Apakah Workaholism berhubungan dengan Work Life Balance ?

Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Manusia di Politeknik Ketenagakerjaan
Tulisan dari Tasya Arianti Puji L tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kamu pernah melihat seseorang yang rajin bekerja? bahkan melupakan hal lain di luar pekerjaan. Mungkin kamu beranggapan bahwa seseorang itu pekerja keras sehingga sangat focus dalam bekerja. Tetapi bisa jadi orang itu adalah seorang workaholic. Workholic merupakan istilah bagi seseorang yang kecanduan bekerja. Lalu, apa perbedaan workaholism dengan workaholic? Apa ada hubungannya dengan work life balance? Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak artikel berikut.
Perbedaan workaholism dengan workaholic
Sering kali kita melihat seseorang yang sangat rajin bekerja dan selalu mengisi kegiatannya dengan bekerja terus-menerus. Kita mungkin berpikir bahwa mereka adalah orang yang pekerja keras, padahal itu adalah hal yang berbeda. Jadi, workaholism adalah kondisi seseorang yang merasakan paksaan atau kebutuhan dalam diri untuk terus-menerus bekerja dan tidak dapat dikendalikan atau biasa dikenal kecanduan bekerja. Sedangkan workaholic adalah orang yang memiliki atau mengalami workaholism.
Workaholic dengan pekerja keras merupakan hal berbeda. Kenapa? karena orang yang pekerja keras menyelesaikan pekerjaan dengan cara efektif dan produktif. Orang pekerja keras memiliki work life balance. Sedangkan, workaholic mereka menghabiskan seluruh waktunya hanya dengan bekerja, karena mereka bekerja dengan penuh ambisius.
Workaholic dan work life balance
Seperti kita ketahui bahwa workaholic adalah sebutan untuk seseorang yang kecanduan bekerja. Lalu, apa kaitannya dengan work life balance?. Work life balance merupakan kondisi menyeimbangkan antara pekerjaan dengan hal di luar pekerjaan. Jadi, mereka membagi waktu kapan mereka bekerja dan kapan mereka melakukan aktivitas lain seperti, berkumpul dengan keluarga, melakukan hobby, traveling dan lainnya. Mereka yang workaholic berarti tidak menerapkan work life balance. Banyak dampak yang didapatkan jika terus-menerus menjadi workaholic. Oleh karena itu, untuk mencegah ataupun mengatasi workaholic adalah menerapkan work life balance dengan baik.
