Bahasa Indonesia di Era Digital: Menjaga Jati Diri di Tengah Inovasi Teknologi

Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Pamulang Menulis tentang teknologi, literasi digital, dan kecerdasan buatan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dekha Rohansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah perubahan digital dunia, Bahasa Indonesia di era digital menunjukkan kekuatannya sebagai bahasa nasional yang luwes dan aktif. Perkembangannya menjadi semakin penting karena teknologi modern yang dahulu didominasi oleh bahasa asing kini mulai diisi oleh konten dan sistem berbahasa Indonesia. Tidak hanya mampu bertahan, Bahasa Indonesia juga mulai tampil dalam berbagai bidang strategis seperti teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan sistem informasi.
Statista – Pengguna Internet Indonesia
Bahasa Indonesia di Duni͏a ͏Teknologi
Ada Bahasa Indonesia di banya͏k aplikasi, laman web, ͏hingga pembantu maya seperti Google Assistant dan ChatGPT m͏enunjukkan pengakuan atas penggunaannya secara luas. Berdasarkan la͏por dari Statista (2023) , Indonesia adalah͏ lima besa͏r negara dengan jumlah pemakai͏ ͏in͏ternet paling banyak di dunia -͏ dan kebanyakan pe͏makai itu m͏emilih tampi͏lan dalam Bahasa Indone͏sia.
Bahkan, OpenAI (2024) ͏bilang bahwa me͏rek͏a ubah model͏ GPT mereka supaya dapat men͏ger͏ti konteks budaya dan bahasa Indonesia de͏ngan lebi͏h baik; karena permintaan dari pengguna di Indones͏ia͏ terus naik.
Di͏ antara perubahan digi͏tal ͏di dunia, Baha͏sa I͏ndones͏ia tampil kuat sebagai bahasa nasional ͏yang luwes dan ak͏tif. Bukan hanya tetap ada, bahasa ini juga ͏mulai muncul di tempat-tempat yang sebelumnya dikuasai oleh bahasa l͏ain, sepe͏rti teknologi, kecerdas͏an buatan (AI) d͏an ͏sist͏em͏ info.
Tantangan: Bahasa Campuran dan Kesadaran Literasi
Selain itu, berbicara tentang mewahnya penggunaan Bahasa Indonesia di luar pembicaraan akrab atau informasi pun dalam media sosial ternyata juga menemui tantangan bahasa, meski lebih kompleks, dalam menjaga mutu dan wibawa. Peluang Padang Keluasan: AI dan Glosarium Teknologi. Sisi baik dari era digital, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mendorong keberadaan glosarium teknologi digital ke dalam Bahasa Indonesia, yang kemudian dikirim melalui laman Pusat Bahasa dan memberlakukan lebih luas penggunaan istilah baku dalam ranah teknologi dan sains ataupun digital, agar tetap menjaga pengguna istilah asing di dalam Kerangka Bahasa Nasional. Lebih menariknya, di tingkat bersaing rahasia dalam ekosistem di bidang informasi, beberapa beberapa startup sebagai penjelmaan bahasa Indonesia entah berhak untuk belajar voice assistant seperti Banasa.ai ataupun chatbot berbasis Bahasa Indonesia seperti Prosa.ai.
Baca Laporan Lengkapnya disini
Penutup
Indonesia melayani tidak hanya sebagai sarana percakapan, tetapi juga mencerminkan rasa diri negara itu. Ketika teknologi dijalin ke dalam rutinitas harian, penting untuk menjaga lidah nasional kita berkembang dan berkembang-tidak seperti warisan, tetapi sebagai kekuatan di era inovasi digital. Menurut data dari Statista (2023), Indonesia berada di antara lima negara dengan sebagian besar pengguna internet secara global - dan sebagian besar dari orang -orang ini lebih suka bahasa Indonesia untuk antarmuka.
Pada kenyataannya, Openai (2024) menyebutkan bahwa mereka memodifikasi model GPT mereka untuk memahami konteks bahasa budaya dan Indonesia secara lebih efektif, karena kebutuhan pengguna dari Indonesia terus meningkat.
Dekha Rohansyah, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang.
