Outsourcing Sebagai Siasat Rantai Pasokan

mahasiswa universitas muhammadiyah malang
Tulisan dari renoade tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Outsourcing/pengalihdayaan adalah upaya memperoleh produk atau jasa yang biasanya merupakan bagian suatu organisasi dari pemasok luar. Dengan kata lain, perusahaan mengalihkan fungsi-fungsi yang dulunya dilakukan di dalam perusahaan, agar dilakukan oleh perusahaan lain. Apabila suatu perusahaan memindahkan sebagian proses usahanya ke negara asing tetapi tetap memegang kendalinya kita mendefinisikannya sebagai offshoring, bukan pengalihdayaan.
Perusahaan yang mengalihdayakan kegiatan usaha internalnya dinamakan perusahaan klien. Perusahaan yang menyediakan jasa pengalihdayaan disebut penyedia alih daya.''renoade''
Jenis-jenis Outsourcing/Pengalihdayaan
Hampir semua kegiatan usaha dapat dialihkan. Berbagai proses bisnis yang dialihkan adalah pembelian, logistik, litbang, pengoperasian prasarana, pengelolaan jasa pelayanan, sumber daya manusia, keuangan / pembukuan, hubungan dengan pelanggan, penjualan / pemasaran, pelatihan, dan proses-proses hukum.
Perencanaan Strategis dan Kompetensi Inti
Proses perencanaan strategi bermula dari pernyataan dasar misi dan penetapan sasaran. Setelah misi dan sasarannya jelas, perencanaan strategis melakukan analisis internal dari organisasi untuk mengenali banyak atau sedikitnya setiap kegiatan usaha berperan dalam usaha mencapai misi organisasi.
Selama proses analisis tersebut, perusahaan mengenali kekuatan-kekuatannya, yaitu hal-hal yang dapat dilakukan dengan baik atau lebih baik dari saingannya. Keterampilan, bakat, dan kemampuan unik ini disebut kompetensi inti. Kompetensi inti adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan. Sedangkan, kegiatan bukan inti adalah kegiatan yang mungkin merupakan bagian besar dari keseluruhan usaha organisasi mungkin dapat dialihkan.
Teori Keunggulan Komparatif
Adalah teori yang menyatakan bahwa suatu negara memperoleh manfaat dengan mengkhususkan diri (dan mengekspor) produk dan jasa dalam bidang di mana negara tersebut unggul secara relatif, serta mengimpor barang yang negara tersebut mengalami kekurangan secara relatif.
Risiko dari Outsourcing
Pengalihdayaan tampak sangat berisiko, dan memang demikian. Barangkali, setengah dari perjanjian pengalihdayaan gagal akibat perencanaan dan analisis yang tidak tepat. Misalnya, hanya sedikit pohak yang mempromosikan pengalihdayaan internasional member tahu tentang jaringan listrik yang tak menentu di negara asing atau adanya kesulitan dengan pegawai pemerintah lokal, manajer yang tidak berpengalaman, dan pegawai yang tidak punya motivasi. Di lain pihak, ketika manajer menetapkan tujuan pengalihdayaan agar dapat menghemat biaya sebanyak 75% - tetapi penghematan biaya yang diperoleh ganya 30-40% – mereka menganggap pengalihdayaan sebagai suatu kegagalan padalah hal tersebut masih dapat dikatakan berhasil.
Metodologi Outsourcing
Mengevaluasi Kriteria Majemuk dengan Pemeringkatan Faktor
Mengukur Peringkat Faktor Risiko Internasional Mendekatkan alih daya adalah memilih penyedia pengalihdayaan yang berada di negara sendiri atau negara tetangga, boleh jadi merupakan siasat bagus dalam bisnis dan pemerintahan yang tetap menginginkan kendali dan penghematan biaya.
Menilai Perusahaan Penyedia Pengalihdayaan
Analisis Titik Impas
Dalam situasi di mana produksi perusahaan diidentifikasi sebagai kandidat yang mungkin untuk dialihdayakan, analisis titik impas dapat diterapkan. Pertama, kita mendefinisikan biaya total internal sebagai:
TCin = Fin + (Vin x Xin)
di mana:
- TCin adalah biaya total dari barang yang diproduksi secara internal
- Fin adalah biaya tetap internal
- Vin adalah variabel biaya / satuan yang diproduksi secara internal
- Xin adalah jumlah total unit yang diproduksi secara internal
Dengan menggunakan pendekatan yang sama, biaya total pengalihdayaannya adalah:
TCout = Fout + (Vout x Xout)
Pada titik impas yang ideal, Xin = Xout dan TCin = TCout. Apabila kita menganggap Xin = Xout, kedua persamaan tersebut dapat dinyatakan kembali sebagai berikut:
Fin + (Vin x X) = Fout + (Vout x X)
Setelah mendapatkan nilai X dengan menggunakan persamaan, kita dapat menghitung berapa unit yang harus dialihdayakan agar dapat mencapai titik impas dalam keseluruhan biaya dari kedua sumber yang mungkin.
X = Fin – Fout
Vout – Vin
Apabila X lebih kecil daripada permintaan yang diharapkan, kita akan memilih sumber dengan biaya tak tetap yang lebih rendah dan biaya tetap yang lebih tinggi. Apabila X lebih besar daripada permintaan yang diharapkan, maka kita akan memilih sumber dengan biaya tetap yang lebih rendah dan biaya tak tetap yang lebih tinggi.
Keuntungan Outsoucing yaitu ;
Penghematan Biaya
Mendapatkan Keahlian dari Luar
Meningkatkan Operasi dan Layanan
Mengonsentrasikan diri pada Kompetensi Inti
Mendapatkan Teknologi dari Luar
Keuntungan Lain
Kerugian Outsourcing yaitu;
Meningkatnya Ongkos Transportasi
Hilangnya Kendali
Menciptakan Saingan Baru di Masa Mendatang
Dampak Buruk terhadap Pegawai: semangat kerja yang menurun apabila fungsinya dialihdayakan, terutama ketika rekan kerjanya kehilangan pekerjaan. Pegawai beranggapan bahwa mungkin selanjutnya merekalah yang akan di PHK dan mungkin memang demikian.
Dampak Jangka Panjang
