui bahwa seni drama adalah seni yang lebih menekankan ekspresi untuk memunculkan tokoh yang ada di dalam cerita.
Ada dua tanggapan mengenai pembelajaran seni drama di sekolah yakni tanggapan positif dan tanggapan negatif. Tanggapan negatif siswa pada pembelajaran ini yakni sebagian siswa masih ada yang merasakan kesulitan dalam hal berakting, tidak hanya itu saja penghafalan dialog dalam naskah sebagian siswa masih sulit terlebih lagi jika dialog yang digunakan begitu panjang butuh waktu untuk mengahafalnya. Tanggapan positif siswa pada pembelajaran seni drama di sekolah yakni pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang mengasikan karena mereka terjun langsung di dalamnya baik dalam persiapan menentukan naskah yang dipakai, mendekor panggung yang biasa disebut dengan tata panggung, memilih kostum yang sesuai dengan tokoh yang akan diperankan biasa disebut dengan tata kostum, dan hal lainnya yang berkaitan dengan drama.
Dalam hal ini, ada saja kendala atau polemik yang dirasakan oleh siswa ketika minat tersebut sudah mulai muncul yakni kurangnya penjelasan yang dilakukan oleh guru secara detail mengenai mekanisme pembuatan pertunjukan drama mulai dari pembuka sampai penutup. Peristiwa seperti itu membuat siswa menjadi bingung hal apa yang harus mereka kerjakan terlebih dahulu sebelum pementasan drama yang akan dilaksanakan. Maka dari itu, peran guru dalam pembelajaran seni drama sangat diperlukan tidak hanya memberikan teori-teori saja tetapi guru juga harus terjun langsung membimbing siswa-siswanya agar pementasan drama yang dilaksanakan berjalan dengan sempurna dan lancar.
Zaman sekarang tekhnologi di dunia sudah mulai berkembang, salah satu solusi untuk menghadapi polemik yang dirasakan siswa terhadap pembelajaran ini dengan guru memberikan tontonan drama melalui kanal youtube terkait dengan pertunjukan pementasan drama, karena untuk saat ini banyak sekali teater-teater yang mementaskan sebuah dramanya secara online.
Dalam hal ini jika dibantu dengan hal tersebut murid makin berminat akan pembelajaran drama dan menjadi salah satu media alternatif dalam memahami pembelajaran tersebut. mengingat bahwa pembelajaran ini tidak hanya terpakai pada saat siswa duduk di bangku sekolah saja, pembelajaran ini pun sangat terpakai dikemudian hari dan bisa juga untuk mengais pundi-pundi rupiah yaitu dengan cara berakting.
Solusi lainnya untuk menambahkan minat siswa pada pembelajaran seni drama ini, setiap sekolah sebaiknya membuka ekstrakulikuler yang berhubungan dengan seni drama. Pada ekstrakulikuler tersebut pun untuk penyampaian materi pembelajaran sekolah khususnya seni drama tidak hanya menunjuk guru saja untuk memberikan teori tersebut khusunya guru bahasa Indonesia karena memang pembelajaran ini merupakan pembelajaran bahasa Indonesia, sekolah juga harus mendatangkan tutor drama, tutor drama di sini adalah orang yang pernah terjun langsung dalam pementasan drama hal ini disebut juga dengan aktor drama. Tujuan tersebut adalah agar siswa merasakan secara langsung apa yang diajarkan oleh pakar seni khususnya seni drama.
