Konten dari Pengguna

Malas Bekerja saat Puasa

Tatang

Tatang

ASN di Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN . Saat ini bertugas di Kebun Raya Cibodas-BRIN , jabatan Pranata Humas Muda.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa adalah ibadah yang diperintahkan dan dianjurkan bagi umat Islam. Puasa wajib di bulan Ramadhan adalah puasa yang diperintahkan untuk dilaksanakannya, sebagaimana firman Allah yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Q.S. Al Baqarah:183).

Puasa di bulan Ramadhan termasuk juga salah satu rukun Islam, tidak sempurna Islam seseorang jika tidak menjalankan puasa Ramadhan. Puasa wajib jika dilaksanakan maka akan mendapat pahala, dan apabila tidak melaksanakannya akan mendapat dosa.

Puasa Sunah adalah puasa yang dalam pelaksanaannya tidak diwajibkan, akan tetapi sangat dianjurkan, Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam menganjurkan untuk melaksanakan puasa sunah yang bisa dilakukan di waktu-waktu tertentu dan ada juga puasa sunah yang dapat dilakukan pada waktu kapan saja.

Dalam melaksanakan ibadah puasa setiap individu akan merasakan pengalaman yang berbeda. Bagi yang belum terbiasa melaksanakannya tentu akan merasakan kelelahan terutama pada awal-awal di bulan Ramadhan.

Secara fisik tentu akan mengalami perubahan adaptasi terutama perpindahan jam makan, waktu tidur dan penambahan aktivitas di malam hari.

Contohnya rutinitas saya setiap hari di luar ramadhan biasanya bangun pada jam 04.35 untuk melaksanakan salat subuh, mandi pagi jam 06.25, sarapan pagi jam 06.45 kemudian berangkat ke kantor untuk bekerja pada jam 07.00.

Makan siang pada jam 12.00, kembali bekerja lagi sampai waktu pulang jam 16.00 (jam kerja senin sampai kamis), pulang dari kantor sampai di rumah istirahat.

Makan sore jam 17.00, salat magrib jam 18.00 dilanjutkan salat isya jam 19.00 dan diakhiri dengan tidur pada jam 22.00.

Sedangkan rutinitas saya pada bulan Ramadhan bangun tidur jam 03.00 untuk persiapan makan sahur, makan sahur jam 03.30 sampai menunggu waktu imsak jam 04.24, kemudian salat subuh jam 04.35 dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an sampai jam 06.00, mandi pagi jam 06.25, kemudian berangkat ke kantor/bekerja pada jam 07.00.

Rutinitas kantor sampai jam 15.00, kembali, pulang dari kantor sampai di rumah salat ashar kemudian istirahat/tidur, melanjutkan tadarus Al-Qur’an pada jam 17.00-sampai menjelang buka puasa.

Buka puasa makan tak’jil pada jam 18.00, salat magrib jam 18.05 dilanjutkan dengan makan berat jam 18.15 sampai jam 18.30. Salat

Foto: Freepik.com

Isya jam 19.00 dilanjutkan dengan salat tarawih sampai jam 20.05, dan tidur jam 21.30.

Dari perubahan rutinitas yang saya lakukan di atas tentunya sedikit berdampak pada kondisi fisik saya, karena tubuh akan menyesuaikan lagi dengan kebiasaan saya yang baru.

Di kantor biasanya merasakan masih ngantuk, kemudian menjelang siang jam 11.00 sampai jam 12.00 merasa lelah dan lapar dengan perut berbunyi ‘krucuk-krucuk’ sehingga pada awal-awal melaksanakan puasa saya merasakan malas bekerja.

Kondisi seperti itu hanya dirasakan pada awal-awal puasa dan hari berikutnya Alhamdulillah semua menjadi terbiasa bahkan terasa lebih sehat, sehingga tidak ada alasan lagi untuk bermalas-malasan, apalagi dibarengi dengan niat yang kuat untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan yang dilakukan sebulan sekali dalam setahun.

Manfaat puasa

Dikutip dari laman Halodoc, bahwa puasa bermanfaat bagi kondisi kesehatan tubuh, bahkan, puasa disebut bisa memberi dampak baik secara psikis. Orang yang menjalankan puasa disebut lebih mampu dalam mengatasi stres dan depresi. itu merupakan dampak dari “belajar mengendalikan diri” selama berpuasa. Selain itu, berpuasa juga bisa memberi manfaat sehat lain untuk tubuh.

Berikut manfaat melaksanakan puasa; Menyehatkan jantung, puasa ternyata sudah dikaitkan dengan kondisi kesehatan organ jantung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung. Orang yang berpuasa disebut memiliki jantung yang lebih sehat dibanding yang tidak berpuasa. Menurunkan risiko kanker.

Puasa juga disebut bisa membantu menurunkan risiko penyakit kanker. Itu terjadi karena selama puasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang. Kondisi tersebut dibarengi dengan menurunnya pertumbuhan sel akibat terbatasnya asupan. Namun, ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Mengurangi risiko terinfeksi penyakit, Jika diiringi dengan pola makan sehat, puasa bisa membantu menjauhkan berbagai penyakit. Rutin berpuasa dengan benar dapat membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar, dan penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis.

Mendapatkan berat badan ideal, pembakaran lemak menjadi energi membantu mengurangi berat badan. Itu yang kemudian membuat puasa bisa memberi dampak berupa penurunan berat badan. Selain membantu mewujudkan berat badan ideal, penurunan berat badan juga baik untuk mengendalikan diabetes dan tekanan darah.

Tips agar tidak lemas saat berpuasa

Berikut ini tips penting menjalankan puasa tanpa kekurangan energi, seperti dikutip dari laman Muslim Okezone, 8 Kiat agar Tak Lemas Saat Puasa.

Niat kuat, kunci utama agar ibadah puasa Anda bisa lancar adalah niat yang kuat. Ini juga termasuk dalam rukun puasa yang menentukan diterima atau tidak ibadah puasa Ramadhan yang Anda jalankan. Niatkan dengan kuat bahwa Anda ingin menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebagai bentuk ketaatan pada ajaran Islam yang Anda yakini.

Menu sahur berkualitas, pastikan menu sahur yang di konsumsi, berkualitas. Kunci makanan berkualitas adalah alami, mudah dicerna, bukan makanan prosesan yang mengandung pengawet, pastikan juga makanan tersebut mengalami proses pemasakan yang singkat dan tidak berlebihan.

Anda bisa menimbang menu diet sehat ala food combining yang merekomendasikan buah sebagai menu yang paling tepat dikonsumsi di jam sahur. Buah mudah dicerna oleh tubuh sehingga tubuh tidak kehabisan energi mencerna makanan sahur. Efeknya, di pagi hari setelah sahur, Anda bisa lebih berenergi menjalankan aktivitas seharian kendati tengah berpuasa.

Bersahur dengan menu beraneka macam dan porsi banyak justru akan membuat pencernaan Anda bekerja keras setelah itu. Imbasnya, Anda malah lebih cepat lapar dan lemas karena energi tubuh sudah banyak dihabiskan untuk mencerna makanan tersebut.

Hindari zat diuretic, ini mungkin jadi kabar menyebalkan bagi Anda penggemar kopi atau teh. Tapi, supaya ibadah puasa berjalan lancar dan menyenangkan, konsumsi teh dan kopi perlu dihindari atau paling tidak diminimalisasi. Mengapa?

Teh dan kopi mengandung zat yang bersifat diuretik. Zat ini membuat tubuh Anda kehilangan cairan lebih cepat melalui urinasi. Jangan meminum dua jenis minuman ini ketika sahur supaya cairan dalam tubuh Anda mencukupi sampai waktunya beduk Maghrib tiba. Bila memang sulit meninggalkan kebiasaan meminum dua minuman ini, Anda bisa menyeduh kopi atau teh saat berbuka puasa saja

Minum air putih berkualitas, perbanyaklah minum air putih berkualitas agar puasa Anda bisa lebih ringan. Ketika sahur, minumlah paling tidak 3 gelas air putih. Ketika berbuka, utamakan air putih yang hangat ketimbang air es yang manis apalagi yang bersantan seperti kolak. Konsumsi air putih dalam sehari minimal 8 gelas.

Jangan tinggalkan olahraga, walau sedang berpuasa, berolahraga tetap perlu Anda jalankan. Namun, agar tidak kehabisan energi, Anda bisa memilih olahraga ringan seperti jalan cepat, joging ringan, bersepeda atau yoga ringan atau pilates, dan lain sebagainya.

Tidak perlu berlebihan saat buka puasa, berbukalah dengan menu yang simpel, sehat dan secukupnya. Misalnya, ketika beduk Maghrib ditabuh, berbukalah dengan air putih hangat lalu lanjutkan dengan mengudap salad buah segar atau buah potong yang banyak mengandung air.

Bila memakan salad buah, tidak perlu ditambah pemanis buatan atau mayones. Buah sudah cukup enak dimakan apa adanya. Setelah salat Tarawih, Anda bisa melanjutkan makan dengan menu lebih lengkap. Menu berbuka juga perlu Anda perhatikan dengan lebih saksama.

Porsi sayuran segar harus cukup banyak ketimbang karbohidrat dan protein. Bila memungkinkan, Anda bisa mengkonsumsi jus sayuran sebagai menu penutup di malam hari, 2 jam sebelum tidur.

Hindari junkfood, batasi mengkonsumsi junkfood atau makanan rendah nutrisi. Selain kurang bergizi, makanan fastfood juga cukup berat dicerna oleh tubuh.

Tidur yang cukup, pastikan Anda bisa mengatur waktu dengan baik sehingga kebutuhan waktu untuk beribadah bisa dipenuhi dan kebutuhan beristirahat juga tidak terganggu. Kebutuhan tidur paling tidak 8 jam dalam sehari. Usahakan tidur sebelum jam 11 malam. Demikianlah beberapa rahasia tetap bugar dan diet sehat saat puasa. (www.muslim.okezone.com, 2019)

Semoga puasa pada bulan Ramadhan tahun ini kita diberikan kekuatan dalam menjalankannya dan ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Selamat menjalankan ibadah Puasa 1442 hijriah.