Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Karawitan, media dalam mencintai bangsa.
31 Mei 2020 18:35 WIB
Tulisan dari tambara boyak tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT

Indonesia adalah negara dengan beragam suku bangsa. Indonesia terkenal dengan berbagai budaya beserta keunikan tradisinya. Pada setiap budaya terdapat nilai-nilai seni dan sosial yang tinggi. Termasuk pada keagungan budaya Jawa. Perkembangan zaman yang semakin cepat serta hubungan internasional yang semakin terbuka telah banyak mempengaruhi perilaku moral anak bangsa. Hal ini bisa berdampak pada kebanggaan akan budaya tradisional. Arus budaya mancanegara dapat mempengaruhi persepsi kita terhadap kesenian, salah satunya adalah kesenian Karawitan. Berawal dari pudarnya rasa cinta tanah air akibat dari gempuran-gempuran budaya mancanegara. Anak muda lebih suka dengan budaya pop dan budaya-budaya manca yang menghambakan pada kebebasan tak terikat. Karawitan seakan tidak menjadi tuan rumah di tanah air sendiri. Tidak adanya rasa bangga tersebut bisa dibuktikan dengan sepinya setiap pementasan Wayang semalam suntuk. Rasa bangga adalah salah satu potensi (kemampuan) yang terdapat di dalam jiwa manusia. Rasa bangga ini merupakan dorongan id dari dalam diri individu yang dapat menimbulkan berbagai perasaan emosional, termasuk rasa cinta. Individu yang memiliki rasa cinta pada tanah airnya akan berusaha dengan segala daya upaya yang dimilikinya untuk melindungi, menjaga kedaulatan. Salah satu cara untuk menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air adalah dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah airnya melalui kesenian Karawitan. Seni karawitan dapat menghasilkan emosi positif seperti rasa senang dan rasa nyaman. Dalam kesenian karawitan aktualisasi rasa cinta tanah air dapat diwujudkan dengan menyelami hakikat dalam berkesenian karawitan. Kesejatian dalam setiap gendhing yang dilantunkan dapat memperkuat persepsi tentang karawitan.
ADVERTISEMENT
Rasa bangga adalah salah satu potensi (kemampuan) yang terdapat di dalam jiwa manusia, yaitu yang merasa senang, lega, puas (feeling of satisfaction ) yang muncul dalam hati seseorang sebagai reaksi atas keberhasilan setelah melakukan sesuatu perbuatan, sehingga mencapai tujuan, atau memperoleh hasil atau memiliki apa yang sesuai dengan kebutuhan nalurinya atau yang berkenan dihati dan pikirannya, walaupun apa yang dilakukan dan menjadi kebanggaannya itu mungkin tidak bermanfaat atau bahkan merugikan orang lain. Rasa cinta tanah air atau nasionalisme adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan. Seni karawitan dapat menghasilkan emosi positif seperti rasa senang dan rasa nyaman. Hal tersebut dapat terjadi karena irama yang dihasilkan memberikan rasa nyaman baik kepada pemain ataupun pendengar. Irama yang dihasilkan dari setiap alat gamelan sangat halus dan menunjukkan keselarasan, yang dimana hal ini sesuai dengan budaya Jawa yang mengedepankan keharmonisan, selaras, dan kesabaran dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
ADVERTISEMENT
Proses aktualisasi diri adalah perkembangan atau penemuan jati diri dan mekarnya potensi yang ada atau terpendam. konsep aktualisasi diri sebagai keinginan untuk mewujudkan kemampuan diri atau keinginan untuk menjadi apapun yang seorang mampu untuk mencapainya. Aktualisasi diri ditandai dengan penerimaan diri dan orang lain, spontanitas, ketebukaan hubungan dengann orang lain yang relatif dekat dan demokratis, kreativitas, humoris dan mandiri. Maslow menempatkan posisi aktualisasi diri ini pada puncak hierarki kebutuhannya, hal ini berarti bahwa pencapaian dari kebutuhan yang paling penting ini bergantung pada pemenuhan seluruh kebutuhan lainnya.
Proses untuk menumbuhkan konsep diri yang baik penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap kesenian karawitan. Membentuk konsep agar karawitan adalah kesenian yang menyenangkan dan bisa dinikmati berbagai kalangan. Memberikan informasi yang benar terhadap kesenian karawitan hingga menyelipkan pesan-pesan nasionalisme. Selain konsep yang menjadi dasar, untuk mencapai aktualisasi harus diterapkan regulasi. Regulasi (regulation) adalah kemampuan untuk mengontrol perilaku. Regulasi merupakan penggunaan suatu proses yang mengaktivasi pemikiran, perilaku dan perasaan yang terus menerus dalam upaya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
ADVERTISEMENT
Dalam kesenian karawitan aktualisasi rasa cinta tanah air dapat diwujudkan dengan menyelami hakikat dalam berkesenian karawitan. Kesejatian dalam setiap gendhing yang dilantunkan dapat memperkuat persepsi tentang karawitan. Kecintaan terhadap kesenian karawitan dapat tumbuh ketika intensitas, passion dalam hal ini rasa bangga dan keintiman terhadap kesenian karawitan dapat digalakkan mulai dari diri sendiri. Rasa cinta terhadap kesenian karawitan yang notabene adalah salah satu kesenian tradisional yang ada di indonesia dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga kepada bangsa dan tanah air.