Komisi IX Ingatkan Penjual Masker Tak Naikkan Harga Imbas Abu Anak Krakatau

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini meminta apotek dan para penjual masker tidak menaikkan harga dengan berlebihan di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hal itu menyusul abu vulkanik erupsi yang tersebar sampai hingga ke sejumlah wilayah, mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.
Yahya meminta para penjual masker tidak memanfaatkan kondisi tersebut untuk meraup keuntungan dengan menaikkan harga masker berlipat-lipat.
“Saya minta pihak apotek dan toko penjual masker tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga masker berlipat-lipat. Harus ada rasa empati terhadap masyarakat yang hidupnya masih mengalami kesulitan,” kata Yahya kepada wartawan, Senin (7/9).
Selain meminta harga masker tetap terjangkau, Yahya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Yahya menjelaskan, abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Material tersebut juga dapat menyebabkan iritasi apabila mengenai mata.
“Saya menyatakan rasa prihatin atas musibah erupsi gunung anak krakatau yang abu vulkaniknya sampai ke Jakarta,” ujarnya.
“Abu vulkanik merupakan material yang sangat berbahaya bagi pernapasan dan mengakibatkan iritasi kalau terkena mata karena mengandung silica,” lanjut Yahya.
Karena itu, dia meminta masyarakat menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan.
“Saya meminta masyarakat untuk waspada dengan menggunakan masker kalau beraktivitas di luar rumah. Supaya aman dari bahaya abu vulkanik bagi pernapasan. Dan menggunakan kacamata supaya terhindar dari iritasi,” tuturnya.
Yahya juga meminta pemerintah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Saya minta Kemenkes berkoordinasi dengan Pemda DKI untuk menyiapkan sarana rumah sakit, tenaga medis, tenaga kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan jika berdampak bagi munculnya penyakit pernapasan seperti ISPA,” ujarnya.
Di sisi lain, Yahya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyikapi erupsi Gunung Anak Krakatau serta dampak abu vulkaniknya. Masyarakat diminta mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah ketika beraktivitas di luar rumah.
“Saya meminta masyarakat untuk tetap tenang tidak panik dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah jika beraktivitas di luar rumah, terutama para pengendara sepeda motor dan pengguna kendaraan umum,” kata Yahya.
Selain imbauan langsung kepada masyarakat, Yahya meminta pemerintah melakukan sosialisasi secara masif mengenai bahaya abu vulkanik.
“Saya minta Kemenkes dan Pemda DKI untuk melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan media sosial guna mengedukasi masyarakat mengenai bahaya abu vulkanik dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
