Sintaksis, Ilmu Pengaturan Kata dalam Bahasa

Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tasya Apriliantie tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PENGERTIAN SINTAKSIS
Sintaksis adalah bagian atau cabang ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frasa. Sintaksis berasal dari bahasa Yunani "syntaxis," yang berarti "mengatur bersama." Sintaksis mempelajari bagaimana kata-kata digabungkan untuk membentuk unit-unit yang lebih besar seperti frasa, klausa, dan kalimat.
OBJEK KAJIAN (SATUAN) SINTAKSIS
FRASA
Frasa adalah sekumpulan kata yang membentuk satu kesatuan makna, tetapi tidak memiliki subjek dan predikat sendiri. Contoh : "rumah besar," "sangat cepat."
KLAUSA
Klausa adalah sekumpulan kata yang memiliki subjek dan predikat. Contoh : "Dia pergi ke pasar."
KALIMAT
Kalimat adalah suatu ujaran yang mengungkapkan suatu konsep pikiran atau perasaan yang utuh. Satuan bahasa ini secara relatif dapat berdiri sendiri atau terdiri dari beberapa klausa yang membentuknya.
ANALISIS FUNGSI SINTAKSIS
Fungsi sintaksis meliputi : subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.
1. FUNGSI SUBJEK
Subjek adalah bagian kalimat yang menjadi pokok pembicaraan atau yang dijelaskan oleh predikat. Dalam analisis fungsi sintaksis, subjek ditandai dengan s kapital (S).
CIRI FUNGSI SUBJEK
Bisa diikuti kata "bahwa".
Jawaban dari "apa" atau "siapa".
Berupa kata benda atau kelompok kata benda.
Bisa disertai kata "ini" atau "itu".
Bisa diikuti kata "yang".
Tidak memakai kata depan seperti "di", "ke", "dari".
2. FUNGSI PREDIKAT
Predikat adalah bagian kalimat yang menjelaskan atau membicarakan subjek, biasanya berupa tindakan atau keadaan. Predikat ditandai dengan menggunakan p besar (P).
CIRI FUNGSI PREDIKAT
Menjelaskan pokok kalimat.
Biasanya langsung setelah subjek.
Sering berupa kata kerja atau kelompok kata kerja.
Bisa diberi partikel "-lah".
Menjawab pertanyaan "apa yang dilakukan" atau "bagaimana".
3. FUNGSI OBJEK
objek adalah sesuatu yang dikenai tindakan oleh subjek. Fungsi objek (O).
CIRI FUNGSI OBJEK
Berupa kata benda atau kelompok kata benda.
Berada langsung setelah predikat.
Bisa diganti dengan enklitik -nya, -ku, -mu.
Bisa menjadi subjek jika kalimat diubah menjadi pasif.
4. PELENGKAP
Pelengkap adalah bagian kalimat yang melengkapi informasi yang diberikan oleh predikat. Pelengkap (pel.) terkadang bentuknya mirip dengan objek karena sama-sama diisi oleh nomina atau frasa nominal.
CIRI FUNGSI PELENGKAP
Diperlukan oleh kata kerja dengan prefiks ber-, di-, atau ter-.
Diperlukan oleh kata kerja yang butuh dua objek.
Terletak di belakang predikat atau objek.
Tidak bisa diganti dengan pronomina -nya.
5. KETERANGAN
Keterangan (ket.) merupakan unsur kalimat yang memberikan keterangan (waktu, tempat, dsb) pada kalimat. Sebagian besar unsur keterangan merupakan unsur tambahan dalam kalimat.
CIRI FUNGSI KETERANGAN
Umumnya merupakan keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat.
Bisa berpindah tanpa mengubah arti kalimat.
Berupa kata keterangan atau kata sifat.
PERAN SINTAKSIS
Peran sintaksis adalah makna atau fungsi tertentu yang diberikan kepada elemen-elemen dalam kalimat. Ini mencakup berbagai makna seperti tindakan, kepemilikan, pelaku, penerima, dan lainnya. Contohnya adalah bagaimana sintaksis membedakan kalimat aktif dan pasif.
Pengertian kalimat aktif dan pasif
Kalimat Aktif
Kalimat aktif adalah kalimat di mana subjek melakukan tindakan terhadap objek. Dalam bahasa Indonesia, kalimat aktif biasanya ditandai dengan prefiks meng- pada verba.
Contoh Kalimat Aktif :
"Budi membuka pintu." (Budi = subjek, membuka = predikat, pintu = objek)
Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat di mana subjek dikenai tindakan oleh objek. Untuk mengubah kalimat aktif menjadi pasif, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
Pertukarkan Subjek dan Objek
Ganti Prefiks Verba
Tambahkan Kata "oleh"
Contoh Kalimat Pasif :
"Pintu dibuka oleh Budi." (Pintu = subjek, dibuka = predikat, oleh Budi = keterangan/pelaku)
