Konten dari Pengguna

Keluarga Bahagia Dalam Islam

sysfah rina

sysfah rina

Seorang mahasiswa biasa yang masih berusaha untuk lulus tepat waktu. institut teknologi dan bisnis ahmad dahlan (ITB-AD)

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari sysfah rina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

keluarga-islam-bahagia.jpg/(photo by sysfahrina)
zoom-in-whitePerbesar
keluarga-islam-bahagia.jpg/(photo by sysfahrina)

Keluarga secara sinonim artinya rumah tangga, dan keluarga adalah institusi sosial yang berasas karena keluarga sebagai penentu (determinant) utama tentang apa jenis warga masyarakat. keluarga membina (nurture) dan membentuk (cultivate) manusia yang budiman, keluarga yang sakinah, bahagia, dan sejahtera adalah tiang dalam pembinaan masyarakat. Islam mengajarkan agar keluarga dan rumah tangga sebagai institusi yang aman, bahagia dan kokoh bagi setiap ahli keluarga. Karena, keluarga merupakan lingkungan atau unit masyarakat yang terkecil yang berperan sebagai satu lembaga yang menentukan corak dan bentuk masyarakat.

Menurut Zaleha Muhamat (2005: 2), perkataan ‘keluarga’ artinya komponen masyarakat yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak atau suami dan istri saja (sekiranya pasangan masih belum mempunyai anak baik anak kandung/angkat atau pasangan terus meridai kehidupan dengan tanpa dihiasi dengan gelagat kehidupan anak-anak).

Keluarga Bahagia menurut saya itu tidak ada kompetisi yang saling menjatuhkan satu sama lain apalagi menjatuhkan mental seseorang (paling rentan seorang anak). Hargai hal sekecil apapun yang dilakukannya karena orang itu tidak akan pernah lupa dengan hal atau perkataan yang pernah menyakiti hatinya. Menjaga omongan agar tidak menyakiti hati orang lain di dalam keluarga juga sangat penting.

Nilai-nilai Keluarga Bahagia dalam Islam

  1. Saling Pengertian Antara Suami dan Istri. Suami dan istri saling memahami dan mengerti tentang keadaan masing-masing baik secara fisik maupun secara mental. seperti, saling menurunkan ego dan membicarakan semua hal dengan lemah lembut.

  2. Saling Menerima Kenyataan. Apapun hasilnya merupakan sebuah kenyataan yang harus diterima, termasuk keadaan suami atau istri harus diterima dengan ikhlas. seperti, kebiasaan mendengkur istri ternyata sangat buruk, suami memaklumi kebiasaan baru itu.

  3. Saling melakukan penyesuaian diri Penyesuaian diri dalam keluarga maksudnya sikap anggota keluarga yang berusaha untuk dapat saling mengisi kekurangan satu sama lain serta mau menerima dan mengakui kelebihan masing-masing anggota keluarga.

  4. Memupuk rasa cinta Tiap pasangan suami istri ingin hidup bahagia. Salah satu unsur kebahagiaan adalah rasa cinta. Dengan adanya rasa cinta diantara pasangan suami istri akan mendatangkan ketentraman, keamanan, dan kedamai. seperti, selalu jatuh cinta tiap kali melihat hal apapun yang dilakukan istri atau sebaliknya.

Kriteria Keluarga Sakinah Menurut Mufassir

  1. Beriman dan Bertaqwa Kepercayaan adalah kunci yang utama dalam keluarga mukmin, karena kepercayaan agar menuntun keluarga buat memahami Allah SWT.

  2. Tanggung Jawab Setiap anggota keluarga harus memiliki rasa tanggung jawab yang sesuai dengan kedudukan mereka.

  3. Memiliki sifat saling memaafkan Sebagai anggota keluarga tentu akan menemukan kesahalahan, maka, untuk itu sikap yang paling baik adalah menyadari segala kesalahan dan kekhilafan dengan meminta maaf.

  4. Ketenangan dalam keluarga Ketenangan salah satunya adalah menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam kehidupan berkeluarga tidak akan dikatakan bahagia jika keluarga tersebut tidak merasa tenang.

  5. Mu’asyarah Bil Ma’ruf Sebuah keluarga harus memiliki mu’asyarah bil ma’ruf. Ini seperti pemenuhan nafkah, bermusyawarah dalam keluarga, menutupi kekurangan istri, menjaga penampilan, dan membantu tugas istri di rumah.

Kiat-kiat Membangun Keluarga Sakinah

Keluarga harus dimanfaatkan untuk membicarakan semua hal. Dari yang menggembirakan maupun kesulitan yang dihadapi. Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada lima, yaitu: memiliki kecenderungan kepada agama, yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda, sederhana dalam belanja, santun dalam bergaul dan selalu introspeksi.

Menurut saya, keluarga sakinah, bahagia, dan harmonis. Antara suami dengan istri harus tau latar belakang dari masing-masing pribadi, saling menurunkan ego, saling menerima kekurangan masing-masing, saling menghargai opini dari masing-masing, dan saling mempercayai satu sama lain. Kehidupan rumah tangga akan lebih awet dan sejahtera jika menjalani semua berpola pikir seperti itu.

Meneladani Keluarga Nabi Muhammad SAW

Kehidupan Keluarga Nabi Muhammad SAW

  • Nabi Muhammad SAW menjadikan semua sebagai bagian yang penting dari satu tubuh. Ia mengerjakan pekerjaan rumah tangga, membantu para istrinya menyelesaikan tugas rumah, dia juga turut serta dalam mengasuh anak bahkan cucunya.

  • Nabi Muhammad SAW sangat menekankan kesetaraan antar anggota keluarga.

  • Nabi Muhammad SAW juga sangat menghormati dan bersikap lemah lembut terhadap keluarga ketika berinteraksi maupun berkomunikasi.

  • Keluarga Nabi Muhammad SAW saling memberikan kasih sayang.

  • Nabi Muhammad SAW juga memberikan pendidikan dan pengalaman keagamaan kepada anggota keluarganya.

  • Rasulullah mengibaratkan kewajiban terhadap keluarga sebagaimana kewajiban puasa dan salat. Atau dalam arti lain begitu penting tercukupinya nafkah bagi keluarga.

Dari cara bagaimana Rasulullah SAW memberikan contoh untuk umat nya akan membuat kehidupan berumah tangga lebih awet, suami yang membantu istri melakukan pekerjaan rumah dan tidak memberikan contoh kehidupan seorang kepala keluarga yang patriarki. Memberi nafkah yang cukup bagi keluarga dan mengutamakan keluarga. Tidak menaikkan suara saat bicara juga memberikan kasih sayang secara merata.

Dalil Tentang Keluarga Sakinah

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaannya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenis mu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir". (Surat Ar'Rum Ayat 21)

menurut pandangan saya, untuk membangun keluarga yang bahagia, harmonis, serta sakinah. Kita harus menyadari bahwa pasangan yang dipertemukan dengan sifat yang berbeda harus bisa memahami satu sama lain. Menjaga kerukunan bersama dan tidak memicu konflik dalam rumah tangga.

Keluarga yang sakinah dalam islam bukan hanya amanah suami dengan istri, tetapi ada amanah dari Allah SWT juga. Karena, pernikahan itu hal yang sakral dan terbentuk atas izin Allah SWT. Dengan cara berpikir seperti itu kita dapat menerapkan keluarga islam yang harmonis dan bahagia. Menghargai dan memahami satu sama lain adalah kunci untuk hubungan yang tenang dan tentram untuk membuat pasangan yang sakinah mawadah warahmah.