Konten dari Pengguna

Dari Siulan ke Trauma: Mengapa Catcalling Bukan Sekadar Candaan

Tania Amanda Sentosa

Tania Amanda Sentosa

Siswa di SMA Citra Berkat

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tania Amanda Sentosa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Catcalling atau pelecehan verbal di ruang publik sering kali dianggap sebagai hal yang sepele, bahkan dinormalisasi sebagai bentuk "guyonan" atau "pujian." Padahal, di balik siulan dan kata-kata tidak senonoh tersebut, terdapat dampak psikologis yang serius bagi korbannya. Catcalling bukan hanya tindakan yang mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan trauma yang berkepanjangan dan berdampak pada kesehatan mental.

Sumber: pixabay.com/Vika_Glitter
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: pixabay.com/Vika_Glitter

Catcalling sering kali terjadi di jalanan, transportasi umum, bahkan di lingkungan kerja. Bentuknya bisa berupa siulan, komentar seksual, tatapan yang tidak diinginkan, hingga panggilan kasar yang ditujukan pada seseorang. Banyak orang beranggapan bahwa catcalling adalah hal yang biasa, bahkan ada yang menyebutnya sebagai "bentuk apresiasi." Namun, bagi korban, pengalaman ini bisa meninggalkan luka emosional yang mendalam.

Dampak Psikologis Catcalling pada Korban

Pelecehan verbal semacam ini dapat menyebabkan berbagai dampak psikologis yang serius, di antaranya:

  1. Kecemasan dan Ketakutan Berlebihan

Korban catcalling sering kali mengalami rasa cemas yang berlebihan ketika harus keluar rumah atau berada di tempat umum. Mereka merasa terus diawasi dan terancam, yang pada akhirnya dapat mengurangi rasa aman dan kebebasan mereka.

  1. Penurunan Rasa Percaya Diri

Komentar negatif dan tidak diinginkan yang diterima korban dapat merusak citra diri mereka. Banyak korban merasa tidak nyaman dengan penampilan mereka sendiri dan akhirnya mengalami penurunan rasa percaya diri.

  1. Gangguan Stres Pasca-Trauma (PTSD)

Dalam beberapa kasus, catcalling dapat menyebabkan trauma jangka panjang. Pengalaman yang terus berulang dapat berkembang menjadi gangguan stres pasca-trauma (PTSD), yang ditandai dengan mimpi buruk, kilas balik, dan gangguan emosional lainnya.

  1. Depresi

Rasa malu, tidak berdaya, dan ketidakadilan yang dirasakan akibat catcalling dapat menyebabkan korban mengalami depresi. Mereka mungkin merasa sendirian dan tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari lingkungan sekitar.

Sumber: pixabay.com/ambermb

Mengapa Catcalling Harus Dihentikan?

Meskipun sering dianggap remeh, catcalling adalah bentuk pelecehan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental korban. Masyarakat perlu memahami bahwa tidak ada alasan untuk mentoleransi perilaku ini. Pendidikan dan kesadaran tentang pentingnya menghormati ruang pribadi orang lain adalah langkah awal dalam mengubah perilaku sosial yang merugikan ini.

Catcalling bukan sekadar candaan atau hal yang bisa dianggap remeh. Ini adalah bentuk pelecehan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental korban. Penting bagi kita semua untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari segala bentuk pelecehan, sehingga setiap individu dapat merasa nyaman dan dihormati di ruang publik.