Konten dari Pengguna

Peduli Kesehatan, Mahasiswa UIN Walisongo Kolaborasi Bersama Ibu Posyandu

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari syikmathoha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Balita menangis ketika sedang melakukan penimbangan di Posyandu desa Kranji, Selasa (2/11)
zoom-in-whitePerbesar
Balita menangis ketika sedang melakukan penimbangan di Posyandu desa Kranji, Selasa (2/11)

Lamongan--Mahasiswa KKN DR 75 UIN Walisongo asal Lamongan melakukan aksi kolaborasi bersama petugas Pos Pelayanan Keluarga Berencana-Kesehatan Terpadu (Posyandu) desa Kranji. Program pengabdian yang diusung dengan tema jogo tonggo oleh UIN Walisongo tidak lain mengharapkan mahasiswa KKN untuk terjun secara langsung ke desa masing-masing dengan menyesuaikan kondisi desa setempat.

Desa Kranji merupakan wilayah termasuk zona orange. Meski begitu, masyarakat dituntut untuk terus waspada adanya virus corona dengan menggunakan masker saat beraktivitas. Seperti halnya kegiatan rutinan yang dicanangkan pemerintah desa berupa pemeriksaan rutinan kepada balita-balita desa Kranji.

Dalam kesempatan Mahasiswa KKN DR UIN Walisongo asal Lamongan, Syikma R. Jannah ikut berpartisipasi bersama petugas Posyandu desa Kranji. Salah stau kegiatan Posyandu tersebut adalah penimbangan berat badan. Fungsi kegiatan ini adalah untuk memantau pertumbuhan dan meminimalisi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan kepada sang buah hati.

Adapun kegiatan Posyandu lainnya adalah pemberian imunisasi. Balita akan menerima imunisasi sesuai dengan jadwal masa pertumbuhan dan perkembangan. Berbagai macam imunisasi pun telah dipersiapkan oleh penanggung jawab posyandu, seperti imunisasi polio dan hipatitis B.

Seperti yang terjadi pada Bu Lia dan putrinya yang baru berusia 3 (tiga) tahun. Bu Lia pun berinisiatif untuk melakukan penimbangan sembari menggendong putrinya, kemudian membiarkan putrinya berlarian. "Mbak, tolong lihatkan berapa angkanya, anak saya tidak mau ditimbang soalnya", pinta Bu Lia yang kesusahan mengontrol anaknya yang sangat aktif tersebut.

Posyandu di desa Kranji tetap dilaksanakan di tengah pandemi dengan protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah yakni dengan tetap memakai masker. Beberapa Ibu yang datang tidak memakai masker mendapat teguran. Hal tersebut sebagai bentuk peduli kesehatan yang terus dikampanyekan kondisi saat ini. Kegiatan posyandu pun terbagi menjadi 5 lokasi, yakni desa Kranji bagian barat, tengah, timur, dan dua dusun lainnya.

"Kegiatan posyandu ini kita lakukan sebulan sekali dengan sistem bergilir sebanyak lima kali. Maksudnya mulai Senin kemarin sampe Jumat secara berurutan dengan lokasi berbeda. Karena desa Kranji kan luas ya Mbak dan juga harapannya agar mempermudah akses Ibu-Ibu desa Kranji", jelas Bu Rahayu selaku penanggung jawab Posyandu desa Kranji.

Posyandu desa Kranji bagian tengah tersebut berlangsung kurang lebih 3 (tiga) jam mulai dari pukul 08:30 WIB yang bertempat di halaman rumah Bu Musi'ah, warga desa Kranji bagian tengah yang memiliki halaman luas. Seperti biasa, masyarakat sekitar berdatangan bersama sang buah hati sembari membawa buku induk kesehatan usai menerima informasi yang disiarkan lewat toa musala.

Dengan adanya kegiatan posyandu tersebut diharapkan masyarakat khususnya Ibu-ibu untuk dapat mengontrol secara berkala (kesehatan) pertumbuhan dan perkembangan buah hati. (SRJ)