Konten dari Pengguna

Biar Hemat, Warga Ini Rela Cuci Baju di Kali Maja yang Kotor dan Bau

Tamara Anastasia Wijaya

Tamara Anastasia Wijayaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tamara Anastasia Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biar Hemat, Warga Ini Rela Cuci Baju di Kali Maja yang Kotor dan Bau
zoom-in-whitePerbesar

Sebagian sungai atau kali di wilayah DKI Jakarta sudah dinormalisasi dan mulai bersih. Namun masih banyak juga kali yang kotor dan berbau, salah satunya Kali Maja. Kali ini terletak di samping Jalan Jambu Air, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.

Air di kali tersebut berwarna hitam, banyak sampah, dan berbau busuk. Sampah-sampah yang mengambang di Kali Maja rata-rata bekas makanan, minuman, dan juga plastik.

Siang ini tak banyak aktivitas yang terlihat di kali yang kurang lebih selebar 6 meter tersebut. Hanya terlihat 3 orang anggota pasukan oranye.

Biar Hemat, Warga Ini Rela Cuci Baju di Kali Maja yang Kotor dan Bau (1)
zoom-in-whitePerbesar

Biar Hemat, Warga Ini Rela Cuci Baju di Kali Maja yang Kotor dan Bau (2)
zoom-in-whitePerbesar

Menurut salah satu pasukan oranye, sampah di Kali Maja tak pernah habis. Setiap hari ada saja warga yang tak peduli lingkungan, membuang sampah di kali.

"Selalu, pasti ada terus sampah mah. Hari ini dibersihin, besok pasti numpuk lagi," ujar salah satu pasukan oranye sambil memungut sampah di Kali Maja menggunakan garpu sampah.

Sampah-sampah yang mereka kumpulkan diletakkan di pinggir kali. Nantinya ada pasukan oranye lainnya yang mengangkut sampah itu menggunakan truk untuk dibawa ke TPS.

Setelah berkeliling hampir setengah jam, kumparan menemukan seorang wanita yang sedang mencuci pakaian di Kali Maja. Dia tampak mencuci dengan santai, seolah tak peduli bahwa air yang digunakannya untuk mencuci itu kotor.

Wanita bernama Sari (44) ini mengaku bahwa mencuci pakaian di kali lebih efektif dibandingkan mencuci dengan air sumur. Pasalnya air sumur di sekitar Kampung Maja terasa asin dan menyebabkan pakaian berwarna kuning.

"Ah airnya mah kecil di situ (sumur) airnya asin juga, kuning kalau cuci baju di sana. Mending di sini, praktis. Kan ini kali kotornya kalau mau siang, kalau pagi atau sore mah jernih," ujar Sari pada kumparan (kumparan.com).

Biar Hemat, Warga Ini Rela Cuci Baju di Kali Maja yang Kotor dan Bau (3)
zoom-in-whitePerbesar

Sari nampaknya tak peduli bahwa tindakannya mencuci baju juga menyumbang pencemaran Kali Maja. Yang penting bagi Sari pakaian keluarganya bersih, dan pengeluaran untuk mencuci baju lebih irit.

"Sekalian hemat air PAM. Kan habis nyuci di sini ( Kali Maja ) bajunya kita bilas lagi di air PAM, jadi tetap bersih. Lagian kita mah makan sama mandi juga tetap pakai air PAM, enggak dari kali kok," ujarnya.

Sari mengeluhkan pemerintah yang tidak memberikan akses air bersih bagi warganya. Seharusnya menurut dia, air yang merupakan kebutuhan pokok manusia, ditanggung oleh negara.

Tapi meski begitu, ibu satu anak ini mengaku senang tinggal di Kampung Maja karena warga sekitar ramah dan bersahabat. Hanya 1 hal yang membuatnya tak suka selama tinggal di kawasan Kali Maja.

"Kalau lagi enggak ada duit, Mbak. Hahaha," ucap Sari sambil tertawa lepas.

Sebenarnya Sari mengaku ingin bekerja membantu suami yang berdagang nasi goreng. Tapi apa daya, sang suami tidak mengizinkan Sari untuk bekerja.

"Enggak boleh kerja sama suami, katanya kalau kerja, siapa yang urus anak?" ujarnya.

Tidak hanya Sari, terlihat juga 2 bocah laki-laki yang sedang mencuci sepeda. Mereka mengaku tidak takut tercebur saat membersihkan sepeda kesayangannya itu.

Biar Hemat, Warga Ini Rela Cuci Baju di Kali Maja yang Kotor dan Bau (4)
zoom-in-whitePerbesar

"Enggak, enggak takut. Bisa berenang kalau di sini mah," ucap Enjang (7) sambil tersipu malu.