Kisah Inspiratif Penjual Makanan Keliling Hingga Sukses Menjadi Bos Martabak

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Tulisan dari Tania Putri Nandani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Martabak merupakan salah satu makanan yang mudah ditemukan di Kota Yogyakarta. Makanan yang berasal dari timur tengah ini menjadi salah satu kuliner yang paling banyak digemari warga Yogyakarta terutama pecinta makanan manis.
Selain harganya yang murah, martabak sendiri sangat mudah ditemukan. Bahkan setiap ruas jalan Kota Yogyakarta memiliki kedai yang menjual martabak. Namun tidak semua cita rasa martabak itu sama. Contohnya pedagang keliling yang kini sukses menjadi bos, kini mempunyai 8 cabang dan 2 franchise martabak.
Joko Susilo meninggalkan karirnya sebagai pedagang keliling pada tahun 2012 untuk menjadi pembuat martabak telur dan martabak manis. Ia belajar dari pengamatan langsung ke tempat produksi martabak selama bekerja sebelumnya.
Dengan modal awal Rp 10 juta, setelah 10 tahun beroperasi kini dalam sebulan omzet mencapai hingga Rp 30 juta.
Memang, martabak telur dan martabak manis hanyalah makanan atau jajanan biasa, tidak lazim ditemukan di pasar, jajanan pinggir jalan. Namun karena kejeliannya, saat menjadi penjual makanan keliling dan bergerak di bidang pembuatan martabak, kini merek mertabak telur dan Martabak Aolia Cake Joko Susilo dengan cita rasa yang unik sudah memiliki 8 cabang martabak di wilayah Yogyakarta.
Di sela-sela kesibukannya membuat martabak, bapak dua anak ini mengatakan, awalnya ia tidak memiliki dana untuk membuka toko martabaknya, sehingga ia memanfaatkan usahanya setelah menjadi penjual makanan keliling.
“Saya tidak punya uang untuk memulai usaha, jadi saya mencari uang dengan berjualan makanan keliling sampai saya mendapat 10 juta rupiah untuk memulai perusahaan,” ujarnya yang kini memiliki 17 karyawan.
Pria berusia 32 tahun itu mengaku berjualan martabak telur tidaklah mudah. Usaha wirausahanya mengalami banyak liku-liku, mulai dari menjadi pembuat matabak di tempat orang lain hingga penjual makanan keliling.
Awalnya pria yang akrab dengan Joko Susilo ini beralih berjualan aneka makanan, hingga pada tahun 2012 ia akhirnya memutuskan untuk tidak menjadi penjual keliling, melainkan berjualan martabak telur, dan tokonya bernama MARTABAK AOLIA CAKE.
Kehidupan bisnisnya tidak selalu mulus sebelum dimulainya pandemi COVID-19, yang berdampak pada sistem penjualannya. Namun, Joko sendiri memiliki ide untuk tetap berjualan dan mendapatkan penghasilan dengan memanfaatkan penjualan online di media sosial. Dengan memberikan diskon penjualan yang lebih banyak untuk setiap pembelian, hal ini bertujuan untuk menarik minat konsumen agar tetap membeli produk tersebut.
Hingga saat ini usaha martabak yang dia geluti berjalan lancar dan banyak pelanggan di setiap cabang tokonya. Pendapatan yang dihasilkan dari kerja kerasnya, kini mampu untuk membeli mobil pribadinya, membangun rumah, menyekolahkan anaknya dan membantu kebutuhan kedua orang tuanya hingga saat ini.
Pendapatan yang dihasilkan dari kerja kerasnya, kini mampu untuk membeli mobil pribadinya, membangun rumah, menyekolahkan anaknya dan membantu kebutuhan kedua orang tuanya hingga saat ini.
