Konten dari Pengguna

Ilmuwan Australia Kembangkan Aplikasi Khusus untuk Rekam Suara Kodok

6 Desember 2017 14:35 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari taksama id tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Inovasi di bidang ilmu pengetahuan di luar sana terus dikembangkan untuk memudahkan proses penelitian. Seperti yang dilakukan ahli biologi di Australia. Para ahli di sana meluncurkan aplikasi bernama FrogID. Aplikasi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat ikut merekam suara mereka. Para ilmuwan meyakini pendataan sumber dari kerumunan atau masyarakat ini akan bisa mengarahkan pada deteksi spesies baru. Sejauh ini konservasi kodok di negeri tersebut baru bisa mendeteksi 240 spesies kodok. Dikutip dari BBC, Kamis (6/12), sejak pertama kali diluncurkan oleh Australian Museum pada 10 November lalu, sambutan masyarakat Australia atas aplikasi tersebut cukup positif. Lebih dari 6.000 rekaman sudah diunggah sejauh ini. Para ilmuwan mengaku senang dengan aplikasi tersebut. Mereka memanfaatkan data dari rekaman tersebut untuk memetakan habitat kodok, lingkaran pembiakan dan risiko ancaman. Ahli kodok terkemuka Dr Jodi Rowley menyebutkan aplikasi yang bisa disebut sebagai “ilmuwan masyarakat” seluruh Australia ini sangat membantu ilmuwan. “Harapannya masyarakat akan merekam suara kodok yang tak pernah ada atau belum terdengar sebelumnya dan kami bisa langsung melakukan ekspedisi dan mencoba menemukannya,” katanya.
Ilmuwan Australia Kembangkan Aplikasi Khusus untuk Rekam Suara Kodok
zoom-in-whitePerbesar
foto: Australian Museum.
ADVERTISEMENT