Sekolah Di Pelosok Negeri Juga Berhak Untuk Maju

Blogger yang sudah mengunjungi 30 provinsi di Indonesia dan 10 negara di Asia.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Taumy Alif Firman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hal apa yang paling diinginkan dari seorang siswa saat belajar di sekolah? Pastinya adalah pembelajaran nyaman dan menarik. Benar sekali, pembelajaran yang menarik perhatian dan saya pun mengamini hal itu.
Suatu saat, ikut berpartisipasi dalam program Indonesia Mengajar di salah satu sekolah dasar Kawasan pegunungan Verbeek, Sulawesi Selatan. Dari segi akses, sekolahnya masih bisa ditempuh dengan gabungan kendaraan pribadi serta jalan kaki.

Alhamdulillahnya, listrik sudah ada dan sinyal telkomsel sangat baik di Kawasan ini. Kehadiran sinyal handphone menjadi pembuka ide-ide yang akan disampaikan nantinya ke para peserta didik.
Hingga hari mengajar itu tiba. Beberapa siswa masih menggunakan sandal saat berangkat ke sekolah, barulah saat tiba di kelas mereka menggantinya dengan sepatu. Alasan utamanya, ‘agar sepatu mereka tidak cepat rusak’. Karena memang, jalanan menuju sekolah mereka belum sepenuhnya jalanan beraspal. Masih banyak area pejalan bebatuan hingga tanah liat.
Saat memasuki kelas, antusias mereka luar biasa. Semangat untuk mendapatkan hal baru ditunjukkan dari keceriaan dan interaksi sepanjang waktu mengajar. Jujur, ini adalah pengalaman pertama saya sebagai relawan mengajar dan saya merasakan vibe dan daya juang luar biasa dari mereka.
Sesekali saya pun bertanya terkait matematika sederhana dan mereka bisa menjawabnya dengan benar. Beberapa alat peraga yang saya bawa, menjadi daya Tarik tersendiri bagi mereka. Hal baru dan kelak menjadi motivasi agar tetap melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.
Selama menjadi relawan Indonesia Mengajar ada beberapa hal yang menjadi perhatian dan mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan agar ke depan, semua sekolah yang ada di pelosok negeri mendapatkan hak dan pelayanan sama seperti mereka yang berada di kota besar. Agar tidak ada lagi ketertinggalan. Apa saja itu, berikut ulasannya:
1. Selalu Menciptakan Rasa Nyaman
Selain rumah, sekolah pastinya menjadi tempat ternyaman dan teraman bagi anak-anak. Layaknya anak kecil, di level sekolah dasar rasa penasaran dan keingintahuan terkadang masih seimbang dengan Hasrat ingin bermain Bersama teman-teman. Manya dengan konsep pembelajaran konvensional yang hanya mengandalkan guru memberikan materi sesuai textbook saja sebaiknya mulai dialihkan.
Ada banyak cara untuk mengalihkan metode pembelajaran konvensional ini. Salah satu yang paling dekat adalah belajar dari alam. Sebagai contoh, saat belajar terkait tumbuh-tumbuhan, tidak ada salahnya peserta didik diajak langsung ke alam terdekat. Dengan begitu, anak-anak akan lebih memahami apa yang ada di sekitar mereka dan manfaatnya.
Pastinya sih dengan metode seperti ini, bukan hanya memberikan pengetahuan tetapi juga memberikan rasa nyaman saat belajar.
2. Tidak Membeda-Bedakan Peserta Didik
Memilih menjadi pengajar artinya siap dengan berbagai latar belakang siswa. Dalam satu kelas yang beragam sering banget terjadi kesenjangan sosial antara satu murid dengan murid lainnya. Nah, jika hal ini terlihat mencolok maka tugas pengajar lah yang menjadi hal mencolok ini menjadi sama rata. Artinya, tidak ada perbedaan perlakuan terhadap siswa.
Tetapi perlu diingat juga bahwa, perhatian lebih sangat mungkin diberikan bagi siswa yang membutuhkan. Seperti yang saya sampaikan di awal, ada siswa yang menggunakan sandal berangkat ke sekolah. Saat di lingkungan barulah menggantikan dengan sepatu.
Mungkin, hal seperti ini terlihat sepele. Tetapi ada unsur kesenjangan di dalamnya dibandingkan siswa lain. Pendekatan dengan bijak tanpa menyinggung status sosial menjadi kunci terbaik agar semua peserta didik merasa dihargai, apapun kondisinya.
3. Memanfaatkan LMS (Learning Management System)
Saya masih ingat betul saat berdiri di depan kelas dan menyampaikan terkait moda transportasi udara dan kehidupan di luar negeri. Mereka benar-benar sangat antusias ingin mengetahui. Apalagi mereka hanya mengetahui sepeda, motor, mobil dan bus saja. Meskipun sudah mendengar adanya pesawat.
Mereka sangat antusias ingin mengetahui, bagaimana cara kerja suatu pesawat hingga pengalaman yang dirasakan saat naik pesawat. Maka disinilah peran perubahan metode mengajar dengan memanfaatkan LMS (Learning Management System).
Pastinya saat menerapkan LMS di sekolah dibutuhkan layanan internet, salah satunya adalah Indibiz dari Telkom Indonesia. Apalagi saat ini sudah ada Indibiz Experience sebagai ruang interaktif sekaligus layanan edukasi yang bisa dimanfaatkan bagi para pengajar dalam Menyusun LMS.
Kehadiran Indibiz Experience menjadi pondasi utama keberhasilan LMS di pelosok negeri. Bukan hanya e-learning sekolah swasta yang berbiaya mahal seperti di kota besar, tetapi sekolah negeri di pelosok pun bisa mendapatkan platform belajar online berbasis internet ini.
Para pengajar tinggal menyesuaikan materi berdasarkan kurikulum dan lingkungan sekolah yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar lebih dekat dan nyata bagi siswa. Pastinya sih, platform belajar online perlu secara bertahap diperkenalkan termasuk nanti didalamnya adalah layanan pantau perkembangan siswa.
4. Tetap Update Dengan Dunia Luar
Saat LMS diterapkan, para pengajar juga harus bisa mengupgrade diri baik secara pelatihan maupun mandiri tentang dunia luar yang bermanfaat untuk disampaikan ke para siswa. Seperti tentang perkembangan pesawat, dunia digital dan manfaatnya hingga profesi yang jarang siswa lihat secara langsung.
Hal ini pastinya akan meningkatkan imajinasi dan daya ingat siswa untuk tetap belajar dan haus akan hal baru diluar sana. Karena saya sih percaya bahwa apa yang diimpikan saat ini bakal menjadi batu loncatan ke depan sekaligus semangat untuk meraihnya.
Update dunia luar ini juga pastinya membutuhkan layanan internet Indibiz yang memang didukung oleh operasional Telkom di seluruh Indonesia. Jadi nggak akan repot lagi jika terjadi gangguan layanan karena sudah tersedia Customer Touch Point Telkom. Fokus guru tinggal membuat materi e-learning pada platform belajar online yang anti ribet serta update perkembangan informasi relevan terkait pengetahuan ke para siswa.
Melalui sistem ini, saya sih yakin bahwa setiap siswa pastinya bakal memiliki pengetahuan yang sama meskipun mereka berada di pelosok negeri. Melalui layanan pembelajaran LMS bakal membuka mata dan membuka dunia. Percaya deh.
