Ayah Sang Pekerja Keras dan Penyayang

Mahasiswa Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta
Tulisan dari Natasya Maulidiawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ayah adalah seseorang yang sangat berjasa bagi anak-anaknya. Ayah rela melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Ayah juga rela bekerja keras hingga larut malam demi membahagiakan keluarganya, rela membanting tulang untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Ayah memikul tanggung jawab yang besar tanpa bisa dibagikan sedikitpun.
Perawakan kurus tinggi, dengan sepasang bola matanya yang tajam namun ramah itulah sosok Ayahku. Aku selalu melihat matanya yang kelelahan setiap pulang bekerja. Namun, tak pernah sekalipun aku mendengar bibirnya mengucapkan kata lelah kepada keluarga. Ayah selalu memberikan senyuman terbaiknya ketika telah sampai di rumah.
Setiap hari libur, Ayahku selalu menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Di masa ini, kami tidak bisa berlibur keluar rumah, karena harus mengurangi mobilitas di masa pandemi. Namun, dengan kami menonton tayangan di televisi bersama-sama, itu pun sudah membuat kami dipenuhi dengan canda dan tawa yang begitu bahagia. Ayahku tidak pernah kenal lelah untuk terus bekerja dan membahagiakan keluarganya.
Ayahku tidak pernah memaksaku untuk bekerja keras sepertinya. Ayahku hanya sering memberiku nasihat agar aku bisa menjadi anak yang baik dan berani. Aku akan mematuhi segala nasihat ayahku. Bagiku, ayah adalah segalanya. Dia adalah ayahku sang pekerja keras dan penyayang. (Natasya Maulidiawati/Politeknik Negeri Jakarta).
