Tips Menghindari Wedding Vendor Nakal

Father of two beautiful souls and a founder of @promessaweddings
Tulisan dari Tama Jafar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernikahan adalah salah satu momen yang ditunggu hampir seluruh umat manusia.
Terutama bagi seorang wanita yang rata-rata memiliki mimpi untuk pernikahannya yang nanti akan seperti apa. Seperti akan dilangsungkan di mana dan siapa saja vendor-vendornya, itu sudah dipikirkan sebelum dia mendapatkan pasangan yang mengajaknya ke jenjang pernikahan.
Tapi ada saja orang yang mau mengambil untung dari mimpi seorang wanita tersebut. Dengan janji-janji manis 'dia akan mengabulkan mimpi pernikahannya' ditambah dengan budget yang ditawarkan cukup murah—dengan mudah calon pengantin pun terbuai. Hanyut dalam janji manis seseorang yang mengaku sudah lama bergelut di bidang pernikahan ini.
Tentu kejadian seperti itu sangat disayangkan. Masih ada saja orang-orang yang tega memanfaatkan kepolosan klien akan mimpinya. Klien yang belum memiliki pengalaman biasanya paling mudah untuk terbius. Pengalaman di sini bukan berarti sudah pernah menikah atau mengurus pernikahan, tapi dia belum pernah terpapar dengan teman atau saudara yang sudah pernah menjalaninya. Karena bila sudah mendengar kisah tentang rekan atau kerabat kita akan pernikahannya, kelak ketika akan menikah dia sudah tahu apa saja yang dibutuhkan, minimal dia tahu harus menghubungi siapa.
Dengan pengalaman tersebut juga belum jaminan sepasang sejoli yang akan menggelar acara pernikahan tidak akan tertipu. Jadi, saya akan mencoba memberikan beberapa tipsnya sebagai berikut:
Pastikan kalian mengetahui siapa vendor yang kalian akan pilih. Caranya banyak kok. Sekarang zaman sudah canggih dan banyak kemudahan. Silahkan cek kredibilitasnya melalui rekam jejak di social media atau cari testimoni vendor tersebut di website seperti Bridestory, The Bride Dept, dan situs wedding lainnya.
Ajak mereka bertemu. Pastikan bahwa mereka nyata adanya. Silakan tanya semua pertanyaan yang ada di otakmu. Seperti, sudah berapa lama perusahaan ini berdiri? Di mana kantornya? Siapa saja kliennya (mungkin ada mutual friend dengan kalian), dan lain-lain.
Pastikan mereka memberikan kontrak yang jelas. Minta waktu untuk mempelajari kontrak yang diberikan oleh vendor. Tak hanya itu, kalian sebagai klien juga berhak, lho, untuk mengubah isi kontrak selama tidak merugikan salah satu pihak. Bila masih kurang yakin untuk tempat penandatanganan kontraknya, lakukan saja di kantor mereka.
Terakhir dan terpenting. Lakukan komunikasi yang rutin kepada mereka. Setiap ada pembayaran minta bukti pembayarannya, terutama untuk wedding organizer. Setelah itu kalian crosscheck ke pihak ketiga—apakah betul sudah dibayarkan.
Ini empat cara yang saya rasa cukup untuk menghidarkan kita dari vendor yang berniat jahat. Itu kata-kata kuncinya.
Semoga tidak ada lagi kasus-kasus penipuan seperti yang sudah terjadi ya.
