Berawal Teriakan Mertua, Isu Culik Anak di Sumut Berujung Pengeroyokan

Polisi mengamankan 11 orang pelaku pengeroyokan yang terjadi di Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, pada Rabu (30/9). Pengeroyokan ini dipicu teriakan penculikan anak.
Korban pemukulan adalah seorang ayah yang sedang membawa anak kandungnya. Sementara pihak yang berteriak adalah mertua pria tersebut.
Kasi Humas Polres Humbahas, Bripka Jafar Simanjuntak, menjelaskan peristiwa ini berawal ketika pria bernama WS bersama tiga rekannya berangkat dari Sibolga menuju Desa Sion Julu, Parlilitan. WS bertujuan untuk menemui anak laki-lakinya berusia 6 tahun yang tinggal bersama mertuanya.
Saat tiba di lokasi, WS bertemu dengan mertuanya di sebuah perladangan. WS pun bertemu dengan anaknya dan sempat foto berdua.
Selanjutnya, WS meminta izin kepada mertuanya untuk membawa anaknya jalan-jalan bersama dirinya. Namun, sang mertua tidak memberi izin.
WS bersama tiga temannya kemudian tetap membawa anaknya naik ke dalam mobil.
"WS bersama ketiga rekannya langsung membawa anak tersebut masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi," kata Jafar saat dikonfirmasi, Selasa (6/10).
Mertua WS pun langsung berteriak meminta tolong kepada warga karena cucunya telah dibawa pergi. Warga sekitar melakukan pengejaran.
Hingga akhirnya, setelah dilakukan pengejaran oleh warga sampai di Dusun Sitapung, WS bersama tiga temannya pun berhenti dan diamuk massa oleh warga.
"Kendaraan tersebut akhirnya berhenti dan WS bersama tiga temannya diamankan serta sempat diamuk oleh warga setempat," ucap Jafar.
Polisi akhirnya menangkap 11 pelaku penganiayaan berinisial HH (51), DT (46), FM (49), MS (47), JS (44), MB (37), BT (42), JB (31), AGS (31), DS (30 dan SH (47). Seluruh pelaku diamankan di Polsek Parlilitan pada Minggu (4/10).
Kini, keempat korban sedang menjalani perawatan medis di RSUD Doloksanggul akibat luka yang dialami.
Jafar mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait keterlibatan mertuanya dalam pemicu penganiayaan yang dilakukan warga.
"Masih dalam penyelidikan," ucap Jafar.
Jafar membenarkan bahwa WS merupakan ayah kandung dari anak yang ingin dibawanya.
"Di mana salah satu dari keempat orang tersebut adalah ayah kandung dari anak tersebut," imbuh Jafar.
Dia menjelaskan bahwa WS dan istrinya sudah tidak tinggal bersama. Sang anak tinggal bersama mertua dari WS.
Polisi masih mendalami soal WS yang minta izin kepada mertuanya untuk membawa anaknya itu. Jafar hanya menyebut bahwa WS ingin bertemu anaknya karena rindu.
Selain soal pengeroyokan, polisi menyebut ada pula laporan terhadap WS atas dugaan penculikan anak.
"Yang dilaporkan oleh mama kandung dari si anak ini kan ada kasus dugaan tindak pidana membawa lari anak. Memang masih dalam penyelidikan saat ini," ucap Jafar.
