Konten dari Pengguna

Romantisme Senja di Bukit Cinta Labuan Bajo

Taumy Alif Firman

Taumy Alif Firman

Blogger yang sudah mengunjungi 30 provinsi di Indonesia dan 10 negara di Asia.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Taumy Alif Firman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi pencinta senja, menikmati indahnya matahari terbenam di temani pemandangan menawan adalah dua hal yang sering diburu. Begitupun juga dengan kami, ketika hari pertama di Labuan Bajo. Tanpa perlu menyia-nyiakan waktu, senja pun kami buru disini. Berdasarkan informasi dari Tour Guide kami, ada satu spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Labuan Bajo. Mereka menyebutnya "Bukit Cinta".

Bukit cinta-Labuan Bajo
zoom-in-whitePerbesar
Bukit cinta-Labuan Bajo

Mendengar kata "Cinta", anganku sudah teralihkan ke suasana romantis di atas bukit ditemani matahari yang perlahan-lahan masuk ke peraduannya dengan penuh syahdu. Lazuardi pun akan menghiasi langit sebelum berganti kelam.

Tiba-tiba, anganku berhenti. Bis yang kami tumpangi bergerak pelan. Tour guide kami pun menyampaikan, untuk melihat Labuan Bajo dari ketinggian, tepat disebelah kiri bis.

Pemandangan dermaga disekitar Labuan Bajo dari ketinggian
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan dermaga disekitar Labuan Bajo dari ketinggian

Biru nya laut yang hampir pekat terpampang dengan jelas, gundukan beberapa perbukitan menghiasi di kiri dan kanannya. Khatulistiwa tampak nyata membagi laut dan langit. Dibawahnya perahu pinisi hilir mudik. Beberapa sudah tertambatkan di dermaga. Sebuah pemandangan luar biasa yang disajikan sebelum bis bergerak kembali ketujuan utama kami.

"Ini lah bukit cinta, dibagian kanan bis kita bisa melihat pemandangan lain dari Labuan Bajo sedangkan dibagian kiri bis, pemandangan matahari terbenam menanti" kata tour guide kami.

Kami pun bergegas ke sisi kanan dari bis terlebih dahulu. Di depan mata, jalanan setapak menuju puncak bukit tampak dengan jelas. Rumput-rumput mulai menguning. Beberapa tampak hitam akibat terbakar. Lekukan bukit benar-benar kontras terhadap birunya langit. Puas menikmati pemandangan yang luar biasa ini, kami pun berpindah ke bagian kiri bis.

Matahari terbenam
zoom-in-whitePerbesar
Matahari terbenam

Sekarang matahari mulai perlahan-lahan bergerak meninggalkan langit. Warna merahnya tampak bulat utuh. Dari tempat kami berdiri, romantisme dan syahdu pun menghampiri. Ditemani senja yang tidak lama lagi menghilang dibalik birunya laut dan secangkir kopi hangat khas Labuan Bajo.

Sesekali rasa syukur pun menyerbak atas anugerah dan kesempatan yang diberikan untuk menyaksikan langsung sekeping surga yang jatuh di muka bumi ini, di bukit cinta Labuan Bajo.