Konten dari Pengguna

Mahasiswa BIPA UNY Antusias Eksplorasi Warna Alam dalam Lokakarya Ecoprint

Tarissa Noviyanti Az Zahra

Tarissa Noviyanti Az Zahra

Saya merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta!

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tarissa Noviyanti Az Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Upaya untuk mengolah sampah organik menjadi ramah lingkungan para mahasiswa BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Universitas Negeri Yogyakarta mengadakan Lokakarya Ecoprint (21/4/2025). Ecoprint merupakan teknik pencetakan yang menggunakan bahan-bahan organik seperti daun, bunga, dan batang tanaman untuk menghasilkan pola pada kain. Pada konsep ecoprint didasarkan pada bahan organik yang digunakan dalam proses pencetakan akan meresap ke dalam serat kain, membentuk pola alami yang beragam. Variasi warna dan motif yang dihasilkan dipengaruhi oleh karakteristik dan kandungan pigmen yang berbeda pada setiap jenis tanaman, sehingga menciptakan keunikan pada tiap hasil cetakan kain.

Foto bersama Lokakarya Ecoprint BIPA UNY - Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama Lokakarya Ecoprint BIPA UNY - Dokumentasi Pribadi

Kegiatan Lokakarya Ecoprint BIPA UNY bertempat di Pendopo Tejakusumo FBSB UNY. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh BIPA UNY di bawah Unit Usaha Kinarya. Secara keseluruhan terdapat 37 mahasiswa asing dan tutor BIPA UNY yang mengikuti kegiatan ini.

Tujuan diadakannya lokakarya ecoprint karena bagian dari salah satu mata kuliah yang diikuti mahasiswa BIPA FBSB, yaitu pada kelas budaya. “Alasan kami memilih lokakarya ecoprint karena salah satu produk budaya yang bernilai jual cukup tinggi dan memiliki proses yang tidak terlalu rumit. Sehingga produk hasil lokakarya tersebut bisa dibawa kembali ke negara asal sebagai suvenir. Selain itu, sebelumnya kami sudah pernah mengadakan lokakarya lain seperti karawitan, angklung, tari, dan batik” jelas Yudesti Wulan Hapsari selaku mantan koordinator tutor BIPA UNY (26/4/2025).

Menyusun daun dikain - Dokumentasi Pribadi

Proses pembuatan ecoprint ini dengan membuat pola daun sesuai keinginan, menata daun sesuai pola, memberikan pukulan di daunnya agar memunculkan warna alami, menggulung bahan, mengukus kain, dan membuka kain setelah proses pengukusan. Material yang digunakan dalam lokakarya ecoprint ini terdapat dua yaitu kaos dan scarf linen, masing-masing mahasiswa memilih salah satu. Dengan menggunakan bahan-bahan organik, ecoprint mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh pencetakan konvensional dan memastikan bahwa pencetakan kain tersebut menjadi lebih aman serta ramah lingkungan.

Hasil karya ecoprint mahasiswa asing BIPA UNY yaitu Lu Han - Dokumentasi Pribadi

Antusiasme peserta lokakarya ecoprint sangat tinggi. Para peserta sangat aktif dalam praktik, mencoba berbagai jenis daun, teknik pewarnaan, dan mendalami karakteristik bahan alami yang digunakan. Salah satu mahasiswa asing BIPA UNY yaitu Lu Han mengungkapkan ketertarikannya dalam mengikuti lokakarya ecoprint “Aku tertarik mengikuti acara ini karena hal ini merupakan pengalaman baru yang unik dan menyenangkan. Aku penasaran bagaimana daun-daun bisa meninggalkan warna dan bentuknya di kain hanya dengan proses sederhana seperti dikukus. Selain itu, aku juga suka ide ramah lingkungan yang dibawa oleh teknik ini. Selama kegiatan, aku merasa sangat dekat dengan alam, dan hasil karya yang kubuat terasa sangat personal dan bermakna” tuturnya.

“Pengalaman yang paling berkesan bagiku adalah saat membuka kain setelah proses pengukusan selesai. Rasanya seperti membuka hadiah. Aku nggak tahu hasilnya akan seperti apa, tapi ternyata motif daunnya muncul dengan sangat cantik dan alami. Momen itu bikin aku merasa bangga karena semuanya aku buat sendiri, dari memilih daun sampai menyusun pola. Selain itu, suasana kerja sama dan keseruan bersama teman-teman juga membuat acara ini jadi pengalaman yang nggak terlupakan bagiku” ujar Lu Han mahasiswa BIPA UNY yang berasal dari Tiongkok.

Hasil karya ecoprint mahasiswa asing BIPA UNY yaitu Lu Han - Dokumentasi Pribadi

Secara keseluruhan, peserta lokakarya ecoprint memperoleh kesan yang positif serta pengetahuan yang komprehensif mengenai teknik pewarnaan alami. “Sebelumnya aku tidak tahu bahwa warna alami dari daun bisa dipindahkan ke kain dengan cara yang begitu sederhana dan ramah lingkungan. Sekarang aku jadi tahu tentang teknik dasar ecoprint, termasuk cara memilih daun, menyusun pola, dan proses pengukusannya. Hal yang paling menarik yaitu ketika aku belajar bahwa penampilan daun tidak selalu mencerminkan hasil warnanya. Misalnya, daun ketapang kelihatannya cerah tapi hasil cetaknya justru cenderung gelap. Sebaliknya, daun jati yang terlihat biasa saja ternyata bisa menghasilkan warna merah yang terang. Menurutku, hal ini adalah pengalaman belajar yang menyenangkan dan membuka wawasan” jelas Lu Han (26/4/2025).

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami proses teknis ecoprint mulai dari pemilihan daun, pencetakan, hingga munculnya warna alami. Selain itu, para peserta juga mendapatkan wawasan tentang pentingnya pelestarian lingkungan melalui praktik. Lokakarya ini juga memberikan pengalaman langsung yang memperkuat pemahaman mereka tentang hubungan antara seni, alam, dan kreativitas.