Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Ramadan 2025: Kenangan Manis dalam Sepiring Gulai Sapi Khas Keluarga
1 April 2025 13:55 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Talitha L tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Lebaran selalu memiliki cara sendiri untuk menyapa kami di Rumah. Bukan hanya dari gema takbir yang mengalun, tetapi juga dari aroma khas yang menyeruak dari dapur. Kuah santan yang perlahan mendidih, bercampur dengan rempah-rempah yang berpadu di udara. Di rumah kami, gulai sapi bukan sekadar makanan namun merupakan bagian dari tradisi, kenangan, dan cinta yang terhidang di meja makan.
ADVERTISEMENT
Sejak kecil, aku tahu lebaran sudah dekat ketika dapur mulai sibuk dengan persiapan gulai. Ibu yang sibuk mengiris bawang dan menyiapkan bumbu, Ayah yang memastikan daging sapi pilihan telah dibeli, dan aku serta saudara-saudaraku yang bersemangat menunggu giliran untuk mencicipi. Gulai sapi di rumah kami ibarat jembatan yang menyatukan generasi, menghubungkan kami dengan kisah masa kecil yang selalu ingin kami ulang.
Resep gulai sapi di rumah kami bukan sekedar hasil uji coba, melainkan warisan dari nenek. Setiap tahun, ibu selalu memastikan bumbu rempahnya tetap sama dengan adanya lengkuas yang digeprek, daun salam dan rempah-rempah lainnya yang menari bersama di atas kuah mendidih. “Rahasia kelezatannya ada dikesabaran,” kata Ibu sambil terus mengaduk santan secara perlahan dan penuh cinta. Aku pun selalu tak sabar menanti saat-saat kuah mulai mengental dan aroma gulai memenuhi seluruh sudut rumah.
ADVERTISEMENT
Saat gulai sapi tersaji, semua anggota keluarga berkumpul di meja makan, saling berbagi cerita sambil menikmati suapan demi suapan kehangatan. Ayah selalu bercanda bahwa gulai buatan Ibu adalah “Magnet yang selalu menarik untuk pulang” dan aku menyetujui pernyataan tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan tak ada satu pun yang ingin melewatkan momen hangat ini disetiap tahunnya.
Lebaran di rumah kami selalu penuh kehangatan. Bukan hanya karena tawa dan obrolan yang mengalir, tetapi juga karena sepiring gulai sapi yang menjadi simbol kasih sayang Ibu dan kenangan masa kecil yang terus kami bawa dalam setiap gigitan.