Agus Ali, Capres TDA 7.0 yang Ingin Melahirkan 1 Juta Miliarder

JAKARTA - Dalam bursa pemilihan Calon Presiden Komunitas Tangan Di Atas (TDA) 7.0, terdapat nama Agus Ali sebagai salah satu penantang. Salah satu founder TDA ini, sudah menyiapkan visi yang luar biasa, yaitu menciptakan 1 juta miliarder di TDA.
"Kalau saya visi misinya simpel saja. Kalau dulu waktu pertama kali kita mendirikan TDA visinya adalah melahirkan 10 ribu miliarder. Kalau saya simpel aja, saya tambahin sehingga visinya melahirkan 1 juta miliader karena sekarang sudah lebih dari 10 ribu. Kalau 10 ribu sudah (tercapai) dari tahun sudah lama banget," ujarnya, pada Rabu (03/03/2021).
Selain visi, Agus juga memiliki misi agar TDA bisa berkolaborasi dengan semua stakeholder. "Kalau misinya itu bagaimana caranya berkolaborasi dengan pemerintah, pihak swasta, pejabat daerah, Pemda setempat, dan berkolaborasi dengan sesama member TDA juga. Ini istilahnya menggali kembali kekayaan teman-teman, karena personal feel dari teman-teman TDA itu banyak banget," ungkapnya.
"Jadi sebenarnya TDA itu adalah gudangnya pengusaha sukses karena personal feel-nya tingkat tinggi. Cuma kita masing-masing belum tahu, kalau kita sudah tahu maka kita bisa berkolaborasi dengan baik," sambungnya.
Lebih lanjut, pengusaha Hydromart ini mengenang bagaimana TDA yang awalnya gerombolan orang yang suka nongkrong, menjadi komunitas yang sangat solid saat ini. "Kita dulu justru hanya gerombolan saja, dan sekarang sangat-sangat solid kalau menurut saya," kenangnya.
Selain itu, kini TDA sudah tidak terpusat lagi. Menurut dia, itu merupakan hal yang bagus karena wilayah-wilayah yang biasanya tidak tersentuh, kini bisa ikut terbangun.
"Dulu kita memang terpusat di Jakarta saja awal-awalnya, sekarang di setiap daerah ada acara. Dan terkotak-kotak di beberapa wilayah itu justru bagus, kalau acara hanya di Jakarta akan mahal buat yang jaraknya jauh," imbuhnya.
"Juga membangkitkan wilayah, jadi membangkitkan UMKM wilayah. Dan ini yang membuat TDA semakin maju karena tidak tergantung dengan pusat," lanjutnya.
Oleh karena itu, kata dia, tugas Presiden TDA dengan direkturnya dan anggota TDA Pusat cukup sebagai penggerak supaya wilayah juga sama-sama bergerak. "Pusat istilahnya memberikan contoh dan teknisnya justru ada di daerah," tuturnya.
"Sekarang itu TDA sudah canggih sekali. Saya salut sama presiden yang sekarang dan sebelum-sebelumnya. Begitupun dengan para pengurus," pujinya.
