Konten dari Pengguna

Scroll Saat Sedih, Mood Bisa Berubah karena Konten Media Sosial

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tazqya Amalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar ini dibuat oleh kecerdasan buatan AI
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ini dibuat oleh kecerdasan buatan AI

Pernah membuka TikTok atau Instagram ketika sedang bosan, sedih, atau sekadar ingin mengalihkan pikiran?

Awalnya mungkin hanya berniat melihat beberapa video. Namun, tanpa terasa kita sudah scrolling cukup lama. Ada video lucu yang membuat tertawa, video yang relate dengan keadaan kita, sampai konten yang justru membuat suasana hati semakin berubah.

Hal ini menunjukkan bahwa konten yang kita lihat di media sosial dapat menjadi bagian dari pengalaman emosional sehari-hari.

Mood dan konten yang muncul di layar

Ketika sedang sedih, seseorang mungkin lebih tertarik memperhatikan konten yang sesuai dengan perasaannya.

Misalnya, ketika sedang mengalami masalah dengan seseorang, konten tentang hubungan atau perasaan bisa terasa lebih menarik dibandingkan biasanya.

Sementara ketika sedang senang, konten lucu, musik, atau hiburan mungkin terasa lebih menyenangkan untuk ditonton.

Namun, bukan hanya mood yang dapat memengaruhi apa yang kita pilih untuk ditonton. Konten yang kita lihat juga dapat memengaruhi suasana hati setelahnya.

Satu video bisa mengubah suasana

Bayangkan seseorang sedang merasa lelah setelah menjalani hari yang panjang. Ia kemudian membuka media sosial dan menemukan video lucu.

Beberapa menit kemudian, ia mungkin merasa sedikit lebih ringan karena tertawa.

Hal sebaliknya juga bisa terjadi. Seseorang yang awalnya hanya merasa biasa saja dapat menemukan konten yang membuatnya kesal, sedih, atau cemas.

Artinya, pengalaman scrolling tidak selalu menghasilkan perasaan yang sama seperti saat kita pertama kali membuka aplikasi.

Konten yang relate terasa lebih kuat

Salah satu jenis konten yang sering menarik perhatian adalah konten yang terasa dekat dengan pengalaman pribadi.

Ketika melihat seseorang menceritakan situasi yang mirip dengan apa yang sedang kita alami, muncul perasaan seperti, "Ternyata bukan cuma gue yang mengalami ini."

Konten tersebut bisa membuat seseorang merasa dipahami, terhibur, atau bahkan terdorong untuk memikirkan kembali pengalamannya sendiri.

Karena terasa personal, konten seperti ini biasanya lebih mudah mendapatkan perhatian.

Algoritma ikut menentukan apa yang muncul

Media sosial tidak menampilkan semua konten secara acak. Rekomendasi yang muncul dapat dipengaruhi oleh aktivitas pengguna sebelumnya.

Ketika seseorang sering menonton jenis konten tertentu, berinteraksi dengan akun tertentu, atau mencari topik tertentu, rekomendasi yang muncul berikutnya dapat ikut menyesuaikan.

Akibatnya, ketika kita sedang berada dalam suasana tertentu dan terus berinteraksi dengan konten yang sesuai, kita bisa menemukan lebih banyak konten dengan tema serupa.

Hal ini membuat pengalaman scrolling setiap orang menjadi berbeda.

Scroll bisa menjadi hiburan, tetapi juga bisa melelahkan

Media sosial memang bisa menjadi tempat untuk mencari hiburan dan mengalihkan perhatian.

Namun, scrolling terlalu lama juga bisa membuat kita terus menerima berbagai macam informasi tanpa benar-benar menyadarinya.

Satu video membawa kita ke video berikutnya. Dari konten lucu, berpindah ke berita, kemudian ke cerita pribadi seseorang, lalu kembali ke hiburan.

Perubahan konten yang cepat membuat suasana selama scrolling juga dapat berubah-ubah.

Karena itu, terkadang kita membuka media sosial dalam keadaan biasa saja, tetapi setelah lama scrolling justru merasa lebih lelah atau penuh pikiran.

Kita tetap punya kendali

Meskipun rekomendasi algoritma ikut memengaruhi apa yang muncul di layar, pengguna tetap dapat menentukan bagaimana ingin menggunakan media sosial.

Jika suatu konten membuat tidak nyaman, kita bisa melewatinya. Jika merasa terlalu banyak melihat topik tertentu, kita dapat mencari konten dengan tema berbeda atau berhenti scrolling untuk sementara.

Kesadaran sederhana seperti ini penting karena media sosial menjadi bagian dari keseharian banyak orang.

Pada akhirnya, scrolling bukan hanya kegiatan melihat video satu demi satu. Apa yang kita lihat dapat menjadi bagian dari pengalaman emosional selama menggunakan media sosial.

Kadang kita membuka aplikasi untuk menghibur diri dan benar-benar merasa lebih baik. Namun, di waktu lain, kita justru menemukan konten yang membuat pikiran semakin penuh.

Karena itu, penting untuk menyadari bahwa apa yang muncul di layar dapat memengaruhi suasana selama kita menggunakannya. Bukan berarti media sosial selalu menjadi penyebab perubahan mood, tetapi konten yang kita konsumsi bisa ikut menjadi bagian dari pengalaman tersebut.