Lembah Harau: Surga Tersembunyi Yang Belum Maksimal Dipromosikan

Mahasiswa unand
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tamara Titania tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, adalah destinasi wisata alam yang memukau dengan tebing granit menjulang setinggi ratusan meter, air terjun yang mengalir jernih, serta udara sejuk yang menyegarkan. Banyak wisatawan menyebutnya sebagai miniatur Grand Canyon Indonesia. Keindahannya menjadi daya tarik yang luar biasa, namun sayangnya, upaya promosi destinasi ini dinilai belum sepenuhnya optimal, terutama di ranah digital.
Meski kerap viral di TikTok dan Instagram berkat unggahan para wisatawan, promosi resmi dari pemerintah daerah dinilai masih kurang menonjol. Hal ini diungkapkan Tamara (21), wisatawan asal Padang, yang mengetahui Lembah Harau dari media sosial. “Saya tahu Lembah Harau dari TikTok dan Instagram. Banyak banget video aesthetic yang bikin penasaran. Tapi saya baru tahu ada event di sini setelah tanya langsung ke warga sekitar,” ujarnya.
Ronal (45), wisatawan asal Palembang, juga membagikan pengalamannya. “Dulu saya pernah ke sini, tapi baru datang lagi karena katanya sekarang banyak tempat baru. Tapi promosi dari pemerintah daerah masih kurang terasa,” tuturnya.
Saat ini, Lembah Harau terus berkembang dengan berbagai spot baru seperti Harau Sky, Swarnabhumi Harau, dan beragam lokasi swafoto kekinian lainnya. Sayangnya, informasi mengenai spot-spot tersebut lebih banyak beredar melalui akun pribadi pengunjung dibandingkan kanal resmi seperti Instagram, Facebook, atau situs web pemerintah daerah.
Dinas Pariwisata Kabupaten Lima Puluh Kota sebenarnya telah melakukan sejumlah langkah promosi, salah satunya melalui event tahunan Pasar Harau yang bahkan masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2025. Meski demikian, diperlukan strategi yang lebih masif dan konsisten, seperti pembentukan tim kreatif digital, pembuatan konten rutin yang informatif, kolaborasi dengan kreator lokal, dan penguatan sinergi dengan komunitas wisata setempat.
Lebih dari sekadar promosi, keberlanjutan pengelolaan juga menjadi kunci. Lembah Harau perlu dijaga sebagai kawasan ekowisata yang bersih, aman, dan nyaman bagi semua kalangan. Edukasi kepada wisatawan, pengelolaan sampah yang baik, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian alam akan menjadi fondasi penting bagi keberhasilan jangka panjang destinasi ini.
Dengan pengelolaan yang profesional dan strategi promosi yang tepat, bukan mustahil Lembah Harau dapat sejajar dengan destinasi wisata unggulan nasional bahkan internasional. Jangan sampai pesonanya hanya viral sesaat di media sosial, tetapi belum benar-benar dikenal luas dan diakui sebagai salah satu destinasi alam terbaik Indonesia.
