Konten Media Partner

Aulya Vinanda, Capres TDA 7.0 yang Ingin Tingkatkan Kolaborasi

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aulya dan keluarga. Foto: dok
zoom-in-whitePerbesar
Aulya dan keluarga. Foto: dok

SANGATA - Aulya Vinanda Husaini didapuk menjadi salah satu kandidat Calon Presiden (Capres) komunitas Tangan Di Atas (TDA) 7.0. Pria yang kini menjadi Ketua TDA wilayah Kalimantan Timur dan Barat tahun 2020/2021 pada kepengurusan 6.0 ini, juga pernah diamanahi sebagai Ketua TDA Sangata tahun 2017.

"Awal mulanya saya diajak ikut Mukernas di Bali saat kepengurusan 5.0. Waktu itu saya yang masih baru diminta ketersediaannya oleh kakak-kakak senior saya untuk menjadi ketua TDA Sangata, tahun 2017," kenangnya sembari terkekeh.

Menurut dia, saat ini TDA berkembang sangat pesat. Program digital yang dicanangkan oleh kepengurusan 6.0 sesuai dengan visi misi TDA. "TDA itu berkembang sangat pesat, sesuai dengan visi misinya TDA yang memang lebih ke arah digital. Manfaatnya juga sudah tersebar luas," pujinya.

Hanya saja, lanjut Bang Nanda, sapaannya, kemajuan tersebut belum diimbangi dengan gerak aktif member-member TDA daerah secara menyeluruh.

Untuk itu, dia membawa visi untuk mendorong silaturahmi antar member agar lebih digalakkan melalui platform-platform yang telah disediakan oleh kepengurusan sebelumnya.

Termasuk, membuat program kolaborasi yang lebih inovatif guna meningkatkan kapasitas pribadi dan usaha member TDA itu sendiri. Sehingga, member-member di daerah dapat terhubung dan berkolaborasi bukan lagi antar member, namun antar daerah dan wilayah.

"Saya ingin nanti ada forum khusus kolaborasi dari pusat dimana nanti akan ada satu penanggungjawab dari pusat untuk program kolaborasi antar member ini. Jadi teman-teman yang usahanya bagus tapi ada kendala dari segi manajemen atau modal itu nanti bisa diajak untuk kolaborasi," harapnya.

"Misal, dari Kalimantan ada satu produk unggulannya yang naik hingga level nasional. Nah, semua orang bisa berkesempatan untuk itu tadi," contohnya.

Menurut dia, dengan adanya edukasi berupa modul, pelatihan workshop seputar bisnis, hingga hadirnya TDA TV, dapat menjadikan TDA lebih berkembang jauh lebih keren.

Ke depan, pria yang menggeluti usaha kuliner ini berharap, TDA menjadi lebih baik lagi. Dengan meningkatkan silaturahmi serta mendorong program edukasi untuk lebih fokus menyasar para member yang memang butuh untuk dikembangkan.

"Saya harap supaya ke depan tidak hanya edukasi saja yang ditingkatkan. Tapi juga aplikasinya di lapangan juga lebih diperhatikan dengan hadirnya program yang lebih inovatif lagi. Jadi bagaimana caranya biar semua member tetap happy (bahagia) namun sama-sama kita bawa TDA untuk terus berkembang dan menghasilkan produk yang bermanfaat untuk sekitar," tandas bapak dua anak itu.