Konten dari Pengguna

IPTABI Menyemarakkan Membangun Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Syihaabul Hudaa

Syihaabul Hudaa

Dosen di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syihaabul Hudaa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Pribadi: Dokumentasi Kegiatan Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Pribadi: Dokumentasi Kegiatan Penulis

Bandung, 2 Agustus 2024 –Rapat Koordinasi Nasional dan Seminar Nasional IPTABI (Ikatan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia) yang ke-2 berlangsung semarak dan meriah. Dalam rakornas ini, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Sunan Gunung Djati Bandung didaulat menjadi menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Acara ini berlangsung dari tanggal 31 Juli hingga 1 Agustus 2024 di Hotel Shakti, Bandung.

Kegiatan ini dihadiri oleh 44 peserta yang mewakili 14 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dari seluruh Indonesia. Dalam acara tersebut, hadir pula Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Para Wakil Dekan FTK, Ketua dan Sekretaris Tadris Bahasa Indonesia UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Siti Isnaniah, M.Pd., selaku Ketua IPTABI, Pengurus IPTABI, serta beberapa narasumber terkemuka, yaitu Prof. Dr. Giyoto, M. Hum. dan Dr. Mahsusi, M.M.

Dr. Yeti Heryati, M.Pd., selaku Ketua Pelaksana Rakornas IPTABI ke-2 Tahun 2024 mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua peserta dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia di seluruh PTKI. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan partisipasi semua peserta. Harapan kami, dari kegiatan ini kita dapat memperkuat kerja sama dan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang Bahasa Indonesia,” ujar Dr. Yeti Heryati.

Dalam sambutannya, Dr. Siti Isnaniah, M.Pd. selaku Ketua IPTABI turut memberikan apresiasi terhadap Tadris Bahasa Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah mempersiapkan kegiatan dengan sangat baik. Beliau menyampaikan bahwa persiapan yang dilakukan cukup panjang dan akhirnya dapat berlangsung dengan meriah. “Melalui kegiatan silaturahmi akademik ini, program studi Tadris Bahasa Indonesia di PTKI dapat lebih eksis lagi. Selain itu, dari rapat koordinasi yang berlangsung juga diharapkan dapat memantapkan program-program kerja di tahun depan,” kata Dr. Siti Isnaniah, M.Pd.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, H. Fakry Ramdani, M. Hum., M. Res., Ph. D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dapat terus berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang menghadirkan Dr. H. Mahsusi, M.M. selaku Dewan Pengawas IPTABI dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai narasumber. Seminar ini dimoderatori oleh Dr. Heri Gunawan, M.Pd., dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam paparannya, Dr. Mahsusi menekankan pentingnya tiga hal dalam karier dosen, yaitu Sumber Daya Manusia, lembaga, dan birokrasi.

Pemateri kedua, Prof. Dr. Giyoto, M. Hum., yang juga Dewan Pengawas IPTABI dan Asesor PAK Kemendikbudristek dari UIN Raden Mas Said Surakarta turut memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah dan persyaratan untuk mencapai kenaikan jabatan ke Lektor Kepala dan Guru Besar. Beliau memaparkan pentingnya persiapan dokumen, pemenuhan syarat khusus dan tambahan, serta pengalaman akademik. Prof. Giyoto juga memberikan strategi dalam menghasilkan publikasi karya ilmiah untuk mendukung kenaikan jabatan akademik.

“Saat ini, menjadi dosen bukanlah hal mudah. Selain kebutuhan tridarma dan BKD setiap semesternya, dosen perlu melakukan publikasi ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus. Oleh karena itu, perlunya meningkatkan mutu SDM dosen agar mampu mencapai apa yang diharapkan,” ujar Prof. Dr. Giyoto, M.Hum.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi dari masing-masing divisi di IPTABI. Rapat ini diawali dengan pengarahan dari Ketua Umum IPTABI, Dr. Siti Isnaniah, M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai CPL Prodi, Program Penjaminan Mutu oleh Dr. Irwan Marwan, Review Program Kerja oleh Dr. Makyun Subuki, dan diskusi mengenai MBKM.

Rapat Koordinasi Nasional hari kedua ditutup dengan kegiatan studi budaya mengunjungi warisan budaya di Kota Bandung, yaitu Gedung Sate dan Museum Asia Afrika. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan bagi para peserta mengenai kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia di seluruh Indonesia dapat terus berkembang dan berinovasi dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan (ANE).