Konten dari Pengguna

Getuk,Manisnya Tradisi Nusantara

tazkia hazasabila

tazkia hazasabila

Mahasiswa Aktif S1 Keperawatan Universitas Al Irsyad Cilacap

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari tazkia hazasabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Dokumen Sendiri
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Dokumen Sendiri

Getuk adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang memiliki tempat istimewa dalam budaya kuliner Nusantara, terutama di Pulau Jawa. makanan ini terbuat dari singkong yang direbus hingga lunak, kemudian dihaluskan dan diolah menjadi camilan manis yang lembut dan kenyal. singkong sendiri adalah bahan pokok yang mudah dijumpai di Indonesia, sehingga getuk menjadi makanan sederhana yang mudah dibuat, namun kaya rasa dan memiliki nilai budaya tinggi.

Secara sejarah, getuk telah dikenal sejak zaman dahulu sebagai makanan rakyat yang praktis dan ekonomis. Singkong, bahan utamanya, merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dan menjadi sumber karbohidrat penting bagi masyarakat pedesaan. getuk lahir sebagai hasil kreativitas masyarakat dalam mengolah singkong agar lebih lezat dan awet untuk dikonsumsi. selain sebagai camilan sehari-hari, getuk juga memiliki peran penting dalam tradisi lokal. di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, getuk sering dihidangkan dalam acara adat, upacara selamatan, atau perayaan tertentu, sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur atas hasil bumi.

Proses pembuatan getuk dimulai dengan merebus singkong hingga empuk. setelah itu, singkong ditiriskan dan dihaluskan dengan cara ditumbuk atau menggunakan alat penghalus agar teksturnya lembut. Selanjutnya, singkong yang telah dihaluskan dicampur dengan gula merah atau gula pasir sebagai pemanis. gula merah sering digunakan karena aromanya yang harum dan rasa manisnya yang alami, sehingga menghasilkan getuk dengan cita rasa khas yang tidak berlebihan. penambahan sedikit garam bertujuan menyeimbangkan rasa, sehingga getuk terasa manis gurih yang memikat lidah.

Setelah adonan tercampur rata, getuk dibentuk menjadi berbagai bentuk menarik. bentuk yang umum adalah memanjang seperti rol atau dipotong kecil-kecil, namun banyak pembuat getuk yang berkreasi dengan bentuk lain agar lebih menarik. taburan kelapa parut di atas getuk menjadi ciri khas penyajian yang tidak hanya menambah tekstur tetapi juga aroma gurih yang berpadu sempurna dengan rasa manis. Beberapa varian modern menambahkan kelapa parut yang dicampur sedikit gula atau digoreng ringan untuk sensasi rasa yang lebih kompleks.

Warna getuk juga sangat beragam. warna alami getuk berasal dari singkong yang putih, namun sering diberi pewarna alami seperti hijau dari daun pandan, ungu dari ubi ungu, atau kuning dari kunyit. ada pula variasi modern dengan pewarna makanan untuk menghasilkan tampilan yang lebih cerah dan menarik. keindahan visual ini membuat getuk sering menjadi pilihan camilan yang menarik untuk acara pertemuan, pesta, atau dijadikan oleh-oleh khas dari daerah penghasilnya.

Selain rasanya yang lezat dan tampilannya yang menarik, getuk juga kaya akan variasi dari berbagai daerah. di Jawa Tengah, misalnya, terdapat getuk lindri yang berbentuk panjang dan biasanya dipotong kecil-kecil dengan taburan kelapa parut di atasnya. di Banyumas, terdapat getuk goreng, yakni getuk yang digoreng hingga renyah di bagian luar namun tetap lembut di dalam. ada pula getuk ketan atau getuk ubi ungu yang menambah sensasi rasa berbeda bagi penikmatnya. variasi ini menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mempertahankan tradisi sambil menyesuaikan dengan selera modern.

Sumber : Dokumen Sendiri

GETUK LINDRI

Getuk lindri adalah salah satu makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari bahan utama singkong (ketela pohon) yang dikukus, dihaluskan, kemudian dicampur dengan gula (biasanya gula pasir atau gula merah) dan sedikit garam. adonan tersebut kemudian dicetak menggunakan alat khusus hingga membentuk potongan panjang-panjang menyerupai mi atau pita berwarna-warni biasanya putih, hijau, merah muda, atau kuning.

Ciri khas getuk lindri adalah teksturnya yang lembut dan kenyal, serta rasa manis gurih yang menggugah selera. Biasanya getuk ini disajikan dengan taburan kelapa parut yang sudah dikukus dan diberi sedikit garam agar tidak cepat basi.

Getuk lindri sering dijual di pasar tradisional atau acara-acara adat Jawa, dan menjadi simbol kelezatan jajanan tempo dulu yang masih digemari hingga kini.

Getuk dapat dinikmati kapan saja. sebagai camilan sore, sebagai makanan penutup, atau bahkan sebagai bekal saat bepergian. teksturnya yang lembut dan kenyal berpadu dengan manisnya gula dan gurihnya kelapa memberikan sensasi makan yang memuaskan. aromanya yang harum juga menambah kenikmatan saat disantap, sehingga seringkali getuk menjadi favorit semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Secara keseluruhan, getuk bukan sekadar makanan tradisional yang lezat. getuk mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Indonesia dalam mengolah bahan sederhana menjadi sesuatu yang bernilai, baik dari segi rasa maupun simbolik. dengan berbagai varian dan sejarahnya yang panjang, getuk tetap menjadi salah satu ikon kuliner nusantara yang layak dilestarikan. makanan ini mengajarkan kita bahwa kelezatan sejati tidak selalu berasal dari bahan mahal, melainkan dari kesederhanaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap tradisi.