Apa Itu Biomaterial?

Mahasiswa Kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Tanti Nurani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
DEFINISI BIOMATERIAL

Biomaterial merupakan suatu material bahan sintetik untuk membuat berbagai alat kesehatan dan dalam penggunaanya yang berinteraksi dengan sistem biologis.
Biasanya biomaterial terbuat dari material alami atau sintetis yang kompatibel dengan tubuh manusia atau organisme lainnya, dan dapat berinteraksi dengan jaringan biologis tanpa menyebabkan reaksi yang merugikan. Biomaterial sering digunakan dalam pembuatan perangkat medis seperti implan, prostetik, perangkat pencitraan medis, perban, dan alat bantu lainnya.
Biomaterial dapat berfungsi untuk memperbaiki (to repair), mengganti (to replace), mendukung (to support) dan mengembalikan (to restore) bagian tubuh manusia.
KLASIFIKASI BIOMATERIAL
Biomaterial berbasis logam, memiliki kekuatan mekanis yang tinggi, tahan terhadap korosi, serta kompatibel dengan jaringan tubuh. Contohnya, Stainless steel titanium, paduan kobalt-khrom
Biomaterial berbasis keramik, memiliki kekerasan yang tinggi, tahan terhadap korosi, serta memiliki kemiripan dengan struktur mineral alami dalam jaringan tubuh. Contohnya, zirconia, alumina, bioglass, hidroksiapatit.
Biomaterial berbasis polimer, memiliki karakteristik yang bervariasi dari elastomerik hingga termoplastik, dapat diresorpsi atau tidak, biokompatibel, dan dapat dirancang ulang sesuai kebutuhan aplikasinya. Contohnya, nilon, polilaktid, polietilen, polyester, poli-asam laktat
Biomaterial berbasis komposit, menggabungkan sifat-sifat dari bahan konstituennya (Sifat paduan), seperti kekuatan mekanis dari logam dan biokompatibilitas dari polimer. Contohnya, Hidroksiapatit/kitosan/alginat, nilon/TKKS, PLA/enaf, PLA/HA, LA/epoxy, dsb.
KONSEP BIOMATERIAL SEBAGAI ALAT KESEHATAN (Perangkat Biomedis)
Ruang lingkup biomaterial sebagai alat kesehatan terdiri dari:
Agen pengantar obat
Implan medis
Penyembuhan luka
Perancah Biojaringan
Konjugasi biomolekul
Biomaterial antimikroba
beberapa contoh biomaterial sebagai alat kesehatan
a). Biomaterial sebagai implant ortopedi
Mengacu pada bahan-bahan yang digunakan untuk membuat perangkat medis atau implan yang ditanamkan ke dalam tubuh untuk memperbaiki atau menggantikan bagian dari sistem muskuloskeletal yang rusak atau cacat. Implan ortopedi bertujuan untuk memperbaiki fungsi dan struktur tulang, sendi, atau jaringan lunak yang mengalami masalah seperti cedera, kerusakan, ataupun penyakit. implan ortopedi harus memiliki kriteria yang penting yaitu: biokompatibilitas yaitu dapat diterima oleh tubuh tanpa menimbulkan efek negatif seperti inflamasi, kekuatan dan ketahanan yang cukup menahan beban dan tekanan yang dikenakan pada tulang atau sendi yang diperbaiki, kekakuan yang sesuai dengan jaringan yang ditempatinya.
b). Biomaterial sebagai restorasi gigi
Mengacu pada bahan-bahan yang digunakan dalam prosedur restoratif gigi untuk memperbaiki atau mengganti bagian gigi yang rusak atau hilang. Restorasi gigi bertujuan untuk mengembalikan fungsi, estetika, dan struktur gigi yang terpengaruh oleh karies, trauma, atau kondisi lainnya.
c). Biomaterial sebagai pengantar obat
Mengacu pada bahan-bahan yang digunakan untuk mengantarkan atau mengirimkan obat-obatan ke dalam tubuh manusia dengan tujuan tertentu. Agar obat dapat mencapai sasaran secara efektif, seringkali diperlukan sistem pengiriman yang tepat, terutama jika obat tersebut memiliki sifat-sifat tertentu yang memerlukan perlindungan dari kondisi lingkungan dalam tubuh atau memerlukan pengantaran yang terarah ke lokasi spesifik dalam tubuh.
d). Biomaterial sebagai sensor biomedis
Biomaterial sebagai sensor medis berfungsi untuk mendeteksi atau memonitor berbagai parameter biologis atau klinis dalam tubuh. Misalnya, mereka dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi zat tertentu dalam cairan tubuh, seperti glukosa dalam darah untuk penderita diabetes atau kadar ion dalam cairan tubuh lainnya.
Selain sebagai alat untuk biomedis, biomaterial juga digunakan pada beberapa bidang seperti tekstil, dan lingkungan. pada bidang tekstil biomaterial digunakan sebagai agen hidrofobik sehingga material kain dapat menjadi anti air atau tidak lembab. dan pada bidang lingkungan biomaterial dapat digunakan sebagai adsorben seperti pada biomaterial berbasis komposit banyak digunakan sebagai adsorben misalnya komposit kitosan-clay sebagai adsorben dalam penyerapan ion clorida (Cl-) pada air payau.
Sumber:
Sukmana, I., Risano, A, Y, E., dkk. (2022). Perkembangan dan Aplikasi Biomaterial dalam Bidang Kedokteran Modern: A Review. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi.
S. Elystia, S. Ananda, and D. Fitria, “Aplikasi Beads Komposit Chitosan – Clay Sebagai Adsorben dalam Penyerapan Ion Klorida (Cl-) Pada Air Payau,” J. Sains Teknologi. Lingkungan., vol. 9, no. 3, pp. 450–465, 2023, doi: 10.29303/jstl.v9i3.362.
Mahyudin, F., dan Hermawan, H. (2016). Biomaterials and Medical Devices: A Perspective from an Emerging Country. Heidelberg: Springer.
Tanti Nurani, Mahasiswa Kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
