Konten dari Pengguna

Sintaksis, Ilmu Pengaturan Kata dalam Bahasa

Tasya Apriliantie

Tasya Apriliantie

Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tasya Apriliantie tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber gambar : dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
sumber gambar : dokumen pribadi

PENGERTIAN SINTAKSIS

Sintaksis adalah bagian atau cabang ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frasa. Sintaksis berasal dari bahasa Yunani "syntaxis," yang berarti "mengatur bersama." Sintaksis mempelajari bagaimana kata-kata digabungkan untuk membentuk unit-unit yang lebih besar seperti frasa, klausa, dan kalimat.

OBJEK KAJIAN (SATUAN) SINTAKSIS

  • FRASA

Frasa adalah sekumpulan kata yang membentuk satu kesatuan makna, tetapi tidak memiliki subjek dan predikat sendiri. Contoh : "rumah besar," "sangat cepat."

  • KLAUSA

Klausa adalah sekumpulan kata yang memiliki subjek dan predikat. Contoh : "Dia pergi ke pasar."

  • KALIMAT

Kalimat adalah suatu ujaran yang mengungkapkan suatu konsep pikiran atau perasaan yang utuh. Satuan bahasa ini secara relatif dapat berdiri sendiri atau terdiri dari beberapa klausa yang membentuknya.

ANALISIS FUNGSI SINTAKSIS

Fungsi sintaksis meliputi : subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.

1. FUNGSI SUBJEK

Subjek adalah bagian kalimat yang menjadi pokok pembicaraan atau yang dijelaskan oleh predikat. Dalam analisis fungsi sintaksis, subjek ditandai dengan s kapital (S).

CIRI FUNGSI SUBJEK

  • Bisa diikuti kata "bahwa".

  • Jawaban dari "apa" atau "siapa".

  • Berupa kata benda atau kelompok kata benda.

  • Bisa disertai kata "ini" atau "itu".

  • Bisa diikuti kata "yang".

  • Tidak memakai kata depan seperti "di", "ke", "dari".

2. FUNGSI PREDIKAT

Predikat adalah bagian kalimat yang menjelaskan atau membicarakan subjek, biasanya berupa tindakan atau keadaan. Predikat ditandai dengan menggunakan p besar (P).

CIRI FUNGSI PREDIKAT

  • Menjelaskan pokok kalimat.

  • Biasanya langsung setelah subjek.

  • Sering berupa kata kerja atau kelompok kata kerja.

  • Bisa diberi partikel "-lah".

  • Menjawab pertanyaan "apa yang dilakukan" atau "bagaimana".

3. FUNGSI OBJEK

objek adalah sesuatu yang dikenai tindakan oleh subjek. Fungsi objek (O).

CIRI FUNGSI OBJEK

  • Berupa kata benda atau kelompok kata benda.

  • Berada langsung setelah predikat.

  • Bisa diganti dengan enklitik -nya, -ku, -mu.

  • Bisa menjadi subjek jika kalimat diubah menjadi pasif.

4. PELENGKAP

Pelengkap adalah bagian kalimat yang melengkapi informasi yang diberikan oleh predikat. Pelengkap (pel.) terkadang bentuknya mirip dengan objek karena sama-sama diisi oleh nomina atau frasa nominal.

CIRI FUNGSI PELENGKAP

  • Diperlukan oleh kata kerja dengan prefiks ber-, di-, atau ter-.

  • Diperlukan oleh kata kerja yang butuh dua objek.

  • Terletak di belakang predikat atau objek.

  • Tidak bisa diganti dengan pronomina -nya.

5. KETERANGAN

Keterangan (ket.) merupakan unsur kalimat yang memberikan keterangan (waktu, tempat, dsb) pada kalimat. Sebagian besar unsur keterangan merupakan unsur tambahan dalam kalimat.

CIRI FUNGSI KETERANGAN

  • Umumnya merupakan keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat.

  • Bisa berpindah tanpa mengubah arti kalimat.

  • Berupa kata keterangan atau kata sifat.

PERAN SINTAKSIS

Peran sintaksis adalah makna atau fungsi tertentu yang diberikan kepada elemen-elemen dalam kalimat. Ini mencakup berbagai makna seperti tindakan, kepemilikan, pelaku, penerima, dan lainnya. Contohnya adalah bagaimana sintaksis membedakan kalimat aktif dan pasif.

Pengertian kalimat aktif dan pasif

  • Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat di mana subjek melakukan tindakan terhadap objek. Dalam bahasa Indonesia, kalimat aktif biasanya ditandai dengan prefiks meng- pada verba.

Contoh Kalimat Aktif :

"Budi membuka pintu." (Budi = subjek, membuka = predikat, pintu = objek)

  • Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat di mana subjek dikenai tindakan oleh objek. Untuk mengubah kalimat aktif menjadi pasif, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Pertukarkan Subjek dan Objek

  2. Ganti Prefiks Verba

  3. Tambahkan Kata "oleh"

Contoh Kalimat Pasif :

"Pintu dibuka oleh Budi." (Pintu = subjek, dibuka = predikat, oleh Budi = keterangan/pelaku)