Tim KKNT IPB Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan secara Door-to-Door di Leuwimekar

Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem yang merupakan Tim publikasi KKNT-Keamanan Pangan IPB University Desa Leuwimekar 2026
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Musa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

LEUWIMEKAR, Kab. Bogor Mengubah kebiasaan masyarakat terkait higiene dan sanitasi pangan membutuhkan pendekatan yang lebih personal dan dekat. Mengadaptasi strategi tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Keamanan Pangan IPB University melaksanakan program SAPA PANGAN dan SIGAP melalui metode door-to-door atau jemput bola langsung ke rumah warga dan lokasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Leuwimekar pada Jumat, 17 Juli 2026.
Langkah inovatif ini diambil oleh tim mahasiswa untuk mengatasi kendala waktu yang sering dialami oleh para pelaku usaha rumahan. Banyak dari mereka yang harus memproduksi dagangan sejak pagi hari, sehingga kesulitan jika harus menghadiri sosialisasi yang terpusat di balai desa.
Melalui program SAPA PANGAN (Sadar Praktik Aman Pangan), mahasiswa IPB University mendatangi area dapur atau tempat produksi UMKM. Di sana, mereka tidak sekadar memberikan teori, tetapi langsung melihat dan memberikan masukan terkait praktik Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
"Dengan turun langsung ke dapur produksi, kami bisa melihat kondisi riil di lapangan. Kami mengedukasi pelaku usaha mengenai cara memisahkan bahan mentah dan matang, pentingnya kebersihan alat, hingga sirkulasi udara yang baik. Pendekatan dari hati ke hati ini membuat warga lebih terbuka menerima masukan tanpa merasa digurui," jelas Musa, perwakilan mahasiswa KKNT IPB University.
Selain fokus pada produsen, mahasiswa juga mengintegrasikan program SIGAP (Sinergi Gerakan Aman Pangan) saat berkunjung ke rumah-rumah warga selaku konsumen. Edukasi diberikan mengenai cara memilih jajanan yang aman, pentingnya membaca label kemasan, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga. Sinergi ini dibangun dari lingkup terkecil agar tercipta kesadaran kolektif yang kuat di masyarakat desa.
Ibu Fuji, salah satu warga Desa Leuwimekar yang dikunjungi, mengapresiasi metode jemput bola yang dilakukan para mahasiswa. "Saya sangat berterima kasih karena adik-adik mahasiswa mau repot-repot datang ke dapur saya. Sambil saya membuat sambal, mereka ajak ngobrol dan kasih tahu cara kemas yang lebih bersih supaya produk saya awet. Penjelasannya sangat gampang dimengerti," ungkapnya.
Melalui sosialisasi door-to-door ini, tim KKNT Keamanan Pangan IPB University berharap edukasi yang diberikan dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi yang terjalin antara mahasiswa, produsen UMKM, dan masyarakat ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Desa Leuwimekar yang mandiri dan sadar akan pentingnya keamanan pangan berkelanjutan.
