Awalnya Bisnis Jasa, Kini Anang Zainy Sukses di Usaha Cafe dan Kuliner

BIMA - Anang Zainy pengusaha kuliner yang telah memiliki 3 jenis usaha mulai bisnis sejak tahun 2008, dengan membuka studio foto hanya menggunakan modal laptop semasa kuliah.
Anang menceritakan bahwa di akhir tahun 2008 mulai membangun rombong dan konsentrasi untuk bisnis kuliner hingga sekarang.
"Tahun 2010 lalu mengembangkan usaha yang lebih besar, hingga sekarang basic nya sih bukan di kuliner. Karena konsentrasi keahlian di teknik kimia. Mengolah dan menciptakan sesuatu, goalnya pun di industri kimia tahun 2008 setelah lulus kuliah di UGM jurusan teknik kimia. Saya balik kampung halaman, ingin menjalankan dan menerapkan keahlian ilmu untuk membantu masyarakat," terangnya.
Namun, rupanya keberuntungan belum berpihak pada Anang. Maka Anang memberanikan diri membuka studio foto, sampai merasa bosan berada dibalik meja dan memilih berjuang di usaha jalanan.
"Setelah itu, menjual produk olahan singkong ketela berbagai rasa, hingga memiliki 4 cabang rombong dan mempekerjakan 8 karyawan," ucapnya.
Rupanya bisnis yang dijalani mengalami gulung tikar disebabkan managemen yang tidak teraktur. Selanjutnya, dia lebih memilih membuka cafe Yuank cafe di tengah kota Bima.
"Alhamdulillah jalan sampai 2014 dan syukurnya bangkrut lagi. Karena banyak hal yang terjadi ilmu bisnisnya yang belum dapat waktu itu. Hampir 1 tahun nganggur, 2015 mulailah ide dan semangat lahir kembali setelah hijrah dari luar kota," katanya.
Sementara itu, di tahun 2015 memberanikan diri kembali menggeluti bisnis di dunia kuliner dengan mengusung konsep cafe dan tema Vintage.
"Allhamdulillah kami mengubah nama menjadi Kantin Yuank, kenapa diubah dari cafe ke kantin, terasa matching dengan konsep yang diusung tema vintage rumah batu tua desain arsitektur pada masa yang khas arsitek Eropa," katanya
"Begitupun dengan pasar yang saya lihat, kebanyakan remaja , pelajar dan mahasiswa mereka tidak asing dengan nama kantin. Alhamdulillah saat ini sudah menjadi 3 cabang usaha. Meskipun tetap bertahan di tengah terpaan pandemi maupun cuaca yg tidak menentu. Hanya saja saat 2016 hingga kini pelajaran tentang membangun, mempertahankan sebuah usaha dan strategi bisnis serta management," ujarnya.
Adapun bisnis yang tengah dilakukan di antaranya Kantin Yuank Coffee Corner, Kantin Yuank Premium dan Yuank Fruit & Juice Street Corner. Bergabung dengan komunitas TDA dilakukan mulai tahun 2016 hingga akhirnya terbentuk TDA Bima.
"Saya merasakan banyak pengetahuan bisnis setelah bergabung di TDA 2016 hingga terbentuk TDA Bima. Waktu itu banyak pelajaran yang berharga didapat. Berkah gabung di TDA Alhamdulillah saat ini bisa mengamalkan nilai TDA salah satunya berbagi,"bebernya.
Dia menyebutkan bahwa esensi berbisnis adalah bermanfaat buat orang lain. Hal tersebut sangat berdampak pada usaha yang dijalankan selama ini. Rencana untuk mengembangkan bisnis, Anang ingin mengembangkan bisnis yang sedikit melenceng dari bisnis inti, yaitu homestay.
"Hanya saja masih ada sedikit hubungannya dengan kuliner sebagai penunjang bisnis baru, homestay ini berada diatas bukit yang view-nya begitu bagus, berlokasi di Bima bagian Utara, ada view kota, view pulau tengah laut dan view bukit dan pegunungan. Sangat cocok untuk pelancong, maupun keluarga yang ingin sedikit bergeser ditengah keramaian. InsyaAllah jika dikehendaki dan tetap berikhtiar untuk merealisasikannya," tandasnya.
Salah satu kiat meraih kesuksesan bagi yang ingin berbuat lebih banyak di antaranya, niat setiap apa yang dilakukan adalah bentuk dari sebuah ibadah.
"Sebenarnya apapun profesi kita bersyukurlah. Karena apa yang kita dapat itu ada keberkahan didalamnya. Luruskan niat jangan lupa beribadah soal pendapatan atau gaji adalah bonus. Lainnya pasti mengikuti begitupun masalah yang akan kita hadapi. Semoga Allah senantiasa menetapkan kekuatan hati kita untuk tetap konsisten dan selalu jujur disetiap aktivitas dalam perniagaan, menebar rahmat,kebaikan dan bermanfaat di muka bumi ini," pungkasnya.
