Satgas Kesehatan TNI Melayani 4.006 Warga Asmat

TajukTimurNews
Berita dari Maluku Utara, Papua, Maluku dan Papua Barat seputar Politik, Sosial, Ekonomi, Bisnis, Hukum, Wisata, Tekno, Olahraga dan Internasional
Konten dari Pengguna
20 Januari 2018 5:27 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari TajukTimurNews tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
AGATS (TAJUKTIMUR.COM) – Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB), terdiri dari Pusat Kesehatan TNI, Pusat Kesehatan TNI AD, Dinas Kesehatan TNI AL dan Dinas Kesehatan TNI AU bersama dengan Dinas Kesehatan Wilayah setempat, bergerak cepat memasuki kampung-kampung terpencil yang berada di Kabupaten Asmat, Papua, Jumat (19/1/2018). Hal ini dalam rangka mengobati warga yang terkena wabah penyakit.
ADVERTISEMENT
Dalam pelaksanaan tugasnya di lapangan, Satgas Kesehatan TNI dibagi menjadi delapan Tim Kesehatan Gabungan yang terdiri atas TNI, Dinkes, Pemda Asmat dan Aparat Kewilayahan diterjunkan ke Distrik (Kecamatan) di wilayah Kabupaten Asmat dengan menggunakan speed boat sebagai transportasi utama menuju titik-titik lokasi.
Tim dokter spesialis dan paramedis bersama personel Puskesmas setempat mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin kepada anak-anak di perkampungan terpencil tersebut.
Data pengobatan yang sudah tercatat Satgas Kesehatan TNI KLB, jumlah anak yang diperiksa di antaranya, 980 anak Kampung Kasuari, 110 anak Kampung Sohomae, 257 anak Kampung Suagai, 131 anak Kampung Yerfun, 181 anak di Kampung Amagais, 219 anak Kampung Amaru, 82 anak Kampung Amkai, 18 anak Kampung Suru-Suru, 4 (empat) anak Kampung Berimono, 2 anak Kampung Tomor, 1 anak Kampung TII, 5 anak Kampung Munu, 3 anak Kampung Ocemet dan 1 anak dari Kampung Pirian. Sementara untuk pengobatan penderita gizi buruk sebanyak 11 orang, pelayanan rawat inap 53 orang, pengobatan terhadap penderita campak 7 orang.
ADVERTISEMENT
Data sementara berdasarkan laporan Posko Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) tanggal 17-19 Januari 2018, sekitar 4.006 warga Asmat telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari Satgas TNI bekerjasama dengan Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Pemda setempat. Pelayanan kesehatan tersebut, diantaranya imunisasi 3.511 orang, penanganan gizi buruk 55 orang, pengobatan campak 397 orang, malaria 4 orang, TBC 4 orang, dyapesia 3 orang dan pengobatan tetanus 2 orang.
Satgas Kesehatan TNI KLB juga menempatkan sembilan dokter spesialis anak di RSUD Agats, Kabupaten Asmat, dikarenakan jumlah penderita anak-anak yang dirujuk dan dirawat di rumah sakit tersebut sangat banyak.
Disamping itu, Satgas Kesehatan TNI KLB juga mendistribusikan beberapa logistik untuk masyarakat Asmat, Papua, yaitu TB 1 (biskuit) 2.100 box, FD 3 (susu) 1.968 box, T2A (nasi) 840 kaleng, T2B (nasi) 1.140 kaleng, T2C (nasi) 1.130 kaleng, makanan tambahan Balita 1.344 box, makanan tambahan ibu hamil 588 box, Biskuit Malkis 28 bungkus, Beras 280 kg, Biskuat 48 bungkus, pakaian bekas 8 (delapan) koli dan minyak goreng 900 ml 16 botol.
ADVERTISEMENT
Dansatgas Kesehatan TNI KLB Asmat, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, S.I.P. yang sehari-hari menjabat sebagai Danrem 174/ATW mengatakan, selama satu bulan, para personel Tim Kesehatan Gabungan Satgas akan fokus terhadap penanganan campak dan apabila satu bulan sudah bisa teratasi akan bergeser ke tempat lain.
“Tim Kesehatan Daerah, baik dari TNI khususnya dari Kodam XVII/Cenderawasih akan tetap di sini. Kita targetkan sampai tiga bulan untuk penanganan campak selanjutnya gizi buruk. Ini konsepnya akan berlanjut oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Menurut Asep, wabah penyakit campak dan difteri di kampung-kampung Kabupaten Asmat kebanyakan yang menjadi korban adalah bayi dan anak-anak kecil.
(dwisan/ttcom)