Bola & Sports
·
15 September 2021 10:18
·
waktu baca 2 menit

Perang Melawan Match Fixing

Konten ini diproduksi oleh Taufiq Sudjana
Perang Melawan Match Fixing (864503)
searchPerbesar
Lee Chong Wei dan Taufik Hidayat pada saat Malaysia Open Super Series 2011 (Foto: The Star)
Legenda bulu tangkis Malaysia Lee Chong Wei memuji sikap Taufik Hidayat. Mantan lawan tanding pada semifinal Asian Games Doha 2006 itu mendengar upaya Taufik yang sedang mengatasi masalah match fixing dalam olah raga yang mereka geluti.
ADVERTISEMENT
Setelah Lee Chong Wei mengetahui kabar pernyataan Taufik tentang adanya oknum ofisial tim Malaysia pada Asian Games Doha 2006 yang hendak menyogok rivalnya itu, ia langsung menghubungi Taufik.
Lee Chong Wei mengatakan kepada The Star (25/08/2021) bahwa ia terkejut, karena meski berteman baik, Taufik tidak pernah membicarakannya. Taufik hanya ingin menegaskan bahwa seorang olahragawan sejati tidak boleh mengkhianati negara, tidak untuk sejumlah uang.
Di tengah euforia bulu tangkis Indonesia yang berhasil membawa pulang medali emas dari Olimpiade Tokyo 2020 kemarin, kabar ini sangat menggemparkan. Baik di Indonesia maupun Malaysia.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah mengidentifikasi orang yang dimaksud Taufik adalah Lim Ze Young. BWF menyebut dalam laporannya bahwa pelaku bukan seorang pebulu tangkis, melainkan perwakilan dari merek peralatan olahraga.
ADVERTISEMENT
Bagi Malaysia, peristiwa ini tentu memalukan terutama karena alasan sebelumnya Tan Chun Seang dan Zulfadli Zulkiffli mendapat sanksi dari BWF. Keduanya masing-masing dilarang 15 dan 20 tahun karena turut terlibat dalam pengaturan pertandingan (match fixing).
Indonesia sendiri pada Januari 2021 lalu mengalami hal yang sama. BWF mengumumkan 8 pebulu tangkis Indonesia terlibat skandal match fixing. Mereka adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto Putra.
Dari 8 orang itu 3 di antaranya dijatuhi hukuman dilarang bertanding dan larangan mengikuti kegiatan bulu tangkis apa pun selama seumur hidup. Ketiga nama itu adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto.
5 nama lainnya, (1) Sekartaji Putri terlibat kasus manipulasi 2 pertandingan, (2) Mia Mawarti kasus manipulasi 1 pertandingan, (3) Fadilla Afni kasus manipulasi 1 pertandingan, (4) Aditiya Dwiantoro kasus manipulasi 2 pertandingan, dan (5) Agripinna Prima Rahmanto Putra dengan kasus perjudian.
ADVERTISEMENT
Keprihatinan tidak cukup dengan hanya menyatakan prihatin. Kita semua patut mengawal perjalanan berbagai turnamen olahraga. Terlebih institusi terkait, Kemenpora, KONI, PBSI, BWF, dan klub-klub di mana atlet itu bernaung.
Sikap Taufik patut didukung, apalagi jika semua atlet mau angkat bicara soal skandal match fixing. Sebab disinyalir bukan terjadi dalam bulu tangkis saja. Perang melawan pengaturan pertandingan ini harus dilakukan oleh semua kalangan untuk olahraga Indonesia yang lebih baik. Demi melahirkan prestasi-prestasi gemilang tanpa kecurangan.