Polisi Bantah Terduga Pelaku Bully Siswa SD di Pemalang Kabur: Senin Diperiksa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu MHAQ (7) menunjukkan foto anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ibu MHAQ (7) menunjukkan foto anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang. Foto: Dok. kumparan

Polisi menampik informasi yang menyebutkan salah satu terduga pelaku bully siswa SD di Pemalang kabur. Beredar di sosial media menyebut bahwa salah satu terduga pelaku dibawa kabur ke Surabaya oleh orang tuanya.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, menampik informasi tersebut. Ia mengatakan bahwa seluruh saksi atau terduga pelaku saat ini masih berada di Pemalang.

"Tidak sesuai. Para pihak masih ada di Pemalang semuanya," kata Wildan saat dikonfirmasi kumparan, Minggu (4/10).

Wildan menyampaikan bahwa pihaknya menjadwalkan pemeriksaan terhadap para saksi maupun pihak terduga pelaku pada Senin (5/10) besok.

Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: AlejandroCarnicero/Shutterstock

"Senin saya jadwalkan pemeriksaan," ucapnya.

Dalam kasus ini, seorang siswa SD bernama Muhammad Hasbi Al Aqib (7) yang menjadi korban perundungan meninggal dunia. Dia diduga dirundung oleh kakak kelasnya.

Wildan juga mengatakan pihaknya masih mendalami terkait dengan motif perundungan yang diduga karena uang senilai Rp 5 ribu.

"Masih proses pendalaman. Nanti saya rilis setelah lengkap hasil penyelidikan," ujar dia.

Sebelumnya, Aqib masuk rumah sakit pada Kamis (17/9). Korban sempat merasakan sakit perut, muntah berat hingga BAB berdarah. Saat dirawat beberapa hari, dia bercerita pernah dipukul tiga kakak kelasnya yang duduk di kelas 5 dan 6.

Setelah dirawat di RS sekitar 9 hari, Aqib meninggal pada Rabu (30/9).