Alasan Megawati Selalu Teriak 'Merdeka'

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjelaskan alasan dirinya selalu meneriakkan kata "Merdeka" dalam setiap momentum.
Menurut Megawati, teriakan "Merdeka" bukan sekadar seruan dalam upacara. Tradisi tersebut mengingatkan kembali tekad para pejuang Indonesia saat memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan.
Hal itu disampaikan Megawati saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (17/8).
Megawati awalnya mengajak peserta upacara meneriakkan "Merdeka" sebanyak tiga kali.
Dia kemudian menjelaskan pengalaman saat masih kecil ketika bertanya kepada para pejuang yang kerap berkumpul di Istana Merdeka ketika Soekarno masih menjadi Presiden RI.
"Mengapa saya ketika sering meneriakkan kata merdeka, saya seperti dilecehkan? 'Sudah merdeka tapi masih teriak-teriak merdeka'," kata Megawati.
"Saya bertanya, 'Kenapa sih kok mesti teriak merdeka-merdeka?'. (Dijawab) 'Oh, karena kita pada waktu itu sudah mempunyai tekad: Kalau tidak merdeka lebih baik mati'," sambungnya.
Menurut Megawati, tekad tersebut kemudian melahirkan kebiasaan para pejuang untuk saling menyapa dengan kata "Merdeka".
"Makanya kalau kita saling bertemu, yang satu mengatakan merdeka, yang lain mengatakan mati," kata dia.
Namun setelah Indonesia merdeka, teriakan tersebut menurut Megawati harus dijawab dengan kata "Merdeka" sebagai bentuk penghormatan terhadap kemerdekaan yang telah diperjuangkan.
"Tapi setelah karena kita sudah merdeka, maka kalau merdeka harus dijawab dengan 'merdeka!'," ujar Megawati.
Dia kemudian meminta peserta upacara tidak melupakan makna teriakan tersebut. Megawati juga mengajak masyarakat menjaga kemerdekaan Indonesia agar tidak kembali mengalami penjajahan.
"Jangan itu dilupakan! Maukah kalian untuk dijajah kembali?" tegasnya.
"Tidak!," jawab peserta upacara.
"Untuk itu makanya, harus selalu mencintai yang namanya Negara Republik Indonesia tercinta," lanjut Megawati.
Dia menilai peringatan HUT Kemerdekaan tidak cukup hanya dengan mengibarkan bendera dan meneriakkan kata "Merdeka". Menurutnya, masyarakat juga perlu memahami makna kemerdekaan dan menjaga cita-cita perjuangan para pendiri bangsa.
"Karena itu, setiap tanggal 17 Agustus, kita tidak cukup hanya mengibarkan bendera dan memekikkan kata merdeka. Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, Apa arti kemerdekaan itu? Untuk apa kita merdeka? Maukah kita dijajah lagi?," ujar Megawati.
